Hidden Girl

Hidden Girl
Ragu



"Pasti ada yang sengaja menaruh kamera itu di kamar hotel dan ada yang sengaja memberikan obat tersebut untuk Felix." ujar Alice menebak.


"Kau benar sekali.


Ada orang yang merencanakan semua ini, ada orang yang ingin hubungan Felix dan Rose menjadi hancur." ujar Ana membenarkan prasangka Alice.


"Tapi kenapa orang itu melakukannya? sedangkan aku tidak punya masalah dengan siapapun, aku hanya mengenal kalian sepanjang hidupku," jawab Rose yang merasa tak memiliki masalah dengan siapapun, dia hanya gadis yang menghabiskan waktu terkurung di tengah hutan selama 19 tahun.


"Yang melakukannya orang yang kamu kenal dan sangat dekat dekatmu yaitu keluarga mu sendiri."


Ana menyahut tanpa keraguan, dia keceplosan karena sudah tidak sabar untuk membongkar kejahatan Mala.


Mendengar tuduhan itu membuat Alice kehilangan kesabaran, dia marah dan menghampiri Ana lalu menuding Ana dengan jari telunjuknya. "Jangan sembarang kamu Ana, kami sangat menyayangi Rose tak mungkin kami melakukan semua ini, jangan memutar balikkan fakta untuk mencari kebenaran!" Protes Alice yang tak terima karena keluarganya di tuduh melakukan hal yang tak baik kepada Rose.


"Jika kamu tidak merasa jangan marah donk," ujar Ana dengan santai sambil tersenyum miring.


"Tak usah banyak bicara, cepat katakan siapa yang melakukan semua itu," ujar Alice yang sudah muak dengan permainan kata yang di lakukan Ana.


Melihat suasana makin tak terkendali membuat Rose turun tangan. "Kak, tenang." ujar Rose menarik tangan kakaknya agar mundur, dia nggak mau kakaknya nanti bermain kasar.


"Jika kalian menantang, aku tidak akan keberatan untuk membongkar semua ini."


Felix akhirnya bersuara setelah lama bungkam yang dari tadi hanya menyaksikan Ana dan Alice berdebat.


"Tuan Alex silakan masuk!" teriak Felix.


Tuan Alex masuk dengan dua orang berbadan kekar di belakangnya yang sedang menyeret seorang lelaki muda dengan luka memar di area wajahnya.


Jderr.


Mala terkejut setengah mati melihat orang yang tengah di seret oleh anak buah Tuan Alex. "Mati aku sekarang, bagaimana meraka bisa menemukan orang itu, dasar bodoh tidak becus, kenapa dia bisa sampai tertangkap." Mala sudah mulai keluar keringat dingin karena sekarang semua orang akan tahu kelakuan buruk yang telah dia lakukan.


"Kenalkan saya Alex kolega Tuan Felix, saya disini membawa orang yang telah memasukan obat perang...sang itu ke dalam minuman Tuan Felix, saya adalah pemilik bar sekaligus orang yang mengundang Tuan Felix untuk minum untuk membahas pekerjaan di bar saya pada malam itu, di belakang saya ini adalah karyawan saya yang telah berkhianat karena di bayar oleh seseorang untuk memasukkan obat itu ke dalam minuman Tuan Felix."


Setelah mengatakan semua itu Tuan Alex menghampiri bartender yang bernama Adam itu lalu menjam..bak


rambutnya agar mendongak.


"Katakan siapa orang yang menyuruhmu melakukan itu!" bentak Tuan Alex dengan keras.


Felix dan Ana hanya menyaksikan tanpa ada rasa kasian sedangkan Rose dan Alice pasti ngeri melihat itu.


Mata Adam memperhatikan semua orang dan pada akhirnya pandangannya berhenti di Mala, dia menatap wanita paruh baya itu dengan takut.


Adam langsung memutus kontak matanya dari Mala.


"Sialan kenapa kau diam? cepat katakan siapa yang menyuruhmu menaruh obat perang...sang itu di minuman Tuan Felix!" bentak Alex yang ikut kehilangan kesabaran.


Dengan ragu tangan Adam menunjuk Mala yang tengah berdiri tepat di samping Rose. "Nyonya itu yang menyuruhku," ujar Adam dengan yakin.


Jderr.


Bak tersambar petir semua mata membulat kaget mengetahui siapa pelaku yang di maksud oleh Ana, keluarga kecil itu rasanya tak percaya dengan fakta itu.


Seketika Rose menjadi lemas tapi dia berusaha tegar lalu menatap Mala yang ada di sampingnya dengan lesu. "Apakah yang di katakan oleh orang itu benar?" tanya Rose yang tidak mau langsung menghakimi Mala dan percaya dengan semua omongan saksi yang dibawa Felix.


"Tentu tidak Rose, meraka menuduh tanpa bukti yang kuat, mana buktinya kalau Mama menyuruh orang itu melakukan semua ini? tak ada kan? jadi meraka hanya menyewa orang untuk membuat rekayasa agar meraka terbebas dari tuduhan perilaku tak terpuji yang sudah meraka lakukan," ujar Mala menyakinkan Rose dengan membuat Alibi dengan menuduh Felix telah merekayasa semua ini.


"Istri saya benar, bisa saja kalian hanya merekayasa saksi untuk menuduh kami, mana buktinya jika istri saya menyewa orang itu untuk menaruh obat perang..sang di minuman anda?" ujar Tuan Bayu yang dari tadi bungkam.


Alibi Mala ternyata masuk akal bagi Tuan Bayu, bantahan Mala mampu memporak-porandakan bukti yang tadi sudah di tunjukan oleh Felix, Tuan Bayu yang tadinya sudah mulai mempercayai Felix karena bukti Vidio itu malah sekarang kepercayaan itu seketika hancur oleh Alibi sederhana yang di buat oleh Mala.


"Tidak mungkin saya merekayasa semua ini, jika saya berbohong mana mungkin saya sampai melibatkan Tuan Alex yang pastinya anda mengenalnya juga," jawab Felix.


"Benar Tuan Bayu, tidak ada keterpaksaan atau rekayasa disini," sahut Tuan Alex menimpali.


"Kalau begitu mana buktinya kalau orang itu benar di suruh oleh Mama ku, aku tidak percaya jika hanya dengan ucapan yang keluar dari mulut pria yang tak tahu dari mana asalnya itu," seloroh Alice.


Felix dan Ana saling lirik, mereka lupa kalau mereka tidak punya bukti selain omongan dari adam, tak ada foto, video, ataupun rekaman audio yang menyatakan bahwa Mala yang menyuruh Adam.


"Kenapa kalian diam?" tanya Alice.


"Apa semua yang aku tunjukan belum cukup? sudah jelas saksi hidup di depan mata, apalagi yang perlu di pertanyakan," ujar Felix yang kesal.


"Hahahaha, ternyata bukti yang kalian gunakan untuk menyerang ku malah menyerang kalian balik, memang kalian pikir kalian lebih pintar dari ku." Mala cukup senang karena dengan tidak sengaja suami dan anaknya mendukung kejahatan nya.


"Aku kurang percaya, bisa saja memang benar kata mama ku kalau kalian merekayasa semua ini agar bisa membujuk Rose ataupun agar sikap buruk kalian tidak ketahuan oleh Tuan Anderson.


Dengan mata kepala ku sendiri kemarin aku melihat kamu makan malam di restauran berduaan dengan Ana, apa itu yang namanya tidak ada hubungan spesial?" tanya Alice yang malah ikut memojokkan Ana dan Felix.


Rose menjadi bingung dengan semua fakta-fakta dan sangkalan dari kedua belah pihak, yang mana yang harus dia percaya, disisi lain video full yang tadi dia lihat sudah menunjukkan betul meraka tidak melakukan apapun tapi pernyataan Mala dan Alice juga masuk akal.


Happy Reading ♥️😘😘🙏😘


I LOVE YOU 3000😘🙏♥️🥰🙏