
Wanita paruh baya yang memiliki penampilan modis itu turun dari mobil dan menghampiri Luhan dan Rose.
''Luhan Kau tidak pernah berubah, selalu cerewet seperti bos mu itu,'' ejek Nayla yang seperti memiliki dendam tersendiri terhadap Luhan.
''Kapan anda datang? Kenapa tidak memberi tahu kami ?'' tanya Luhan
''Suprise,'' teriak Nayla yang berhasil membuat telinga Luhan sakit.
''Aku rindu dengan anakku ya aku tinggal datang, kenapa aku harus memberitahu kalian, kaku sekali.''
''Maksud saya bukan begitu, jika saya tahu anda akan datang, Saya bisa menjemput anda di bandara,'' jawab Luhan.
''Luhan, aku ini bukan anak kecil, aku punya uang banyak bisa membayar orang untuk mengantarku kesini, kau masih saja sama persis seperti Tuanmu selalu ribet dengan hal-hal kecil.'' Wanita ini terus membantah Luhan seolah-olah ketua Pelayan ini selalu salah di matanya.
''Saya kan memang assisten pribadi tuan Felix, tidak ada salahnya kan jika saya mirip dengannya,'' balas Luhan tidak mau kalah .
'' Kau yang mengasuh anakku, itu sebabnya anak ku jadi seperti kau, kaku, perfeksionis, dan tidak seru,'' balas Nayla lagi.
Luhan dan Nayla seperti kucing dan anjing selalu tidak akur dan berselisih.
''Wahh, siapa gadis yang ada di belakang mu? , Istri baru mu ya, cantik juga,'' ucap Nayla menyenggol pelan bahu Luhan sambil menutup mulutnya menahan tawa.
Luhan memutar bola matanya kesal, kenapa sih ibu dari bosnya ini selalu menyebalkan. ''Jelas bukan Nyonya, Tuan Felix yang membawa Gadis ini ke rumah.''
Mendengar itu Nayla langsung mendorong tubuh Luhan ke samping dan menghampiri Rose, wanita itu lebih tertarik dengan gadis yang di bawa oleh anaknya itu.
''Kau manis sekali, Siapa nama mu Nak?'' Nayla mengusap lembut pipi Rose.
''Nama Saya Rose,'' jawab Gadis itu.
''Wow, Nama yang cantik sama seperti wajah nya.''
''Tadi saja marah - marah di hadapan ku tapi sekarang bisa berubah manis seperti itu di hadapan Nona Rose,'' gerutu Luhan dalam hati melihat perubahan perilaku ibu dari tuannya itu.
''Luhan, Kenapa kau tidak bilang aku memiliki calon mantu yang begitu manis seperti ini, lihatlah lesung pipinya, begitu manis kan?'' ucap Nayla sambil terus mengangumi wajah Rose yang di anggap calon mantu nya itu.
''Dia bukan calon mantu anda Nyonya,'' jawab Luhan.
''Tadi dia sendiri yang bertanya, sekarang aku yang di salahkan, dasar Nyonya aneh,'' kesal Luhan, hari-hari tenang pria ini akan hilang karena kedatangan Nyonya nya yang menyebalkan itu.
Malam harinya.
'' Luhan, Apa selalu seperti ini setiap hari?'' tanya Nayla yang sudah duduk di meja makan bersama Rose.
''Maksud anda Nyonya?''
''Felix tidak pernah makan malam di rumah kan?''
''Iya Nyonya, tuan Felix sering bekerja sampai larut malam jadi Tuan jarang makan malam di mansion.''
''Semestinya kau menasehati nya untuk meluangkan Waktu untuk Rose, setidaknya dia harus sudah di rumah sebelum makan malam, lihatlah calon mantu ku pasti dia kesepian selalu di tinggal kerja,'' omel wanita paruh baya ini.
''Nona Rose baru dua hari tinggal disini dan saya ingatkan sekali lagi dia bukan Calon mantu anda, dia gadis malang yang di tolong oleh Tuan Felix,'' jelas Luhan sekali lagi, kenapa sih Nyonya nya ini selalu menyimpulkan sesuatu secara sepihak.
'' Aku tidak peduli apa status meraka saat ini, yang aku tahu aku harus membantu putra ku untuk move on dari wanita ****** itu'' Nayla menjadi naik darah saat mengingat perempuan yang menyakiti putranya, apa sih kurang putra nya sampai tega perempuan itu kabur di saat hari pertunangan mereka.
Nayla menarik tangan Rose dan menggenggamnya dengan erat.
''Luhan, ada harapan di gadis manis ini, aku tidak peduli apa status nya, yang terpenting dia Gadis yang setia, aku melihat kepolosan di matanya,'' ucap Nayla menatap dalam gadis yang ada di hadapannya ini.
Rose yang tidak mengerti maksud wanita paruh baya ini hanya bisa tersenyum manis.
''Tapi tidak baik jika memaksa Tuan Seperti ini,'' saran Luhan.
Dia tahu betul apa yang di lewati Felix 5 tahun lalu saat di Khianati oleh orang yang dia sangat cintai, Felix bukan belum Move on tapi lebih tepatnya pria muda itu takut memulai hubungan baru dan mungkin saja dia akan di sakiti lagi oleh perempuan jika membangun hubungan baru.
''Apa kau mau putra ku tidak menikah selamanya? dia sudah berusia 30 tahun sekarang, dia harus berani membuka hatinya untuk orang lain, kapan lagi memulai jika bukan sekarang.'' Seorang ibu pasti ingin putra nya bahagia.
Happy Reading 🥰😘♥️🥰
I LOVE YOU 3000 🥰😘😘♥️