
Malam pertama.
Setelah acara pernikahan yang membahagiakan sekaligus melelahkan juga.
Sekarang akhirnya mereka bisa kembali ke kamar hotel untuk beristirahat.
Rose duduk dengan tenang untuk menghapus riasannya.
Dia sudah mengganti pakaian pengantin dengan baju tidur yang nyaman.
Rose tersenyum lebar saat merasakan tangan kekar pria yang baru saja sah menjadi suaminya tadi melingkar tepat di pinggang ramping miliknya.
Pria itu dengan manja menaruh dagunya tepat di bahu Rose sambil merengek manja.
"Sayang, kok lama banget sih."
"Salahkan riasan ini yang susah sekali di hilangkan," ujar Rose malah menyalahkan riasan yang indah itu.
Cup.
Seketika kecupan hangat mendarat di leher Rose.
"Sayang, geli."
Bulu kuduk Rose menjadi merinding akibat ulah nakal Felix.
Tanpa menghiraukan ucapan Rose.
Dia terus mengecup leher Rose berkali-kali sampai membuat Rose memejamkan mata sesat.
Felix terus mengganggunya dengan godaan-godaan manja, seperti sekarang Rose melenguh akibat gigitan lembut di telinganya.
"Sayang, aku lagi pakai pelembab jangan ganggu donk, sebentar lagi selesai kok." rengek Rose.
"Aku nggak bisa menunggu lebih lama lagi," ujar Felix dengan suara beratnya yang sensual tepat berbisik di telinga Rose bak bisikan setan yang berhasil membuat Rose merinding lagi.
Seketika aliran listrik seperti menjalar di seluruh aliran tubuh Rose saat Felix kembali nakal menyapu telinga istrinya dengan lidah secara lembut.
Rose menggelinjang pelan saat merasakan sensasi aneh itu. "Sayang," rengeknya.
Saat Rose menikmati aksinya,
Felix mengambil botol pelembab yang ada di tangan Rose dengan perlahan lalu menaruh nya kembali di meja rias itu. "Ini tidak penting sayang, ada yang lebih penting dari itu," ujar pria itu yang lagi-lagi berbisik halus di telinga Rose.
Rose terlonjak kaget karena Felix memutar kursi yang di duduki olehnya secara tiba-tiba sehingga dia sekarang tepat ada di hadapan pria itu.
Felix sedikit merunduk untuk mengecup dahi Rose.
"Aku sangat bahagia, akhirnya hari ini tiba juga, penantian yang lama akan segera terwujud," ujar Felix menatap Rose dengan penuh cinta,
Terlihat jelas binar kebahagiaan di mata Felix.
Dia sangat bersyukur akhirnya bisa bersama Rose untuk selamanya.
Dengan Sedikit mendongak.
Rose membalas tatapan mata yang berbinar itu.
"Cup."
Dengan berani Rose membalas perkataan manis Felix dengan kecupan mesra yang mendarat di bibir pria itu.
Mendapat lampu hijau dari Rose membuat Felix tersenyum miring.
"Owee, jadi kamu menantang ku."
Kilatan mata pria itu menandakan gairah yang tinggi.
"Ooo, aku sudah membangunkan macan yang sedang tertidur, abis lah sekarang aku di terkam olehnya."
Rose menjadi sedikit gugup saat Felix menunduk dan mendekat kearahnya, siap memburu bibir merah miliknya.
Dan benar saja bibir tebal milik Felix sudah mendarat di bibir Rose dengan lembut.
Dia ******* secara perlahan membawa Rose melayang ke udara dengan sikap lemah lembut yang dia berikan.
Rose pun membalas dengan suka rela karena jujur dia juga menyukai akitivitas suami istri ini.
Di tengah aksi itu secara mendadak Felix mengangkat tubuh Rose untuk menempel di tubuhnya bak anak Kuala.
Rose langsung melepaskan tautan mereka lalu berteriak kaget.
Dia langsung menyilangkan kedua kakinya di punggung pria itu karena takut jatuh.
Felix tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kaget yang di tunjukan Rose, sungguh lucu baginya bagaimana reaksi tanggap Rose langsung mengaitkan kaki mungil itu karena takut jatuh.
"Berhenti lah tertawa, kamu senang sekali membuat ku jantungan, dasar kamu ini ya."
Rose mulai merengek dengan aksi nakal Felix, dia memukul pelan bahu suaminya.
Muachh.
Melihat bibir Rose mengerucut membuat Felix mengecup bibir Rose dengan gemas. "Bisakah kau tidak bertingkah lucu seperti ini, membuat ku ingin segera memakan bibir mu itu saja."
"Tuh kan, kamu selalu menyerang ku secara mendadak," kesal Rose.
"Oke, aku akan melakukannya secara perlahan," ujar Felix yang langsung nyosor untuk ******* bibir Rose dengan lembut.
Secara perlahan Felix berusaha menerobos bibir manis yang memabukkan itu membuat lidah meraka saling bertautan, menyesap kenikmatan satu lain.
Tubuh pria itu berjalan mendekati kasur secara hati-hati sambil bibir meraka masih saling bertautan satu sama lain.
Lalu dia duduk di kasur dengan Rose di pangkuannya.
Di tengah tautan mereka tanpa Rose sadar suaminya membuka kancing baju tidur berwarna merah itu satu persatu dengan gerakan cepat, setelah berhasil membuka semuanya Felix langsung menanggalkan baju tidur Rose dan melempar ke sembarang arah.
Rose sedikit mendorong tubuh Felix karena dia kehabisan napas.
Dia menarik napas dalam-dalam untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sambil menatap Felix yang mengalami hal sama seperti dirinya.
Rose menelan ludahnya kasar karena sedikit gugup.
Dia bisa melihat tatapan buas pria itu yang melihat ke arah tubuh bagian atasnya yang hanya berbalut dengan bra.
Melihat Rose yang sedikit terlihat tidak nyaman, Felix berinisiatif mengelus pipi istrinya dengan lembut. "Tenang sayang, aku akan melakukan secara lembut, jangan takut, oke"
Rose mengangguk pelan menjawab ucapan suaminya, dia terlihat lebih tenang dari sebelumnya.
Secara perlahan Felix mengusap rambut Rose dengan lembut.
"Boleh aku melakukan hal yang lebih dari ini?" tanya Felix dengan tatapan memohon.
Dia bisa saja melakukan itu karena Rose adalah istrinya tapi dia berusaha menahan hasratnya untuk bertanya terlebih dahulu.
Seperti biasanya Felix selalu mengedepankan kenyamanan Rose di atas segalanya.
Melihat tatapan meminta Felix membuat Rose mengangguk pelan.
Sebenarnya dia juga sudah terbuai dengan permainan suaminya itu.
Tanpa pikir panjang dia kembali ******* bibir Rose.
Kali ini gerakannya cukup intens, gerakan Felix begitu menuntut ingin lebih.
Setelah puas dengan bibir manis itu dia turun ke bawah mengecup bagian atas leher Rose sampai bagain dada Rose lalu kembali ke leher Rose dan menyesap leher mulus itu dengan tekanan yang cukup kuat sampai membuat Rose mendesah halus.
Rose menutup matanya merasakan kenikmatan yang di berikan oleh Felix, pengalaman yang tidak begitu asing tapi masih terasa aneh baginya, terasa perih tapi membawa kesenangan seolah tidak mau berhenti.
"Akhh," gumamnya pelan sambil sedikit mengenggam lengat Felix dengan keras.
Mendengar ******* istrinya membuat Felix tidak sabar lagi untuk melakukan hal yang lebih.
Dengan perlahan dia mengangkat tubuh Rose dari atas pangkuannya lalu merebahkan tubuh mungil itu di kasur dengan hati-hati.
Felix langsung menanggalkan kemeja putih yang masih bertengger di badanya.
Terlihat badan kekar milik Felix dengan perut kotak-kotak yang sungguh menggoda iman.
Rose sedikit menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh kekar mulus putih bersih itu.
Setelah selesai dengan urusannya Felix menindih tubuh Rose dengan kedua tangannya untuk menyangga tubuhnya.
Dan dia kembali mengambil kenikmatan dari tubuh Rose yang hampir setengah telanjang.
Happy Reading ♥️😘😘🙏
I LOVE YOU 3000😘♥️🥰♥️♥️