Hidden Girl

Hidden Girl
kebenaran



"Tunggu Ken, aku harus mencari tahu kenapa ibu Nona Alice sangat marah kepadaku, padahal aku tidak mengenalnya," jawab Rose yang tidak mau meninggalkan tempat berbahaya ini.


"Wanita ****** jangan berpura-pura kau, beraninya kau mendekati anak ku, apa yang kau mau ahh," ujar Mala dengan emosi yang sudah menggebu-gebu.


"Apa sih yang Mama bicarakan? Alice mohon hentikan!" ujar Alice dengan nada bicara sudah naik beberapa oktaf.


"Alice dia adalah wanita ****** yang menggoda lelaki kaya, dia adalah selingkuhan papamu hikkss," teriak Mala sambil menangis.


"Maaf Nyonya anda jangan sembarang menuduh, saya tidak mengenal suami anda," bantah Rose, dia sungguh kaget di tuduh perebut suami orang oleh ibu sahabatnya.


"Iya Nyonya, Nona Rose adalah calon istri dari bos saya, jadi jangan sembarang menuduh," bela Assisten Ken yang juga tidak terima dengan tuduh itu.


"Mama jangan sembarang menuduh, Rose adalah kekasih dari Tuan Felix, mama pasti salah paham, tidak mungkin papa selingkuh," ujar Alice menepis pikiran buruk ibu yang melahirkan nya itu.


"Mama nggak mungkin salah, mama punya buktinya," dengan langkah cepat dia mengambil beberapa lembar photo yang ada di tasnya yang tergeletak di atas meja makan.


"Ini kau lihat saja sendiri."


Mata Alice membulat tak percaya dengan apa yang dia lihat. "Rose mamaku tidak berbohong, kau lihat saja sendiri," ujar Alice menyerahkan beberapa lembar photo tersebut ke tangan Rose.


"Ayah," ujar Rose.


"Beraninya kau menyebut suami ku dengan sebutan Ayah," bentak Mala lalu meraih rambut Rose dengan kedua tangannya.


"Akhhh, sakit Nyonya," pekik Rose yang merasa rambutnya akan terlepas dari kepalanya.


"Nyonya jangan main hakim sendiri," ujar Assisten Ken mencoba melepaskan genggaman kuat Mala yang menarik rambut Rose.


"Aku akan membunuh wanita ****** ini sekarang juga," teriak histeris Mala dengan kemarahan yang sudah memuncak tak bisa terbendung lagi.


Dengan kondisi yang masih shock, Alice juga ikut berusaha melerai dua wanita beda generasi itu. "Hentikan Ma, dia kesakitan."


"Stop!" bentak Tuan Bayu dengan keras, akhirnya pria yang akar dari masalah ini datang.


Mala melepaskan rambut Rose saat mendengar suara ayah dari anaknya. "Lihat selingkuhan mu berani-beraninya datang ke rumah kita, Cih sungguh tidak tahu malu," wanita paruh baya itu membuang muka seolah sangat jijik melihat wajah Rose.


Mata Rose berbinar melihat pria yang selama berbulan-bulan dia cari sekarang ada di hadapannya. "Ayah," Rose berlari cepat lalu memeluk ayahnya dengan erat. "Hiks, Hikss,Rose sangat rindu sama ayah," ujarnya dengan air mata yang luruh mengalir begitu saja.


"Ayah juga merindukanmu nak," Tuan Bayu memeluk anak bungsunya dengan erat, selama ini dia sudah sangat ingin memeluk putrinya seperti ini tapi tidak bisa dia lakukan.


Melihat kondisi yang semakin memburuk, Assisten Ken segera menelepon bosnya untuk datang, dia tidak berani ikut campur karena ini adalah masalah keluarga.


"Papa, apa maksud semua ini? siapa Rose? kenapa dia memanggil Papa sebagai Ayahnya," ujar Alice dengan air mata yang hampir jatuh.


Tuan Bayu menarik napas dalam, kenyataan yang paling dia takutkan akhirnya terjadi hari ini. "Dia adalah adikmu," ujar Tuan Bayu.


Tubuh Alice sedikit terhuyung ke belakang, seketika otot-ototnya menjadi lemas setelah mendengar pernyataan papanya.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" ujar Tuan Bayu menghampiri anaknya yang terlihat shock dan hampir terjatuh.


"Jangan sentuh Alice," ujar gadis cantik itu dengan pandangan kosong, dia sudah tidak bisa berpikir dengan baik, pikirannya sudah sangat kacau.


Mala menampar suaminya dengan sekuat tenaga. "Beraninya kau berselingkuh di belakang ku, sampai mempunyai anak sebesar ini, siapa wanita itu!" teriak Mala yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya apalagi melihat putri satu-satunya yang begitu terpukul.


"Dia anak ku dan Michelle," ujar Tuan Bayu dengan kepala yang tertunduk.


"Oh Ternyata wanita ****** itu , aku sungguh tidak menyangka kalian akan terus berhubungan di belakang ku," ujar Mala tersenyum miring.


Tuan Bayu mengangkat kepalanya yang sempat tertunduk, matanya memerah menandakan emosi yang luar biasa. "Jangan menyebutnya ****** , kau yang merebut ku darinya ,kaulah wanita yang tidak tahu diri sudah merebut tunangan sepupunya sendiri dengan cara yang curang," ujar Tuan Bayu dengan suara yang bergetar menahan amarah sekaligus kesedihan, dia tidak terima wanita yang sangat ia cinta di sebut ******, meraka memang bersalah menjalin hubungan diam-diam tapi semua ini terjadi karena ulah Mala yang begitu serakah ingin memiliki apa yang sudah di miliki oleh sepupunya itu.


Mala langsung terdiam teringat masa lalunya yang begitu jahat melukai saudara sendiri demi seorang lelaki.


"Ayah di mana Ibu kandungku berada?" lirih Rose dengan tubuh yang bergetar.


"Dia sudah tenang di surga Nak, dia meninggal setelah melahirkan mu , Maafkan Ayah karena selalu menyembunyikan masalah ini darimu, Ayah hanya tidak mau kamu sedih dengan semua kesalahan yang pernah Ayah lakukan di masa lalu," ujar Tuan Bayu dengan pilu.


Tubuh Rose seketika merosot ke lantai setelah mendengar kenyataan yang pahit itu, ibu yang selama ini dia ingin peluk ternyata sudah tidak ada di dunia ini , hatinya begitu sakit bak tertusuk timah panas.


Keluarga kecil itu terdiam dengan pikiran mereka masing-masing, meratapi nasib yang begitu kejam, mereka terlalu shock mendengarkan semua kebenaran demi kebenaran pahit yang selama ini tertutup rapat.


"Ayah, jika seperti ini kenapa aku harus lahir ke dunia, seharusnya Ayah melenyapkan ku saja supaya aku tidak mendengar kenyataan yang begitu membuat semua orang terluka dan terpuruk," ujar Rose begitu pilu menyayat hati yang mendengar.


"Jangan berkata seperti itu, Nak." ujar Tuan Bayu.


"Sayang apa yang terjadi?" tanya Felix yang tiba-tiba sudah ada disana, dia memeluk tubuh Rose yang bergetar hebat.


Rose diam seribu bahasa tidak punya tenaga lagi untuk mengeluarkan semua rasa sedih itu, hanya air mata yang keluar untuk mengeluarkan perasaan campur aduk itu.


"Alice, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kekasihku terpuruk seperti ini!" bentak Felix.


"Sayang sudah, aku ingin pulang," lirih Rose berusaha kuat di hadapan Felix.


"Oke baiklah, apa kamu bisa berdiri?" tanya Felix yang menyadari Rose sudah begitu lemas.


"Saya bisa," jawab Rose berusaha untuk berdiri.


"Rose, jangan pergi, disini adalah rumah mu," ujar Tuan Bayu memegang tangan Rose tidak rela melepaskan kepergian putri bungsunya.


"Lepaskan, jangan menyentuh milik saya," ujar Felix yang tidak tahu kalau Tuan Bayu adalah Ayah dari Rose.


"Lepaskan, biarkan Rose berpikir," ujar Rose begitu dingin.


Tuan Bayu dengan terpaksa melepaskan tangan putrinya, dia sangat paham sakit yang di alami oleh Rose.


Felix dan Rose serta Assisten Ken berlalu dari sana tanpa mengucapkan salam sedikit pun.


Happy Reading 🥰😘🙏😘


I LOVE YOU 3000😘🙏♥️♥️🥰