![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
“Haiss... sudahlah Jes, Aku malas berdebat dengan mu, Aku akan pilihkan dress yang akan kau pakai sebentar lagi malam akan tiba”
Luna berjalan kearrah Closet Room milik Jessica dan masuk kedalamnya. Disana terdapat banyak sekali pakaian pakaian miliki. Jessica mulai dari pakaian untuk bekerja, pakaian santai, hingga dress drees indah. Di dalamnya juga terjejer berbagai macam sepatu dan High heels.
Luna mulai mengelili Closet Room miilik Jessica berusaha menemukan sesuatu yang cantik dan pantas untuk Jessica gunakan saat makan malam dengan Mr.Clay. luna bukannya mendukung hubungan mereka atau apa pun itu.
Tapi setelah mendengar cerita Jessica kemarin entah mengapa Luna mempunyai firasat lain. Bahwa Mr.Clay ingin membahas mengenai kerja sama dengan perusahaannya, mungkin itu alasan mengapa Mr.Clay mengatakan bahwa pembahasan nanti malam akan mengubah hidup dan karir Jessica. Tapi kembali lagi itu belum pasti, Hanya firasat luna, Untuk Luna menyediakan payung sebelum hujan itu tidak ada salahnya. Setelah lama mencari cari sana sini akhirnya Luna menemukan pakaian cantik untuk Jessica kenakan nanti. Dia meletakkan semua keperluan Jessica mulai dari Dress hingga sepatu yang akan Jessica kenakan nanti di dekat meja rias Jessicca.
“Sudah semua. Sekarang tinggal manusianya.”
“Jessica !!!” Teriak Luna memanggil Jessica.
“Apa !”
“Mandilah sekarang, Dasar jorok ! dari pagi tadi kau tidak mandi, mandi sana “
“Sebentar lagi Luna. Aku masih malas, Lagian ini juga masih sore, terlalu cepat kalau bersiap siap sekarang.”
“Belum mandi, Makeupnya, hair stylenya, bla bla. Akan memakan waktu Jess. Kenapa kau suka sekali dengan kata terlambat. Aku heran padamu”
“Aku juga heran. Kau sangat menyukai kata cepat.”
“Bukan cepat. Tapi tepat waktu ! Sekarang pergilah mandi. Cepat Jessica !”
“Okay okay..”
dengan malas Jessica bangun dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah beberapa menit kemudian. Jessica selesai mandi. Dia pun menuju closet roomnya. Ketika melihat semua keperluannya sudah ada Jessica tersenyum kecil.
“Aku seperti mempunyai ibu saja.” Jessicca menggekengkan kepalanya sembari mengeringkan rambutnya.
“Luna aku siap.” Teriak Jessica dari dalam ruang gantinya. Luna pun datang sambil tersenyum.
“Okay.. apa kau sudah terlihat sangat cantik?”
Luna adalah wanita Multitalenta. Dia bisa segalanya, bukan hanya pekerjaan kantor, dia handal dalam berbagai bidang, mulai dari memasak hingga menjahit, makannya kalau hanya urusan make up dan hair style Jessica tidak perlu repot repot ke salon. Luna dapat menghandle dengan baik. Karena itu Jessicca menyukai Luna sebagai assistennya.
Luna juga orang yang cekatan dalam bekerja.
Setelah melalui semua proses siap siap ala Luna, Akhirnya Jessica selesai berdandan. Semua terlihat sempurna, dari make up, rambut, pakaian, hingga aksesoris aksesoris terlihat indah di pakaikan pada Jessicca.
“Wow Luna, Ini sangat indah.”
“Well beautifull right?”
“Very very beautifull.”
Kedua wanita itu tersenyum senang melihat pantulan Jessia di kaca. Jessica mengenakan dress hitam selutut tanpa lengan, yang memperlihatkan lengannya sampai bahu, slingg bag hitam dan high heels hitam.
Jessica juga memakai cincin dan gelang unuk menghiasi tangannya.
Setelah menunggu beberapa saat. Seorang security apartment datang ke kamar Jessica mengatakan bahwa sebuah lomosin tiba untuk menjemput Jessica.
“Aku berfikir jika Mr.Clay akan menjemput mu?”
“Dia memang bilang akan menjemputku”
“Yasudahlah mungkin dia menunggu mu di tempat makan , ayo pergilah.”
Jessica tersenyum pada Luna dan memeluknya.
“Thanks for everything girl. I love you so much.” Sambil mengeratkan pelukannya.
“Everything for you Jess, Now go.”
Di balas dengan anggukan. Jessica pun keluar dari apartmentnya.
Ketika sampai di lobby. Jessica melihat sebuah limosin mewah terparkir di depan Lobby apartment. Dalam hati Jessica terpana melihat mobil mewah itu. Mungkin dia bisa dibilang kaya karena punya apartment besar, mobil pribadi dan sopir pribadi bahkan asisten pribadi, tetapi untuk ukuran limosin Jessica merasa bukan apa apa. Akhirnya dengan rasa gugup dalam diri.