![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
Untuk ukuran limosin Jessica merasa bukan apa apa. Akhirnya dengan rasa gugup dalam diri. Jessica menaiki mobil itu dan pergi ke tempat yang telah di tentukan oleh Mr.Clay.
Dalam perjalanan Jessia mencoba menenangkan pikirannya. Mencoba mengontrol pikirannya agar tidak melamun aneh aneh dulu. Dia sangat gugup hingga tampa terasa.
...“Nyonya kita sudah sampai.”...
Jessica kaget mengetahuhi bahwa dia sudah sampai, padahal dia belum berhasil menenangkan fikirannya.
...“Ooya.. Terimakasih.”...
Jessica keluar dari mobil sebelum memasuki restoran dia menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya pelan pelan. Setelah itu dia pun masuk ke dalam restoran. Di dalam restoran Jessica terlihat sibuk melihat lihat sekeliling mencari sosok Mr.Clay tapi matanya tak dapat menemukan sosok tersebut. Tak lama kemudian seorang pelayan menyambutnya.
“Selamat malam nyonya. Selamat datang di restoran kami . Apakah sebelumnya anda sudah mereservasi tempat nyonya?”
“Aku kemari atas undanggan seseorang.”
“Kalo boleh tau. Undanggan atas nama siapa nyonya?”
“Mr.Bob Clay.” Tak lama setelah pelayan itu mencari nama Bob Clay pada daftar tamu. Kemudian.
“Reservasi atas nama Mr. Bob Clay ternyata ada nyonya tetapi Mr. Clay nya sendiri belum datang. Tapi saya bisa mengantarkan nyonya ke meja yang di reservasinya”
...“Baiklah kalo begitu.”...
Jessica menurut pada pelayan itu. Ketika sampai di meja. Ada yang janggal. Kursi yang tersedia pada meja itu ada 3. Berarti untuk 3 orang.
“Permisi. Apakah Mr . Clay memang reservasi untuk 3 orang?”
“Okay , kalau begitu.” Jessica bigung. Dia mengira ini adalah makan malam berdua ternyata bertiga. Tapi siapa satunya ?”
Jessica pun duduk di meja itu. Menunggu ...
Seorang pelayan datang memberikan daftar menu.
“Maaf saya ingin menunggu rekan rekan saya datang. Setelah itu kami akan memesan bersama.”
Jessica tersenyum pada pelayan itu.
“Maaf anda salah meja tuan.”
“Tidak mungkin. Bagaimana aku bisa salah meja. Aku yang memesan meja ini.” Jawab pria itu dingin.
“Apa kau yakin tuan?”
“Tentu saja.” Jawab pria itu dengan singkat.
Merasa mungkin ini kesalahan pelayan yang mengantarkannya ke meja yang salah. Jessia pun mulai menanyakan kembali pada pelayan tadi. Tapi ketika Jessica berdiri dan ingin pergi tiba tiba.
...“kau mau kemana?”...
“Mungkin saya yang salah tuan. Mungkin saja saya menempati meja yang salah. Saya akan menanyakan kejelasanya pada pelayan.”
Pria itu sempat menghela nafas sebelum kembali berbicara.
“Kau tidak di meja yang salah Ms.France.”
Menyadari bahwa pria ini mengenalnya . dia pun kaget dan bigung.
“Duduklah, Apa kau mau terus berdiri?” Jessica pun kembali duduk di tempatnya.
“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya Jessica penasaran.
“Bukan aku tapi ayah ku.” Jawab pria itu dengan wajah datar.
“Dan ayahmu ??”
Pria itu menghela nafas “Bob Clay” lanjut pria itu.
Seketika Jessica kehilangan kata kata. Ia tidak percaya kalau pria itu adalah anak dari Mr.Clay. jessica tidak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya.
“Be....Berarti kau David ? David Clay ?? “
“Yes.” Jawab pria itu. Jessica yangg masih kaget pun tak bisa berkata kata dia hanya terdiam di tempat duduknya.
Tak lama kemudian pria itu memajukan tubuhnya ke meja sambil melihat Jessica dengan tatapan lekat, menyadari sedang di perhatikan. Jessica pun mulai risih.