![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
“Tidak bermaksud menyinggung , tapi orang seperti anda dengan perusahaan tersukses Asia Eropa haursnya ini bukanlah menjadi masalah. Tapi jika ada pertimbangan lain ari anda kami akan bantu membicarakan dengan pihak mantan isri anda.” Jawab Luna.
“Tunggu... aku bukannya tidak sanggup. Aku bisa berikan dia lebih dari itu. Yang aku pikirkan adalah enak saja dia meminta rumah dan mobil. Seakan akan aku ini jin pengkabul permohonan yang bisa mengkabulkan semua keinginannya. Aku hanya tidak rela membagikan atau pun memberikan sesuatu yang berharga pada seorang yang tidak berguna dan bodoh seperti dia !!!!”
“Jadi mau anda?” tanya Jessica.
Dengusan keras terdengar sebelum akhirnya Mr.Clay menyetujui permintaan itu.
“Aku bersumpah tidak akan lagi berurusan dengan wanita jalan itu !!!“
Mr.Clay pun menandatangi semua berkas berkas tersebut.
Setelah selesai dengan semua permasalahan perceraian. Mr.Clay pamit karena dia harus segera menghadiri meeting bersama calon partner dalam perusahaannya. Ketika Mr.Clay keluar dari ruangan. Kedua wanita itupun bersamaan menghembuskan nafas panjang sambil menyadarkan diri pada kursi dengan lemas.
“Akhirnya.”
“Luna camkan ini !!! aku akan mempertimbangkan lagi jika harus menangani kasus perceraian, apalagi yang suaminya sudah menikah 3 kali. Dengar !!!.”
Terdengar tawa kecil sebelum akhirnya Luna menjawab “Terserah kau saja.”
Lama terdiam sampai akhirnya luna membuka pembicaraan.
“Tapi ayolah jess tidak kah merubah cara pandang mu pada Mr.Clay setelah dia menceritakan kisahnya. Bagiku dia hanyalah korban ketidak adilan hidup ini Jess."
Jessica mulai flashback degan kisah yang diceritakan Mr.Clay tadi. Tragis memang jika harus melihat orang yang kita sayangi meregang nyawa begitu saja disaat mereka sedang sailng membutuhkan apa lagi tanpa alasan jelas. Ia teringat oleh ayahnya yang sebenarnya satu kisah dengan Mr.Clay hanya saja istrinya bukan meninggal melainkan ia pergi begitu saja saat mengetahui kondisi keluarga yang saat itu sedang dibawah. Dimana dia dan ayahnya harus merangkak dari bawah, berusaha agar mempunyai rumah dan uang. Dan akhirnya ayahnya meninggal karena sakit keras yang di deritanya. Mengingat itu semua tanpa disadari air mata Jessica jatuh. Menyadari kejadian itu Luna menyadarkan Jessica.
“Sebuah sejarah ... kau bukan melamun seperti orang bodoh dan sekarang kau menangis apa yang kau lamunkan Hah....!!!! Ms. Visionary?”
“Tidak aku hanya sedih. Kalau mendengar cerita dari Mr.Clay, Tadi tragis ya.”
Jessica berusaha menenangkan dirinya. Tidak ada yang tahu memang mengenai masa lalunya bahkan Luna sahabatnya. Bagimya lebih baik berbagi kebahagian dari pada berbagi kesedihan.
Tidak ambil pusing, Luna mengiyakan tanggapan Jessica.
“Shit..Luna ! Whats wrong with you ? aku masih waras Ok.”
Luna tertawa lepas karena menyadari bahwa temannya itu masuk ke perangkapnya.
“Serius Jess. Ada riset yang membuktikan bahwa orang yang terlalu sering dan lama melamun bisa bisa gila dan bunuh diri”
mencoba membodohi Jessica.
“Kalau aku gila mengapa aku bisa menjadi pengacara dan di terima bekerja sama dengan banyak orang. Kau tau kan sejarah perjalananku seperti apa dan dengan siapa saja hasil pekerjaan ku diakui? “ Balas Jessica dengan nada sombong.
“ Iya ia pekerjaan mu memang sudah diaku di berbagai perusahaan dalam menyelesaikan masalah masalah mereka.” Jawab Luna dengan muka malas.
“Dan jangan lupa pengacara terbaik menurut majalah “ TIME “ .“ lanjut Jessica.
“Terserah kau lah Jess menurut ku kau memang wanita cerdas dan sukses tapi sayangnya mempunyai kebiasaan aneh yang dapa menjauhkan imagemu, aku sarankan jika kau mau.
Perpanjang Record baik mu itu hilangkan dulu Hobby melamun mu itu, nanti jangan sampai ditengah rapat penting dengan klien klien tiba tiba kau melamun dan mengacaukan segalanya.”
“kau bilang begitu seakan akan jika aku melamun adalah sebuah bencana.”
“Tentu saja bencana ! karena ketika kau melamun bagaikan jiwa mu terbawa pergi dan akhirnya kau tampak seperti orang idiot Jess !!!!”
Jassica tidak mau terus bertengkar dengan Luna karena tau tidak akan ada ujungnya. Akhirnya ia memilih berganti topik.
“Aku lapar, kau mau makan siang tidak?” tanya Jessica dengan muka memelas.
Dengan hembusan lembut luna mengiyakan. Mereka pun makan siang bersama dan menghabiskan siang bersama saling berbincang bincang.
Ketika ingin kembali ke apartmentnya, Jessica mendapat telepon. Dia pun segera mengambil ponselnya kemudian mengangkatnya dan ketika Jessica melohat siapa yang menghubuginya seketika dahinya mengkerut tanda bigung dalam hatinya bertanya tanya
“ Kenapa lagi ini ??”