![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
^^^“Sudah sampai. Silahkan masuk Tuan”^^^
Wanita berbaju merah itu membukakan pintu yang di ikuti dengan Fahri beserta tiga sahabat nya yang masuk ke dalam ruangan.
[ Kleek... ] Sebuah Pintu tertutup.
...“Selamat datang...
...Dokter Fahri Nugraha Pratama”...
Sambut seorang lelaki tua yang selama ini sudah ia cari cari keberadaanya oleh Fahri.
...“Paman ....?”...
^^^Ucap Fahri yang kaget melihat orang yang selama ini ia cari ada di depannya.^^^
Sementara diluar parkiran Kinan yang sedang kesal atas perbuatan Fahri yang bersifat kekanak kanakan, yang telah membohonginya.
^^^Sudah dua jam berlalu Kinan menunggu Fahri dan tiga sahabatnya tidak juga keluar dari tempat Rental Games itu dan ia belum menemukan tanda tanda yang mebahayakan.^^^
Kinan berniat untuk mencari makan dan minum sebelum ia membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya.
^^^Kinan terkejut melihat sebuah mobil mewah yang berhenti tepat di samping mobil yang dinaiki oleh Fahri bersama tiga sahabatnya.^^^
^^^Dengan cepat ia melihat beberapa laki laki yang keluar dari dalam mobil dengan tubuh kekar dan wajah yang mencurigakan memasuki tempat rental games. Memancing kecurigaan Kinan ia merasakan ada hal yang tidak beres dengan cepat Kinan mengaktifkan Hendset yang ada di kupingnya agar tersambung oleh atasnya yang sedari tadi ada di dalam.^^^
Kinan membuka jas hitamnya dan memastikan bahwa pistolnya sudah siap untuk di tembakan kalau kalau keadaan sudah diluar batas. Kinan berjalan pelan dengan mengendap endap mendekati pintu masuk rental games.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Jumat,09 November 2019
Pukul 22.32 malam.
...Duaaaaaarrr...
Suara tembakan menggema dalam ruangan. Suara itu berasal dari pistol Kinan.
Dia berjalan masuk sambil memberi peringatan kepada semua orang setelah mereka mendengar tembakan yang di tembakan ke arah langit langit.
Semua orang yang berada didalam ruangan langsung berhamburan. Tiga orang lelaki berbadan tinggi besar berkulit hitam serta berkepala pelontos yang siap menghadang.
Namun tidak sedikit pun nyali Kinan menciut ia tetap berjalan maju untuk mencari keberadaan Fahri.
^^^Ia mendekati ke tiga lelaki itu dengan langkah tegap, mereka saling beradu tatapan seperti sedang menyiapkan strategi untuk melumpuhkan satu dengan yang lain. Terlihat dari sorot mata ketiga lelaki itu, mereka yang sedang meremehkan Kinan.^^^
Kinan mempercepat langkahnya, dan ketiga lelaki itu dengan cepat melayangkan pukulan pukulan keras ke arah Kinan.
Namun sayangnya tidak sehelai rambut pun yang bisa mereka sentuh. Kinan membalas pukulan mereka dengan memanipulasi setiap gerakan sehingga mereka saling berkelahi satu dengan yang lain sehingga terjatuh, sedangkan Kinan hanya santai berlenggang kaki memasuki ruangan.
Langkah kaki Kinan terhenti ketika melihat seorang lelaki yang sedang ia cari cari ternyata itu adalah Fahri yang sedang duduk di kursi dengan tangan yang terikat ia di sandra oleh seorang yang misterius dengan memakai baju serba hitam.
...“Dokter Fahri ?”...
Panggil Kinan. Seketika Fahri dan orang yang mengikatnya itu menoleh bersamaan melihat kedatangan Kinan.
...“Pergi Kinan”...
“Tinggalkan tempat ini jangan ikut campur !!”
^^^Perintah Fahri yang menyuruh Kinan untuk segera pergi.^^^
...“Turunkan senjata mu tuan”...
^^^“Jika tidak maka hari ini adalah hari terakhir kau melihat matahari”^^^
Pintah Kinan kepada penjahat itu, sambil megarahkan pistol dengan tatapan dingin dan wajah yang mengerikan.
...“Ku mohon pergi Kinan”...
^^^Kinan tetap saja tidak menggubris ucapan Fahri.^^^
...Prokk....... Prokk....... Prokk..........
Terdengar Tepuk tangan dari ruangan itu.
Tidak di duga tiba tiba saja seorang wanita berjalan mendekat.
^^^“Wah..wah wah pertunjukan yang sangat menarik. Seorang Fahri Nugraha Pratama ternyata berlindung di balik seorang wanita. Apakah kau sama sekali tidak merasa malu Fahri?"^^^
Fahri hanya menggangkat naik kedua bahunya.
Kinan yang melihat itu bigung dengn reaksi Fahri namun tidak mengganggap itu sebagai hal yang serius, ia hanya bingung dengan keadaan yang ada di sekitarnya dan masih fokus pada lawannya.