![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
Perlahan David mulai maju mendekati Jessica.
...“Apa Yang ?”...
...“Shut... biarkan aku bermain sedikit.”...
“Tidak... tidak... Apa kau gila ? Bagaimana jika tiba tiba seseorang masuk ke ruangan ini?”
“Well... mereka akan melihat kita dan kita akan ketahuan.”
...“Kau memang gila. Lepaskan aku.”...
...“Biarkan aku bermain sebentar.”...
...“Tidak David !!!”...
Merasa jika Jessica terlalu banyak bicara. David langsung mencium bibir Jessica dan ********** habis. Jessica mulai memberonta, namun tangannya di genggam dengan kuat oleh David. Sejenak David membiarkan Jessica meronta ronta hingga akhirnya wanita itu benar benar melemah karena lelah. David pun mulai memainkan permainannya.
Dengan perlahan tangan David mulai menyentuh pingang Jessica, mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Jessica hingga menempel. David mulai menyingkirkan leher baju yang di kenakan Jessica. ******* David mulai turun pada leher Jessica.
...“David !! Hentikan.” Perintah Jessica....
Namun tidak di dengarkan oleh David.
Jessica kembali memberonta, namun kembali juga tangan Jessica di genggam kuat oleh David. Ketika Jessica kembali melemah. David mendorong Jessica agar mundur dan menyudutkan dirinya ke dinding kaca ruangannya, dan mulai meraba paha Jessica. Jessica yang sudah terlalu lelah pun kembali dengan pasrah. Tangan david memulai mengangkat kaki kiri Jessica untuk melingkar di pinggangnya dan mulai mengelus bagian bawah paha Jessica. Meraskan sentuhan yang dilakukan David Jessica mulai mendesah.
David kembali ******* bibir Jessica yang terasa hangat. Tanpa dia sadari Jessica pun mengalungkan tangan nya di leher David seperti mulai mengikuti permainan David. Tidak lama kemudian nafas mereka mulai memburu. Pergerakan mereka mulai cepat. David mengangkat Jessica, membawanya ke sofa, mendudukan Jessica di pangkuannya. David mulai menaikan rok Jessica tapi karena rok Jessica bermodelkan span agak susah bagi David untuk menaikannya dalam keadaan duduk.
David pun berpindah pada baju Jessica, perlahan David mulai mengangkat baju Jessica hingga perut terlihat. Sekarang David bisa menyentuh pinggang Jessica, mengelusnya tanpa halangan. Ketika ingin membuka baju Jessica. Jessica mencegat David.
...“Jangan !!!”...
...“Kenapa ?”...
“Aku tidak ingin kau menanggalkan semua pakaian ku. Ini sudah kelewatan !”
...“Kau takut jika aku menghamili mu?”...
...“Tenang saja kita bisa...”...
“Apa kau gila?” sela Jessica sambil memukul pundak David.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
...“Ayah ??”...
Segera Jessica berdiri dari pangkuan David.
Mr.Clay menghela nafas.
...“Pagi nak.”...
David ikut berdiri disamping Jessica yang dari tadi sudah berdiri merapikan pakaiannya.
“Selamat Pagi Jessica.” Sapa Mr.Clay sambil tersenyum ramah padanya.
...“S...Selamat Pagi Mr.Clay.” Jawab Jessica dengan sangat gugup dan malu....
...“Bagaimana kabarmu?”...
“Baik.” Jawab Jessica sambil tersenyum."
“Ayah ada apa kau kemari?” Sela David yang sedang merapikan dasinya.
“Apakah tidak boleh ayah berkunjung ke ruanggan mu?”
“Ayah menggangu pekerjaan ku saja.” Keluh David sambil berjalan menuju meja kerjanya sambil menduduki kursi.
“ Oh, Kegiatan barusan kau sebut pekerjaan?”
David menghela nafas dengan berat “Tidak Juga !!”
“Lagi pula apa yang kau lakukan disini Jessica? Bukankah belum ada meeting lanjutan untuk Proyek yang kemarin itu?” Tanya Mr.Clay.
Belum sempat Jessica menjawab pertanya dari Mr.Clay. David sudah menjawab duluan pertanyan ayahnya.
“Aku memindahkan dia kesini ayah. Kita akan sering membutuhkan dia. Jadi aku berfikir dari pada dia pulang pergi dari satu kantor ke kantor yang lain. Jadi aku memindahkan kantornya kesini. Lagi pula toh dia memang salah satu bagian dari tim kita.” Jelas David.
...“Ohh...Begitukah David?”...
“Kita yang sering membutuhkan atau kau yang membutuhkannya!”
...“Sudahlah ayah.”...
Jessica yang tidak ingin berada di antara pertengkaran anak dan ayah itu. memutuskan untuk keluar dari ruangan David.
“Mungkin lebih baik saya kembali ke ruangan saya.” Jessica pamit kepada dua pria itu.
^^^ Mr.Clay mengganguk denggan setuju dan Jessica pun keluar dari ruangan itu tak lama setelah Jessica keluar. Mr.Clay menatap David dengan tatapan yang mematikan.^^^