![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
Perlahan ia mendakati Fahri dengan langkah pelan. Sementara Fahri masih memberikan isyarat agar Kinan tidak ikut campur.
...“Minggir !!”...
...“Mundur lah sekarang !”...
...“Atau ku tembakan Tuan mu ini !! “ ...
Wanita itu mengancam dengan pistol di tangannya yang sudah menempel di kepala Fahri.
Sementara Kinan hanya bisa diam mengikuti perintah dari wanita itu sambil mengawasi gerak gerik dari musuhnya.
...“Jangan mimpi nyonya “ ...
^^^Gertak Kinan dengan senyum tipis dan tubuh yang masih tegap. Tidak butuh lama bantuan pun datang.^^^
...Wiuw wiuw wiw wiw wiw...
suara sirine dari Polisi.
...“Polisi !!”...
...“Sial Polisi sudah datang !” ...
Wanita berbaju serba hitam itu menatap tajam penuh dendam ke arah Kinan dan Fahri.
Dengan cepat wanita beserta para penjaganya berlari berhamburan meninggalkan tempat itu.
Dengan santai Kinan menyeringai tanda kemenangan. Tetapi senyum itu hanya sementara karena Fahri sedang menatap ke arah Kinan dengan wajah yang begitu marah. Hanya tersisa Fahri dan Kinan yang ada di ruangan itu.
^^^Fahri marah dan mengobrak abrik semua barang yang ada di ruangan itu.^^^
Kinan yang dibuat bigung oleh tingkah Fahri. Ia berfikir sebenarnya apa yang sudah membuat boss nya begitu marah besar.
...Arrgghhhhh.....
Fahri menjambak kerah baju Kinan. Jarak diantara mereka begitu dekat.
^^^“Bisa gak sih lue gak usah panggil polisi, Lue tu cuman jadi penghancur !”^^^
“Bedebah !”
Makinya kepada Kinan. Seketika Fahri mendorng tubuhnya seketika itu juga tubuhnya terbentur dengan dinding yang ada di belakangnya. Fahri mendorong Kinan begitu keras dengan emosi yang memuncak.
Fahri menatap Kinan dengan penuh kebencian, berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu serta Kinan yang seorang diri, di balas dengan tatapan yang membigungkan oleh Kinan.
“Bukankah apa yang aku lakukan sudah benar”
Tanya nya pada dirinya.
🍂🍂
Sementara itu Fahri yang sedang duduk di tepi jalan dengan jarak yang tidak cukup jauh dari Kinan. Bukan rasa terimakasih yang Kinan dapatkan melaikan raut wajah kesal Fahri yang terlihat jelas.
^^^Kinan begitu sangat kebingungan jelas jelas dia telah menyelamatkan nyawa majikannya itu tapi tak sepatah katapun yang keluar dari mulut Fahri. ^^^
Sementara Fahri yang sedang mencoba untuk menarik nafas ia melihat seorang wanita yang sedang melamun bibawah pepohan yang rindang sembari duduk sambil menggenggam secangkir kopi di tangannya. Ia berusaha menghampiri wanita itu dengan rasa kesal yang masih ada.
...Tuk tuk tuk...
Kinan mengetuk ngetuk ngetukan jarinya ke gelas kopi, menghela napas panjang sembari memandang kopi yang ada di hadapannya. Kinan yang sedari tadi sudah keluar dari tempat rental games .
...“Pulang !!”...
^^^“Lain kali ga usah ikut campur. Gue bukan bocah ingusan yang harus lu jaga”^^^
Seperti petir yang menyambar. Kinan yang sedang duduk melamun itu pun tersadarkan oleh ocehan kasar seorang lelaki tidak lain itu adalah Fahri yang datang dari arah lain.
...“Tapi ini adalah bagian dari tugas ku”...
Jawab Kinan yang masih bingung dengan ucapan Fahri untuk menyuruhnya pulang .
...“Pergi !!” ...
Bentaknya kepada Kinan. Yang berjalan menghampiri Kinan.
Tampa di sangka Fahri melemparkan secangkir kopi hangat ke arah wajah Kinan dengan sangat kasar.
...Craaatttt...
...“Kau bisa pergi sekarang !“ ...
Ujarnya etelah melemparkan kopi tepat diwajah Kinan.
Yang langsung mengotori wajah serta kemeja putih miliknya. Untung saja jalanan pada saat itu sepi sehingga tidak ada satu pun yang melihat tindakan Fahri.
^^^Kinan hanya bisa mematung dan membisu entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Semuanya telah basah.^^^
Fahri berjalan berjauhi Kinan. Dia meninggalkan Kinan dengan keadaan yang basah kuyup. Segera mungkin berjalan mencari taxi, Fahri memberhentikan sebuah taxi di pinggir jalan dan langsung masuk ke dalam taxi.