HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 29



“Aku merasa kita hanya pindah ruangan saja Jess.”


“Kenapa memangnya ?” Tanya Jessica.


“Ya, coba saja kau lihat. Semua barang itu semua berasal dari kantor lama bahkan prabotnya.”


Jessica ikut melihat seisi rungan kerjanya. Menyadari bahwa yang dikatakan Luna itu benar.


“Oh iya. Bagaimana jika kau selesaikan saja laporan akhir Mclaggen mu yang tadi pagi kau rencakan untuk menyelesaikan. Kita hanya berpindah ke ruangan tapi pekeerjaan tidak Jess.”


Jessica menatap Luna. “Luna apa jadinya aku tanpa dirimu.”


“Pengangguran atau bahkan Gelandangan?”


jawab Luna sambil tertawa.


...“Aku serius.”...


...“Aku juga serius jess.”...


^^^“Aku selalu mengingatkanmu untuk mengerjakan ini itu.tanpa ada aku, kau menganggur bukan?”^^^


Jessica terdiam sambil tersenyum asem menyadari bahwa perkataan yang dikatakan Luna itu benar.


Kedua wanita itu sedang bekerja dengan sanga serius. Tanpa disadari tiba tiba pintu ruangan Jessica terbuka dan yang memasuki ruang kerja Jessica adalah Mr.Clay.


...“Boleh aku masuk?”...


“Tentu saja. Silahkan Mr.” Jawab Jessica dengan manis dan ramah.


Mr.Clay memasuki ruangan dan duduk di sofa ruang kerja Jessica. Jessicca menyusul Mr.Clay yang sedari duduk di sofa.


...“Ada yang bisa saya bantu Mr.Clay?”...


“Ah.. tidak Jess. Aku hanya ingin melihat keadaan mu saja. Apa kau nyaman di ruangan ini?”


...“Tentu Mr.Clay. aku menyukai ruangan ini.”...


“Baguslah jika begitu, dan bagaimana dengan Ms.Paston?"


...“Luna selalu bersama ku.”...


“Maksud ku. Tidak kah dia membutuhkan mejanya sendiri?”


“Tidak Mr.Clay. kami berdua memiliki prinsip bahwa meja ku adalah milik Luna juga dan ruangan ku ruangan Luna juga.”


“Benar Mr.Clay.” mengiyakan perkataan Jessica.


“Well.. selama kalian nyaman dan tidak ada masalah. Katakan jika ada sesuatu yang membuat kalian tidak nyaman, okay?”


Kedua wanita itu menggangguk sambil tersenyum ramah.


^^^“Jessica bisakah kau ikut ke ruangan ku?" Tanya Mr.Clay.^^^


...“Tapi ada apa?”...


“Aku ingin membahas sesuatu dengan mu.”


...“Ya tentu.”...


Merekapun beranjak keluar sembari Jessica berkata.


...“Apakah Luna Ikut dengan kita?”...


“Tidak... kita tidak membutuhkan bantuan Luna.”


^^^Jessica memberi isyarat agar Luna menunggu di ruangan. Mereka pun meninggalakn ruangan Jessica, berjalan menuju ruangan Mr.Clay.^^^


^^^Ketika ia memasuki ruangan Mr.Clay. Jessica terkesima dengan ruangan itu sangat besar dan terlihat jauh lebih bagus dari ruangan David. Baginya itu sangat wajar. Mr.Clay adalah pemegang perusahaan ini. Pasti memiliki kantor yang sangat besar.^^^


...“Duduklah Jess.” Pinta Mr.Clay....


Jessica duduk di depan meja Mr.Clay dan Mr.Clay menduduki kursi kerjanya yang berhadapan dengan Jessica.


...“Jadi apa yang ingin anda bahas tuan?”...


...“Mengenai David.”...


“Kalau ini masalah tadi pagi. Tolong maafkan aku.”


“Kau tidak perlu meminta maaf jess. Tenanglah. Aku memaklumi itu. Kalian masih muda dan sudah masanya kalian begitu. Yang ingin aku pertanyakan pada mu. David tidak mengasari mu kan?”


...“Maksud tuan?”...


“Pada saat kau bersamanya. Dia tidak mengasar mu kan? Aku hanya takut dia mengasari mu. Aku mengerti David, jika David dalam mode seperi itu kadang tanpa ddisadari biasanya dia bisa menjadi kasar.”


...“Ti..Tidak.” Jawab Jessica dengan gugup....


...“Apa kau nyaman?”...


Jessica terdiam. Dia tidak tahu harus berbicara apa atau bahkan menjelaskan seperti apa.


“Maaf jika aku bertanya terlalu banyak. Aku hanya ingin memastikan bahwa putera ku memperlakukan mu dengan baik. Itu saja Jess.”


...“Tentu Mr.”...


“Baiklah kalau begitu, Kau bisa kembali ke ruangan mu.”


...“Terimakasih Mr.Clay.”...


...“Sure.”...


^^^ Jessica pun kembali ke ruanggannya. Ketika memasuki ruanganya dia kembali tidak menemukan Luna. Jessica menggeleng gelengkan kepalanya. Dia tidak mau lagi berusaha untuk mencari Luna. Dia pun duduk di kursinya dan kembali menyelesaikan laporannya yang tadi sempat terhenti. Tapi ketika dia sedang serius. Tiba tiba pintu ruangan Jessica terbuka. Jessica mendonggak melihat pintu itu. Ia terkejut melihat David. Seketika sekujur tubuhnya membeku.^^^