HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 20



David langsung menuju lantai 4 untuk menghadiri meeting dengan patner baru did perusahaan mereka. Dengan bersama assistennya dia pun memasuki ruang rapat.


“Selamat pagi Mr. Marck.”


“Selamat pagi Mr.” Sembari bejabat tangan.


“Perkenalkan saya David Clay. Saya putera dari Boby Clay sendiri dan di sebelah saya ini adalah Lucas Marthin. Dia adalah sekertaris sekaligus assisten saya. Well silahkan duduk Mr.Marck.”


“Maaf sebelumnya Mr.Clay. saya mengira saya akan bertemu langsung dengan Bob.”


“Tidak apa apa. Mungkin sedang ada sedikit kesalahan padanya, Jadi mungkin dia akan datang terlambat.”


...“Baiklah kalu begitu.”...


...“Well. Bagaimana Mr.Marck?”...


“Ya. Aku sudah mempertimbangkan dari segala aspek. Dan kalian benar. Ini akan sangat menguntungkan jika kita bisa membangun sebuah resort di pantai Maldives. Disana pemandangannya sangat luar biasa. Tentu saja Resort kita akan berkembang dengan pesat disana.”


“Tentu saja Mr.Marck. itulah mengapa kami menawarkan kerja sama ini pada perusahaan anda. Karena kami sudah melihat peluang yang sangat besar pada lokasi tersebut.


“Dan juga kami sudah melakukan pelengkapan berkas berkas mengenai proyek ini Mr.Clay. Mulai dari detail pantai dan juga surat surat persetujuan yang bisa anda tanda tangani. Dan juga karena kita sedang memasuki wilayah baru sama sekali belum tersentuh. Ada beberapa peraturan peraturan kontruksi yang bisa anda baca terlebih dahulu sebelum anda menyetujuinya. Silahkan anda pelajari dulu.”


David pun membuka berkas yang Mr.Marck berikan dan membacanya degan seksama.


“Mr.Marck bagaimana jika saya membawa


berkas berkas ini dulu untuk saya rundingkan dengan para kolega saya. Karena kami harus mempertimbangkan setiap detail proyek ini untuk memutuskannya. Dan mengenai persetujuan serta peraturan nya kami harus konsultasi dengan penasehat hukum kami. Jika keputusannya sudah di tetapkan. Saya akan segera menghubungi anda kembali Mr.Marck. Bagaimana ? “


“Well tentu. Tentu saja. Pertimbagkan saja dulu baik baik. Lagi pula ini adalah proyek besar perlu pertimbangan yang benar benar matang.”


...“Terimakasih Mr.Macrk."...


“Ya. Tentu Mr.Marck. Lunas akan mengantarkan mu.”


David memberi tanda pada Lucas. Lucas langsung bergerak dengan cepat.


“Mari Mr.Marck.”


“Baiklah.”


Yang diiringi oleh David keluar dari ruang rapat. David menuju ruang kerjanya. Begitu dia memasuki ruang kerjanya dia terkejut.


“Ayah ?” Dia mendapati ayahnya sedang duduk bersantai di sofa ruang kerjanya.


“Kenapa ayah disini ? mengapa ayah tidak menghadiri rapat pagi ini?”


“Ayah sengaja. Ayah ingin kau membiasakan diri mu untuk mengghadapi perusahaan perusahaan besar David. Supaya jika kau sudah menggantikan ayah. Kau sudah terbiasa dengan meeting meeting penting seperti itu. Jadi apa hasilnya?”


David berjalan menuju meja kerjanya dan duduk disana.


“Banyak yang harus di pertimbangkan ayah. Aku ingin mengadakan rapat dengan para kolega ddan juga penasehat hukum. Kita harus membahas proyek besar ini secara detail.”


“Baik kalau begitu. Lucas akan menghubungi para kolega kolega kita dan kau akan menghubungi penasehat hukum kita.”


“Mengapa harus aku yang menghubungi penasehat hukum? Kenapa bukan Lucas saja.”


“Mengingat yang berkencan dengannya bukan Lucas melainkan kau !”


David menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya. Dia lupa kalau wanita itu sekarang adalah penasehat hukum mereka.