![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
“Hai..” Sapa David dengan tersenyum pada Jessica.
...“Boleh aku duduk?”...
...“Ya.”...
David pun duduk di depan meja Jessica.
...“Ada apa?”...
“Maafkan aku. Tadi pagi aku membuat mu malu di depan ayah ku.”
“Tidak apa apa. Lagian sudah terjadi.” Jawab Jessica sambil tersenyum.
“Ya. Dan sebagai permintaan maaf ku. Aku ingin menggajak mu keluar malam ini. Boleh?”
“Malam ini?” Tanya Jessica yang terkejut.
“Ya. Aku ingin mengajak mu menonton, itu jika kau mau.”
Jessia terdiam sejenak. Dia mulai memikirkan apa yang akan terjadi dibalik ajakan David ini. Semenjak perlakuan perlakuan David pada nya. Dia merasa harus sedikit mempertimbangkan jika David mengajaknya kemana mana.
...“Bagaimana?”...
...“Kita mau menonton apa?”...
“Apaa saja. Kalau kau tidak mau menonton juga tidak apa apa atau mungkin kau ingin jalan jalan kemana?”
“Baiklah. Hanya menonton saja !” Jessica memastikan rencana mereka.
“Ya kita menonton saja.” Jawab David sambil tersenyum.
...Setelah mempertimbangkan. Jessica pun setuju. Baginya tidak apa apa kalau hanya menonton. Lagi pula itu di bioskop banyak orang yang menonton. Mana mungkin David mau berbuat macem macem depan umum....
“Aku jemput jam 8 Malam.”
“Sure.”
Setelah itu David beranjak keluar dari ruagan Jessica.
^^^David memasuki ruang kerjanya dan duduk di kursi kerjanya. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.^^^
...“Dimana kau?”...
“Keruangan ku sekarang !” Perintah David.
Tak lama kemudian pintu ruangan David terbuka dan masuklah Lucas.
...“Ada apa?”...
“Aku mau kau lakukan sesuatu untuk ku malam ini.”
“Aku ingin membooking theater hanya untuk ku menonton malam ini.”
“Apa kau yakin bos?”
“Kau menonton sendiri di theater itu?”
“Bisakah kau tak usah bertanya ddan lakukan apa yang ku minta?”
Lucas menghela nafas “Kau ingin menonton apa?” Tanya Lucas dengan malas.
“Apa saja. Lagian pula aku tidak akan menonton film itu. Aku akan sibuk.”
Siapa yang mengatkan aku akan sibuk bekerja disana? Aku pasti akan sibuk. Sangat sangat sibuk.” Kata David sambil menyeringgai.
...“Aku tidak mengerti.”...
David menatap Lucas. “Aku tidak meminta mu untuk mengerti. Aku meminta mu untuk melakukan apa yang tadi ku minta !!” Tegas David.
“Okay okay.” Kata Lucas sambil berjalan keluar.
...“Dan satu lagi Lucas.”...
...“Apa?”...
^^^“ Aku ingin ada minuman di dalam theater nanti.”^^^
...“Baiklah.”...
...“Dan selimut.”...
Lucas sontak berbalik ke arah David.
...“Selimut??”...
“Ya selimut. Jangan bertanya dan langsung kerjakan.”
Lucas menggeleng tak mengerti dengan permintaan aneh bosnya. Dia pin keluar dari ruangan David dan ketika Lucas akan berjalan menuju Lift dia bertemu dengan Mr.Clay.
“Selamat siang Mr.Clay.” Sapa Lucas dengan ramah.
...“Siang Luke. Kau mau kemana?”...
...“Ada kerjaan dari David Tuan.”...
...“Kerjaan?”...
...“Dia membooking 1 theater untuk dirinya.”...
“Apa?” Tanya Mr.Clay yang terkejut mendengarnya.
“Itu yang dia katakan tuan. Dia melarang ku untuk bertanya dan langsung megerjakan.”
Mr.Clay mulai memutar otak mencari alasan mengapa David ingin membooking 1 theater menonton hanya untuk dia sendiri. Bagi Mr.Clay tidak mungkin David melakukan itu, konyol sekali. Hingga fikiran Mr.Clay mengarah ke Jessica.
...“Apakah dia memesan minuman juga?”...
“Ya tuan. Dia memesan agar di dalam theater di sediakan minuman.”
Mr.Clay tersenyum seakan ia mengetahui isi dalam kepala David.
“Baiklah. Tapi pastikan setelah ia memasuki theater, pintu theater itu di kunci.”
“Maksud tuan? David di kunci di dalam Theater begitu?”
...“Ya.Bisakan?”...
...“Bisa tuan.”...
...“Okay kerjakan.”...
Lucas pun berjalan menuju lift dan beranjak turun. Selama dalam perjalanan turun. Lucas bertanya tanya.