![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
...Tring...
Tidak butuh waktu lama pintu lift sudah terbuka.
^^^“Saya duluan ya Kinan dan Selamat Beristirahat”^^^
dr.Maria yang mengusap lembut pundak Kinan berjalan duluan meninggalkan Kinan seorang diri.
...“Terimakasih dokter” ...
Balas Kinan dengan tersenyum.
Tidak butuh waktu lama lift kembali terbuka mengantarkan Kinan yang menuju kamarnya.
Kinan membuka pintu kamarnya.
^^^Namun betapa kagetnya dia ketika melihat seseorang yang sedang berbaring di bednya. Dengan cepat jiwa kesatria yang Kinan miliki keluar. Dia melangkahkan kakinya secara perlahan lahan agar orang tersebut tidak menyadari kehadiran Kinan. Ia sengaja membiarkan pintu ruangan terbuka agar ada seseorang yang bisa membantu kalau saja nanti Kinan kalah.^^^
Kinan melangkahkan kaki nya dengan lebar menempel dengan brankar [bed pasien].
^^^Jemarinya mengggenggam erat selimut yang ada disana. Dalam satu kali hentakan Kinan menarik selimut yang nutupi tubuh seseorang yang tidak lain itu adalah Fahri.^^^
...“Fahri?”...
^^^“ Wah wah wah wah benar benar dokter ini hanya bisa membuat onar”^^^
“Dokter mana yang dengan teganya tidur di brankar pasien”
Oceh Kinan dengan perasaan yang tidak percaya terjadi yang terjadi di hadapannya.
Fahri yang mendengar ocehan dari Kinan mulai terusik dari tidurnya.
...“Ada apa?”...
...“Kenapa kau menatap ku seperti itu” ...
^^^Tatapan mematikan untuk Fahri.^^^
“Apa kau bisa menatap ku biasa saja”
^^^“Mata mu itu seperti ingin keluar. Aku tahu aku ini dokter yang paling tampan yang ada di Rumah Sakit ini bahkan sudah jarang dan hampir bisa dikatakan akan mengalami kepunahan” ^^^
Sanjung Fahri dengan rasa tidak bersalah.
...“Haaaaa.... Apa?”...
^^^“Sudah gila dia. Dia memuji dirrinya itu tampan?”^^^
“Sehari saja tidak menyusahkan ku itu lebih baik”
^^^ Gumam Kinan yang masih diam dengan sikap Fahri.^^^
...“Ehem..”...
...“Maaf Tuan, Kenapa anda tidak pulang saja”...
“Anda bisa beristirahat dirumah jika anda mau”
^^^Celetuk Kinan yang membuat Fahri sedikit kesal.^^^
“Apa kau sedang mengusir ku saat ini?”
^^^“Apa kau lupa jika aku ini adalah Tuan mu, Majikan mu!” ^^^
Fahri mempertegas posisinya.
^^^“Apa hak mu ngatur ku. Aku mau pulang atau tidak itu bebas bukan?^^^
^^^Itu bukan menjadi urusan mu jika aku ingin tidur dimana bahkan di bed ini juga bukan urusan mu” ^^^
Fahri terus saja memarahi Kinan tampa ampun.
“Nampaknya kau sudah sehat sekarang. Makanya bisa berjalan jalan dan berpelukan di taman”
^^^sambil mengetuk pelan pelipis Kinan.^^^
“Apa? Maaf Tuan aku tidak mengerti dengan ucapan mu tadi?”
^^^Kinan hanya bisa bigung dan membulatkan matanya. ^^^
“Ucapan yang barusan keluar itu. Apakah dia mulai merasakan cemburu?”
...“Ah ... tidak . Tidak mungkin” ...
^^^Kinan mulai mengacau ngacau lamunannya.^^^
“Baiklah tuan jika anda menginginkan tidur disini. Saya bisa tidur di luar”
“Cih...Sudahlah aku berubah fikiran. Kau bisa tidur disini”
^^^Fahri mulai berdiri membangunkan dirinya bahkan merapikan tempat tidur yang tadi sudah ia berantakin.^^^
“Wah wah wah nyonya”
^^^dengan menepuk tangan Fahri membalas kembali sikap Kinan.^^^
“Bukannya kamu tadi marah marah saya tidur disini sekarang malah berlagak jadi jagoan. Mau tidur di luar”
...“Tidur sekarang juga” ...
Fahri memerintah Kinan untuk segera tidur dan tidak perlu membuat drama dengan ingin tidur diluar. Dengan wajah yang menyeramkan.
^^^“Apakah dia pantas di sebut sebagai seorang dokter ?”^^^
“Tingkahnya yang selalu berubah ubah dia lebih pantas menjadi orang gila baru pantas”
^^^Kinan berbalik tidak menggubris apa yang tadi di katakan Fahri. Dia berusaha menahan amarahnya ^^^
Segera mencari tempat tidur untuk malam ini, namun baru selangkah tangannya di cekal oleh Fahri.
Fahri menarik Kinan dengan paksa menuju brankar tanpa ada perlawanan. Segera mencari tempat tidur untuk malam ini, namun baru selangkah tangannya di cekal oleh Fahri.
^^^Fahri menarik Kinan dengan paksa menuju brankar tanpa ada penSegera mencari tempat tidur untuk malam ini, namun baru selangkah tangannya di cekal oleh Fahri.^^^
Fahri menarik Kinan dengan paksa menuju brankar tanpa ada penSegera mencari tempat tidur untuk malam ini, namun baru selangkah tangannya di cekal oleh Fahri.
^^^Fahri menarik Kinan dengan paksa menuju brankar tanpa ada penolakan yang Kinan berikan. Bukanya ia tidak mampu untuk melawan tapi ia tidak ingin membuat keributan.^^^
“Tadi kamu di taman ngapain sama Galih?”
^^^Tanya Fahri sambil membawa Kinan menuju brankar.^^^
^^^“ Hanya mengobrol” Kinan menatap Fahri dengan tatapan menusuk.^^^
“Apa kamu yakin hanya mengobrol ?”
^^^“Jika hanya mengobral kenapa harus ada acara peluk pelukan segala?”^^^
...“Bukanya itu terbawa” ...
Fahri mencoba memprofokasi Kinan. Namun sepertinya tidak berhasil.
“Ingat ini baik baik. Saya tidak suka dan ingat tugas mu itu hanya menjaga saya. Ngerti!
Sampai saya lihat lagi saya akan laporkan ini ke paman mu agar paman mu yang di hukum”
^^^Ancam Fahri yang diselimuti api cemburu.^^^
“Maaf Tuan tapi ini tidak seperti yang anda fikirkan”
^^^Kinan mencoba untuk menjelaskan namun lagi lagi di tolak oleh Fahri.^^^
^^^“Sudahlah mana da maling ngaku. Jika ada maka penjara akan penuh”^^^
...“Tapi saya ini bukan maling !”...
“Iya mana ada maling yang mau ngaku !”
...“Saya bukan maling”...
“Mana ada maling ngaku ngerti gak kamu !!!”
“Sudah saya katakan saya bukan maling !!”
^^^“Saya sudah tegaskan di dunia ini tidak ada maling yang ngaku “^^^
“Tuan. Saya bukan maling “
Mereka terus saja bertengkar. Dengan cepat Kinan berdiri kembali ia menutup pintu ruangan dengan tenaga penuh.
...Dughhh...
...“ Dihh... kenapa dia yang marah”...
...“Menyebalkan sekali” ...
bukannya pergi untuk keluar dari ruangan Kinan. Fahri malah tidur di kasur yang harusnya di tempati oleh Kinan kemudia ia melanjutkan mimpinya yang sempat tertunda oleh omelan Kinan.
^^^Dan malam ini menjadi misteri dimana Kinan akan tidur.^^^
AYOOO.... TEBAK DIMANA 😆