HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 28



^^^Mr.Clay mengganguk denggan setuju dan Jessica pun keluar dari ruangan itu tak lama setelah Jessica keluar. Mr.Clay menatap David dengan tatapan yang mematikan.^^^


...“Apa itu David ?”...


“Kau baru saja bertemu dengannya dan kau sudah mencoba untuk menidurinya !?”


“Aku sudah bilang pada mu ayah. Ini bukanlah urusan mu!!!”


“Ini juga kantor ku David. Jadi apapun yan terjadi dikantor ini, itu juga akan menjadi urusan ku !!!”


David menghela nafas


“Tapi Jessica adalah urusan ku yang tidak perlu ayah campuri. Lagi pula ayah yang menginginkan aku untuk mengenalnya sampai ayah mengatur malam untuk ku dan Jessica waktu itu. Sekarang aku sudah mengenalnya dan sama saja kau sudah menyerahkan Jessica pada ku ayah, jadi sekarang wanita itu urusanku !.” tegas David.


Mr.Clay merasa jika ini semua memang hasil perbuatanya. Pria tua itu bersandar di sofa.


^^^“Okay okay ayah tidak akan mencampuri urusan mu denganya. Tapi tolong lihat situasi dan kondisi jika kau ingin berbuat mesuem. Jika kejadiannya seperti tadi kau bisa mengunci ruanggan mu, bagaimana jika tadi bukan ayah mu yang masuk dan orang lain yang masuk?^^^


^^^Dan satu lagi, kalian baru saja bertemu. Ayah mohon jangan kau hamili dia. Itu hanya bisa terjadi ketika kau sudah menikahinya !”^^^


“Terimakasih ayah untuk saranya. Tapi untuk mengahamilinya.”


“Ayolah David. Kau tau betapa turun nya image kita jika mengetahui kau menghamili anak orang diluar nikah ? Dasar Bodoh !!! kau juga akan membawa nama perusahaan ini.”


“Tenanglah ayah, kau sama paniknya seperti Jessica, Ketika aku ingin menyentuhnya.”


“Dan ya, Berbiacra dengan sentuhan. Perlakukan dia dengan baik. Jangan terlalu kasar padanya.”


“Luna.”


Jessica yang baru masuk ruangannya mendapati sahabatnya tidak ada dan ruangan yang kosong. Dia segera menghubungi Luna.


...“Dimana kau Luna?”...


“Maaf Jess, Aku tadi menunggu mu di ruagan itu dan kau lama. Jadi aku sempat keluar untuk berjalan melihat lihat kantor. Aku sekarang berada di lantai 23.”


...“Lantai 23?” tanya Jessica....


“Ya, aku berjalan bersama Lucas.”


Jessica menghela nafas


“Kemarilah sekarang juga.”


...“Baiklah.”...


...“Jess..”...


...“Masuklah.”...


Luna pun langsung masuk dan duduk di depan Meja Jessica.


“Apa yang kau lakukan di sebelah? Kenapa lama sekali ?”


...“Ada hal yang sedang aku bicarakan.”...


“Tadi aku mencoba mendengar dari sini tadi tidak mendengar apapun sama sekali.”


Jeesica menghela nafas “ Ruangan itu kedap suara.”


...“Bagaimana kau tahu?”...


“ Bukankah kita baru saja sampai disini?"


Sontak membuat Jessica kaget. Dia tidak sengaja mengatakan itu. Harusnya dia berpura pura tidak tahu. Informasi mengenai ruangan kedap suara dia mengetahuinya seketika David sedang merayunya di ruangan itu.


Dan mencari cari alasan agar Luna tidak mencurigainya.


“Emm.... Tadi Mr.Clay memberitahunya.” Jawab Jessica dengan hati hati.


Jessica kembali menatap Luna.


“Dan kau?, apa yang kau lakukan bersama Lucas?”


“Dia hanya mengejak ku berkeliling kantor agar aku lebih mengenal kantor ini.”


“Mengenal kantor ini atau mengenal hal yang lain?” Tanya Jessia dengan wajah menggoda Luna.


“Tidak Jess... jangan berfikir yang aneh aneh.”


“Kau saja selalu berfikir aneh tentang aku dan David. Mengapa aku tidak boleh berfikir aneh aneh tentang kau dan Lucas ?”


“Karena kau dan David sudah terbukti Jessica?” Luna membela diri.


Jessica semakin mendengus dengan kesal.


“Entahlah Luna. Aku belum di beri pekerjaan.”


Luna melihat keseliling ruangan. Disana lemari berkas berkas dari ruangan Jessica di kantor lamanya pun ikut terbawa. Meja, kursi dan semuanya.