HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 1



^^^Rabu, 10 Oktober 2019^^^


^^^Pukul 22.00 Malam.^^^


Fahri sedang mengetuk ngetuk pulpen di meja kamarnya. Dia sedang memikirkan tentang bagaiamana ia mengusir para Pengawal yang di bayar oleh ayahnya.


Berbagai cara sudah dilakukan Fahri untuk membuat Kinan mengundurkan dirinya sebagai bodyguard nya. Fahri sudah berlaku kasar, bertingkah menyebalkan serta memberikan perintah yang menurutnya itu tidak begitu penting untuk seorang bodyguard lakukan.


Tapi usaha Fahri untuk mengusir dan mendempak Kinan nampaknnya gagal. Sebenarnya memiliki bodyguard itu tidak ada salahnya dan wajar wajar saja tetapi bagaimana jika pengawalnya itu adalah seorang wanita cantik? Tentu saja menurutnya itu memalukan.


Ayahnya sudah sering sekali menyakinkan Fahri bahwa pengawal itu memiliki kemampuan di atas rata rata setara dengan lelaki. Tetapi teap saja dia sangat gengsi jika harus dikawal oleh seorang wanita. Sejak dulu hingga sekarang tidak ada satupun pengawal yang bertahan lama.


Mereka hanya bertahan paling lama hanya satu bulan.Tentu saja di karenakan sikap Fahri yang sangat arrogan, kasar dan menjengkelkan yang tentu saja membuat pengawalnya kewalahan. Namun keajaiban apa yang terjadi dengan pengawal baru yang satu ini. Sudah satu bulan dia bekerja dengan Fahri dan selama itu juga sikap Fahri begitu kasar terhadap Kinan.


Namun Kinan belum juga memberikan surat pengunduran diri ini betul betul membuat Fahri sangat jengkel dengan pengawal barunya itu.


...“Arggghhhhh..... Sial”...


Fahri mendengus kesal.


...Ting......


Sebuah Notif pesan yang baru masuk menyadarkan Fahri bahwa ada pesan yang baru saja masuk ke ponselnya dari seorang teman.


From : Zeus


^^^“Gua udah dapet alamat orang yang elu cari kemarin. Gua, Galih dan Rino udah nunggu elu di dalem mobil cepetan keluar”^^^


Setelah menerima pesan. Fahri langsung meninggalkan ruang kerjanya. Fahri melihat jam yang ada di tangan kiri nya menunjukan pukul 14.30 yang artinya tugas Fahri untuk hari ini sudah selesai. Ia mulai keluar segera menuruni anak tangga rumah sakit.


Fahri segera menghampiri Kinan yang sedang duduk di sekitar taman Rumah Sakit, ada senyuman kecil dan licik yang terlihat di wajahnya.


^^^“Kinan saya lapar, bisakah kamu membelikan Bakso dengan kecap yang banyak dan juga sambel 1 sendok sedikit saus” ^^^


Kinan yang mendengar permintaan itu begitu heran dengan sikap Fahri yang tidak seperti biasanya.


^^^“Tuan, bukankah jam istirahat sudah selesai?, dan sekarang adalah waktunya untuk jam pulang.”^^^


“Saya begitu sangat lapar, ayolah Kinan apa kau ingin melihat Tuan mu ini mati kelaparan”


^^^Masih dengan raut wajah yang memohon Fahri mencoba meyakinkan Kinan.^^^


“Baik tuan, akan saya pesankan”


Dengan sigap Kinan segera pergi menuju kantin Rumah Sakit, yang meninggalkan Fahri sendirian berada di taman. Tampa Kinan sadari Fahri yang menolehkan sedikit pandangan nya, menatap Kinan yang sudah berjalan jauh dengan tatapan licik.


Dengan senyum yang penuh dengan kemenangan. Dia segera membuka ponselnya.


...“Hello Bro. Lets Go” ...


Fahri Memberikan peritah.


Seketika mobil sport berwarna merah berhenti di depan Fahri yang di dalamnya sudah ada Zues, Galih dan Rino ketiga sahabat yang dekat dengan Fahri sejak kecil.


Rino membukakan pintu mobil untuk Fahri.


“Ayo masuk pak Dokter”


^^^Goda Rino dengan tersenyum lepas kepada Fahri.^^^


Fahri dengan segera masuk ke dalam mobil kemudian dengan cepat Zues langsung melajukan mobilnya.


[ Semoga suka ya sama cerita kali ini, jangan lupa untuk selalu dukung karya Author biar makin semangat ,jangan lupa like, favorite yang belum jadiin favorite, ]