HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 32



...“Hay ayah.” ...


Sapa David sambil tersenyum gembira.


“Wah... wahh.. wah sepertinya putera ku sedang berbahagia hari ini.”


^^^ Kata ayahnya yang sedang duduk bersantai diruang keluarga.^^^


“Sangat bahagia ayah.”


Balas David sambil menaiki tangga menuju kamarnya.


“Baguslah kalau begitu. Ayah tidak perlu lagi susah susah untuk memikirkan kebahagian mu lagi. Thanks to Jessica.”


Langkah David terhenti ketika ingin menaiki anak tangga berikutnya.


“Tunggu. Ayah tau dari mana?”


“Ayolah David. Ayah sudah mengatakan ayah tahu segalanya.”


David terdiam sejenak. Tiba tiba saja berteriak menyebut nama assistent nya itu.


...“LUCAS !!!!”...


“Tenanglah ini bukan salahnya. Aku yang bertanya padanya. Seharusnya kau bersyukur punya assistent sepertinya yang jujur, dalam hal kecil saja dia jujur apalagi hal besar David.”


^^^David mendengus kesal sambil melanjutkan langkahnya menuju kamar.^^^


Beberapa jam kemudian David sedang bersiap siap untuk menjemput Jessica.


...“Bagaimana?”...


...“Cool bos.”...


...“Are you sure?”...


...“Ya, off course.”...


^^^“Lets’go, ini waktunya untuk bersenang senang.”^^^


“Well have fun bos.”


Ujar Lucas sambil memberi konci mobil David.


David yang sedang berjalan menuruni tangga manssion dan menuju pintu keluar. Namun ayahnya berhasil mencegatnya.


...“Ingat. Perlakukan dia dengan baik.”...


“Tenang lah ayah, Aku tahu itu.”


Sambil menenangkan ayahnya.


...“Baiklah. Have fun boy.”...


David tersenyum dan kemudian keluar dari manssion. Dia langsung menaiki mobilnya dan menancap gas mobilnya untuk menjemput Jessica.


^^^Ketika sampai. David langsung menuju kamar apartment Jessica.^^^


Dan kemudian... terdengar suara orang mengetuk pintu.


...Tok....tok..tok....


^^^Tak lama kemudian pintu yang berada di depan. David terbuka. Dia terkejut yang membuka pintu itu ternyata Luna.^^^


...“Ms.Patson ??”...


...“Tunggu sebentar lagi tuan.”...


^^^Setelah beberapa menit menunggu, keluarlah Jessica. David terpana dengan penampilan Jessica.^^^


...“Damn !!!”...


^^^Jessica mengenakan Dress yang David berikan. Jessica mengenakan mini dress hitam yang dapat memperlihatkan kakinya yang indah.^^^


...“Thanks David.”...


...“For what?”...


...“The Dress.”...


...“Ya, Sure.”...


...“Kau baik baik saja. David?”...


“Ya, aku baik baik saja. Ayo kita berangkat?”


...“Baiklah.”...


Mereka pun berangkat menuju bioskop.


...“Kita akan menonton apa?”...


...“Kau lihat saja nanti.”...


Kata David sambil tersenyum licik.


^^^Setelah menempuh perjalanan lama. Mereka pun sampai di tujuan. Mereka memasuki bioskop dan menuju ke dalam theater yang sudah di pesan David. Ketika memasuki theater langkah Jessica sempat terhenti.^^^


...“Apa ini tidak salah?”...


...“Maksud ku, apa kita tidak salah masuk theater?”...


...“Ya, kenapa?”...


“Belum ada orang, ini terlalu sepi atau kita yang terlalu cepat datang?”


...“Tidak Jess, Kita tepat waktu.”...


...“Tapi?”...


“Aku sengaja memesan theater untuk kita berdua Jess. Kau sangat tahu jika aku sangat menjaga privasi.”


^^^Seketika tubuh Jessica menjadi kaku. Saat berjalan memasuki dalam theater dan fikirannya mulai melalang buana. ^^^


^^^ Membayangkan apa jadinya jika mereka hanya berduan didalam theater yang besar seperti ini.^^^


David membawa Jessica ke tempat mereka duduk. Disana sudah tersedia minuman dan selimut yang ukurannya cukup besar.


...“Untuk apa selimut ini?”...


“Ya, kalau saja nanti kau kedingginan, kau bisa menggunakannya.”


Sambil tersenyum manis.


Mereka pun duduk dengan lampu theater yang mulai redup dan film yang sudah di putar.


Ketika mereka duduk berdekatan. Jessica mulai mengambil jarak aman dari David, namun David menggenggam tangannya sehingga Jessica tidak bisa lagi kemana mana.


Ketika film theater berputar David pun memulai permainannya. Perlahan tanganya mulai menyentuh paha Jessica, wanita itu mulai merasa gugup . dia menatap layar theater dengan tidak fokus fikirannya mulai konsentrasi dengan sentuhan David.


Tangan David mulai beranjak maju kedalam mini dress Jessica. Tapi Jessica dengan segera mencegat tangan David namun tidak bisa. Tubuh David seakan menjadi keras. David membuat tanda pemilikan di leher Jessica.