HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 17



“Baiklah.” Jawab David dengan rasa putus asa.


Dia pun berjalan keluar kamar, menuruni tangga mansionnya dan berjalan menuju pintu luar.


...“Mobilmu sudah siap.”...


...“Thanks Lucas.”...


...“Good Luck.”...


“Heh I don’t need luck. Kau tau aku pasti beruntung jika berurusan dengan wanita.” Kata David dengan menyeringai pada Lucas.


...“Terserah kau saja.”...


Dengan segera David menaiki Porsche hitamnya dan pergi. Begitu sampai di apartment Jessica. David menuju meja resepsionist.


“Selamat malam tuan, Ada yang bisa saya bantu?”


“Ya, saya ingin ke apartment Jessica France.”


“Baik, Apartment nyonya Jessica France ada di lantai 7 di ujung lorong tuan.”


Tanpa berlama lama.David naik ke lantai 7 dan berjalan menuju apartment Jessica.


Dia sempat memperbaiki jasnya sebelum mengetuk pintu apartment Jessica. Ketika David melihat orang yang membuka pintu apartment seketika David mematung. David terpana dengan kecantikan Jessica.


Jessica memang terlihat cantik malam ini. Dia memakai dress merah selutut yang sedikit transparan, yang dapat memperlihatkan lekuk tubuhnya dan dalaman hitamnya. Jessica terlihat sangat menggiurkan.



David menelan ludah berkali kali ketika melihat Jessica. Entah mengapa ada sesuatu yang seketika terbangun dari David.


“A..pa kau baik baik saja. David ?”


“Ya.. ya Im fine, Kau sudah siap?”


“Ya aku siap.”


“Ayo kita pergi.”


Mereka pun keluar dari apartment Jessica berjalan untuk mencari keberadaan mobil yang David parkirkan. memasuki mobil dan pergi.


“Kau ingin membawa ku kemana?”


“Entahlah.. aku juga bigung ingin membawa mu kemana, Apa ada saran?”


“Kau meminta saran ku?” Tanya Jessica terkejut dengan keramahan David.


“Ya.. kau mau kemana?”


“Mmm.... aku mengikuti mu saja.” Jawab Jessica sambil tersenyum manis.


David mulai berfikir akan membawa Jessica kemana hingga dia pun mendapat ide.


“Bagaimana sambil memikirkannya kita makan malam dulu?”


...“Okay.”...


...“Kau ingin makan apa?”...


...“Aku mau Spagethi carbonara.”...


Pelayan itu pun menulis pesanan Jessica.


...“Aku makan Steak saja.”...


Setelah memesan makanan. Mereka sempat berbincang bincang sembari menunggu makanan mereka datang.


...“Kau terlihat cantik malam ini.”...


“Terimakasih. Kau juga terlihat tampan David.” Balas Jessica.


“Terimakasih banyak atas tawaran kerja samanya, saya sangat menghargai itu.”


“Percayalah aku sendiri juga awalnya tidak mengetahui itu dan jujur awalnya aku tidak begitu yakin dengan keputusan ayah, tapi setelah melihat ulasan mengenai dirimu,Ternyata ayah tidak salah pilih.”


...“Kau membaca ulasan mengenai diriku?”...


...“Ya. Kenapa?”...


...“Tidak apa apa.”...


Pesanan mereka pun datang. Mereka menyantap makanan mereka bersama.


“Aku tahu sekarang. Aku ingin membawa mu kemana.”


“Kemana?”


“Nanti kau lihat sendiri.”


Jessica merasa David yang dalam bayangannya berubah menjadi lebih ramah dan sopan. Bukan David yang menjengkelkan. Jessica merasa nyaman ketika berbincang bincang dia sangat senang.



Ketika makan malam mereka selesai. Mereka pun pergi. Jessica penasaran kemana David akan membawanya dan ternyata. Sampai di tempat tujuan.


...“Turunlah.” Ujar David....


David membawa Jessica ke sebuah restaurant lain. Tidak lai itu adalah miliki keluarganya sendiri.


“Ini adalah salah satu restaurant yang masuk dalam properti CLAY COMPANY milik ayah.”


“Apa yang kita lakukan disini?”


“Aku ingin memperlihatkan sisi lain dari kota ini pada mu pada malam hari.”


“Ikutlah.”


Jessiaca pun mengikuti David, memasuki restaurant. Ketika para pelayan melihat David mereka menunduk hormat pada David. Mereka menaiki lift menuju bagian outdoor restaurant. Ketika sampai disana. Jessica sanggat terpukau.


“Wow.. disini sangat indah.” Jessica melihat sekelilingnya. Dekorasi restaurant sangat selaras dengan pemandangan malam kota L.A membuat tempat itu terlihat sangat indah.