HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 8



^^^Kinan menyadari bahwa mereka berdua adalah sepasang suami istri yang gila, bertengkar di tempat umum sementara orang orang yang berada disana seperti tersihir memperhatikan drama yang penuh dengan perhatian serta keheningan.^^^


...Tin....tin..tin...


...Tin......tin...tin...


Suara klakson mobil yang terdengar dari kejauhan.


...“TIDAK !!”...


Kinan dengan cepat berlari menghampiri pasangan suami istri.


...“Ayo bangun sekarang”...


...“Hiks....hiks...hiks..”...


Kinan mencoba menarik lengan mereka untuk berdiri namun mereka masih sibuk menagis.


Jarak antara mobil dengan mereka begitu sangat dekat.


^^^Kinan yang menagkap bahwa ada hal yang tidak beres dengan seorang pengendara itu ia merasa bahwa orang yang mengendari mobil itu sedang dalam keadaan mabuk atau rem blong sehingga tidak bisa memberhentikan mobil yang ia kendarai.^^^


...Bruggggggh............


Sepasang suami isri itu terlempar ke tengah jalan, untungnya tidak ada darah yang mengalir dari tubuhnya.


^^^Seketika lalu lintas berhenti. Orang orang mematung hanya bisa menonton apa yang ada di depan hadapan mereka, asap kendaraan serta debu menjadi satu menambah kotor polusi udara di pagi hari.^^^


...“Uhuuuuk.... Uhuuuuk.... Uhuuuuk....”...


Darah yang segar mengalir dari mulut Kinan. Namun sebelum itu Kinan memastikan kedua sepasang suami selamat dari maut sambil tersenyum.


...“Syukurlah mereka terselamatkan”...


^^^Sementara Kinan hanya bisa melihat mobil yang menabraknya. Gambaran mobil yang berubah menjadi hitam pekat setelah itu Kinan kehilangan kesadarannya.^^^


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


[Flasback kejadian tempo lalu]


^^^Jumat,09 November 2019^^^


^^^Pukul 10.00^^^


“Sudah sampai, silahkan masuk”


Wanita berbaju merah itu membukakan pintu lalu Fahri dan tiga sahabatnya masuk.


...Kleek... [pintu itu tertutup]...


...“Selamat datang Dokter Fahri Nugraha Pratama”...


Sambut seorang lelaki yang selama ini telah dicari oleh Fahri.


Lelaki yang sedang menghadap dinding itu membalikkan badan dan menghampiri Fahri.


Fahri memeluk lelaki yang berada di hadapannya dengan penuh kerinduan, sebenarnya tidak ada ikatan keluarga diantara mereka tetapi lelaki yang ia sebut sebagai pamannya itu adalah seorang yang mengasuh Fahri dari sejak kecil, namun sayangnya dia hilang seperti di telan bumi dan meninggalkan Fahri seorang diri.


^^^“Silahkan duduk, bagaimana dengan kabar mu, sehat ?”^^^


“Bagaimana bisa ini terjadi, kemana saja paman selama ini ?”


...“Ayah dan ibu sudah lama mencari paman”...


Tanpa menghiraukan pertanyaan lelaki yang ada di hadapannya.


^^^Fahri langsung mengeluarkan kegundahannya yang selama ini ia simpan.^^^


“Ya begitulah”


^^^“Pertanyaan mu terlalu banyak, sabarlah sedikit”^^^


“Paman, saya bigung dengan kejadian di masa lalu, entah apa yang sudah terjadi”


“Sebenarnya hanya tuan besar yang bisa menjawab semua pertanya yang sedang anda pertanyakan tuan. Bersikaplah lemah seakan kamu mudah dikalahkan padahal dibalik itu anda sedang mencari informasi”


...Ucap pria tua itu kepada Fahri....


^^^“Saya tidak setuju dengan mu paman. Itu akan membahayakan Fahri”^^^


yang disela oleh Zeus.


^^^“Tapi hanya itu yang bisa membantu mu tuan, sekarang adalah waktu yang tepat, mereka yang sedang mengincar mu sedang menunggu. Cepatlah keluar dan letakkan pelacak ini di telinga mu”^^^


^^^“Paman, Apakah dengan kehadiran ku ke dunia ini menggangu banyak orang ?”^^^


...“Sehingga banyak sekali orang yang menginginkan aku mati”...


^^^Fahri yang menatap Paman dengan penuh kesedihan bercampur haru.^^^


“Sudahlah. Cepatlah. Waktunya tidak banyak”


Pria tua itu menyuruh Fahri untuk segera melakukan apa yang sudah ia katakan. Dengan cepat Fahri bersama tiga sahabatnya bergegas untuk keluar dari ruangan itu.


...Drrrttt...... Drrrttt...... Drrrttt.........


^^^Sebuah panggilan yang masuk ke ponsel, membuyarkan lamunan Fahri.^^^


Dr.Maria. tertulis jelas dalam panggilan masuk.


“Hallo Dokter Maria”


^^^“Pengawal mu mengalami kecelakaan. ^^^


^^^Cepatlah kemari dan lihat sebelum aku menanganinya”^^^


Pintah Dokter itu kepada Fahri.