![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
“Ya, Aku ingin bertanya. Kenapa ruangan Ms.France kosong pagi ini?”
...“Maaf sebelumnya Ms.Patson. kami memiliki sedikit keterlambatan informasi. Mulai hari ini kantor Ms.France bukan disini lagi. Melainkan kantor Ms.France di pindahkan di gedung CLAY COMPANY. Permohonan perpindahan kantornya baru saja masuk pagi ini dari CLAY COMPANY sendiri dan langsung di setujui oleh pimpinan.”...
“Apa ?” Jawab Luna dengan terkejut.
...“Ya. Ms.France masih dalam naungan Venable LLP. Hanya saja sekarang Ms.France bekerja pada perusahaan CLAY COMPANY jadi tidak masalah jika selama kerja sama tersebut ada. Kantor Ms.France di pindahkan pada perusahaan tersebut.”...
“Baiklah. Terimakasih.”
Luna pun berjalan menuju tempat Duduk Jessica yang sedang menunggunya di soffa lobby. Ketika melihat Luna menghampirinya Jessica langsung berdiri.
...“Bagaimana Luna??”...
...Luna menghela nafas....
...“Luna bagaimana?”...
...“Kau tidak di pecat Jess.”...
...“Terus ?”...
...“Kantor mu hanya dipindahkan.”...
...“Pindah ? Dipindahkan kemana?”...
...“CLAY COMPANY.” Jawab Luna sambil menatap Jessica....
Jessica seketika langsung membulatkan matanya dengan mulutnya terbuka lebar. Dia sangat terkejut.
“Apa ?”
“Ya kau msih dalam naungan firma hukum ini. Tapi kau telah mengambil tawaran kerja sama dengan sebuah perusahaan. Tidak masalah jika kantor mu berpindah untuk sementara waktu di perusahaan itu selama kerja sama tersebut berjalan. Dan sebenarnya permohonan perpindahan kantor ini datang langsung dari CLAY COMPANY.”
^^^“Luna tolong katakan jika kau sedang bercanda.”^^^
“Sayangnya aku sedang tidak bercanda Jess.”
“Lagi pula kenapa kau sangat panik, bukannya malah bagus jika kantor mu berpindah kesana, kau tidak membuang buang waktu perjalanan mu dari sini ke sana bukan?”
...“Aku tahu Luna. Tapi ini sudah di luar ekspektasi ku.”...
...“Terus apa mau mu?”...
Jessicca menghela nafas.
“Entahlah “ Jawab Jessica dengan nada yang putus asa.
^^^“Bagaimana jika sekarang kita pergi ke kantor CLAY COMPANY sebelum kita di kira terlambat.”^^^
Jessica masih menghela nafas “Baiklah.”
Mereka pun langsung berangkat menuju kantor CLAY COMPANY. Ketika mereka sampai disana. Mereka langsung memasuki lobby kantor.
...“Sebentar Lun, aku sedang berfikir.”...
“Kenapa kau tidak bertanya pada resepsionis?”
...“Iyah juga ya.”...
Luna pun berjalan mendekati meja resepsionis.
...“Ada yang bisa saya bantu nyonya?”...
“Ya mau tanya mengenai perpindahan kantor Ms.Jessica France.”
...“Ms.France?”...
...“Ya betul.”...
...“Ruangan nya di lantai 35 nyonya.”...
“Terimakasih. Dan dimana lokasi tempatnya.”
“Keluar dari lift anda langsung belok kiri. Ikuti saja jalanya. Ruangan Ms.France berada disebelah kiri bersebelahan tepat di dekat ruangan Mr. David Clay. Dan di pintuya sudah tertera jelas nama Ms.France. Anda akan mudah menemukannya.”
“Tunggu. Kenapa ruangannya selantai dengan pimpinan di perusahaan ini yah ? Apa itu tidak salah?”
...“Tidak nyonya. Malah ini perintah langsung dari pimpinan.”...
...“Terimakasih banyak.”...
Luna pun menyampaikan semua informasi yang dia dapatkan dari resepsionist.
...“Tunggu. Disebelah ruangan David ?”...
...“Ya. Resepsionist itu bilang. Ini perintah langsung dari atasannya.”...
Perasaan Jessica mulai bercampur aduk. Dia merasa David sengaja mengatur semua ini.
...“Aku tidak mau !!!”...
“Jess jangan bertingkah" seperti anak kecil. Ini bukan waktunya untuk mengikuti apa mau mu. Apa kau ingin membatalkan kerja sama ini?”
“Luna kau tidak mengerti yang ku maksud.”
“Okay, sekarang terserah kau saja Jess. Kau mau menuju ke ruanggan atau tidak? Kalau tidak, Ayo kita pulang. Aku tidak akan menghalang halangi mu sekarang.” Tegas Luna pada Jessica.
Jessica bergulat dengan ego dan fikirannya. Sekarang dia bigung harus bagaimana. Hingga teringat oleh pesan ayahnya.
...“Jadilah pengacara yang baik sayang....
...Jika ini yang kau impikan maka berkerjalah sungguh sungguh dan focus. Siap bertangung jawab dan profesional. Kelak kau pasti akan sukses. Ayah percaya itu.”...
“Jadi apa keputusan mu Jess?”