HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 14



^^^Sabtu, 22 Agustus 2019^^^


“Sekarang giliran ku yang bertanya. Apakah boleh?”


Kinan yang balik untuk bertanya pada Galih hanya dibalas dengan anggukan oleh Galih.


“Kenapa Hidup Fahri begitu menegangkan?


Seperti banyak orang yang sedang mengincar hidupnya?”


Kinan melemparkan pertanyaan itu kepada Galih dengan rasa bigung. Namun Galih hanya membisu untuk hal yang satu ini.


“Maaf untuk pertanyaan ini aku tidak bisa menjawab”


Galih hanya melemparkan senyuman pada Kinan yang menunggu jawabnya.


^^^Galih meraih tubuh Kinan, kini mereka saling berhadap hadapan lalu ia memeluknya dengan hangat.^^^


Kinan hanya bisa membulatkan matanya ia merasa terkejut dengan perasaan aneh yang bergejolak di dalam dadanya.


“Tidak !!!! Aku tidak boleh merasa senyaman ini


^^^apalagi kepada Galih”^^^


“Hah dia terlalu sempurna bagi ku”


^^^ Bisiknya dalam batin. Kinan berusaha memberontak untuk keluar dari pelukan Galih.^^^


...“Sssst....Diamlah. sebentar saja”...


...“Ya..diam lah seperti ini” ...


Galih berkata sambil berbisik di telinga Kinan.


Kinan berhenti memberontak. Dia membalas pelukan Galih yang sebenarnya sangat ia butuhkan saat ini. Mengingat kejadian masa lalu membuat Kinan merasakan kembali kepedihannya mungkin Galih merasa bersalah dengan membuka luka lama dan ia membalasnya dengan sebuah pelukan hangat untuk Kinan.


^^^Dari kejauhan, seorang pria berdiri di balik kaca Rumah Sakit Fahri mengepal kedua tangannya. Entah apa yang sedang ia rasakan, begitu merasa sesak, dadanya di penuhi dengan rasa kesal. Melihat pemandangan di bawah membuatnya menjadi muak. Itu semua bukan cemburu melainkan ia kesal dengan ulah pengawalnya yang berani beraninya menggoda sahabatnya.^^^


Tepat di belakang Fahri telah berdiri seseorang yang juga menyaksikan kejadian itu yang tidak lain adalah dr.Maria. melihat lelaki yang dia cintai memeluk seorang wanita bahkan bersikap manis kepadanya.


^^^Jika mengingat yang terjadi antara dr.Maria dan Galih. Sudah sebulan lebih Galih menjauhi Maria itu semua dikarenakan rencana perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan keluarga Maria. Sejak saat itu Galih menjauhi Maria dan bersikap dingin bahkan ia menjaga jarak dengan Maria. Ditambah dengan pemandangan yang Maria lihat, kepedihannya semakin bertambah.^^^


Fahri yang memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berbalik dan kembali untuk bekerja. Namun ia di kejutkan dengan seorang wanita yang berdiri di belakangnya yang ikut memperhatikan Galih dan Kinan sama dengannya. Dan tampa Fahri sadari Galih sudah berjalan meninggalkan kinan. Dengan tidak sengaja dia melihat Maria sedang melihat Kinan bercengkrama hangat di taman bersama Galih.


...“Maria?”...


^^^“Sedang apa kau disini?” Tanya nya dengan wajah yang terkejut.^^^


“Aku ingin pertunangan kita segera di laksanakan. Kalau bisa bulan ini. Aku sudah menyetujuinya”


...“Apa apaan ini?”...


...“Jelas Jelas hatinya bukan untuk ku”...


^^^ Fahri berdecak kesal yang kembali melanjutkan pekerjaannya.^^^


Untuk sejenak tinggalkan Fahri dan Maria dengan kisah mereka yang rumit.


Kinan yang berjalan di koridor Rumah Sakit tampa di temani oleh siapa pun sementara Galih sudah pulang duluan meninggalakan Kinan di taman rumah sakit seorang diri. Sedangkan Fahri sedari tadi sudah kembali ke ruang kerja.


^^^Dia sibuk bergulat dengan beberapa berkas pasien hingga pukul dua siang sudah waktunya untuk dia beristirahat. Kinan yang sedang berjalan dengan pelan memapah tiang infusnya mendekati lift untuk menuju ruangan dimana dia menginap.^^^


Tidak butuh waktu lama. Akhirnya lift terbuka.


...“Tring”...


Kinan melihat seorang wanita memiliki tubuh yang indah dan kaki yang begitu jenjang dengan sneli dan jas putih membungkus tubuhnya dengan sangat rapih. Kinan hanya menundukan sedikit kepala kemudian mengangkatnya kembali sebagai tanda hormat kepada Dokter yang ada di hadapanya dan segera berdiri tepat di samping wanita itu.


“Apakah sebelumnya kita pernah kenal?”


^^^Dr. Maria yang bertanya membuka obrolan kala itu.^^^


...“Tentu saja”...


“Bukannya anda dr. Maria teman dr.Fahri yang menangani saya kemari. Maaf saya belum mengucapkan Terimakasih”


Kinan hanya menatap Maria dengan senyum manis di wajahnya dengan Maria yang membalas senyuman Kinan.


...“Kamu tidak perlu berlebihan Kinan”...


...“Ini sudah menjadi bagian dari tugas saya”...


...“Oh ya, boleh saya bertanya pada mu?”...


^^^“Tentu” Balas Kinan yang kembali menatap dr.Maria.^^^


...“Apa kamu dekat dengan Galih?”...


“Oh.. Galih. Dia adalah sahabat terbaik dari dr,Fahri yang tidak lain majikan ku dan antara saya dengan Galih tidak terlalu dekat”


^^^Kinan membalasnya dengan menunduk sambil mengusap ngusap jemari kukunya tanda ia gugup.^^^


...“Begitu kah?”...


Maria yang tersenyum diam diam memastikan bahwa mereka tidak memiliki hubungan yang begitu dekat.