HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 12



“Masa aku harus minta maaf ?? lagi pula ini bukan kesalahan ku, hanya wanita itu saja yang terlalu sensitif.” David menghela nafas.


Setelah lama berfikir apa yang harus dia lakukan. Dia pun memutuskan untuk menuruti ayahnya. Dia mengambil ponsel nya dari kantong celananya dan mencari nomor Jessica pada daftar kontaknya. Ayahnya sengaja memberikan nomor telfon Jessica pada David.



Ayahnya mengatakan “***Simpan saja, siapa tahu kau butuh***.” Dan dia tidak percaya sekarang dia memang membutuhkannya.


Setelah menemukan nomor Jessica. Dia pun menghubungi wanita itu. Sambil menunggu panggilan telepon itu terhubung. Dia menghela nafas berkali kali. Merasa telah lama menunggu. David mulai gelisah.


“Kenapa dia lama sekali ?”


...Drrt.... Drrt.... Drrt.......


Suara getar handphone dari balik bantal membangunkan Jessica pagi itu.


“Hallo ?” Terdengar suara yang tidak asing bagi David, tapi kali ini serak seperti orang habis bangun tidur.


“Maaafkan aku.” Kata David dengan suara beratnya.


Setelah terdiam sejenak akhirnya wanita itu pun berbicara.


“Dari mana kau mendapatkan nomor telfon ku ?” Tanya Jessica dengan nada terkejut.


David menghela nafas. “Ayah ku !.”


“Dengar ayah ku mengatakan bahwa kau adalah wanita cerdas dan sopan, Tapi dimana sopan santun mu itu?


Aku menelepon baik baik dan meminta maaf dengan baik baik dan kau seenaknya membentak ku seperti ini?


Kau tau ? sekarang aku tidak peduli lagi, Aku sudah meminta maaf pada mu, Jadi tugas ku sudah selesai .” David langsung mematikan telepon itu dengan emosi.


Dan kemudian.


Tiba tiba saja panggilan tersebut terputus, membuat Jessica semakin bigung.


“Aku seperti mengenal suara tadi?” menebak nebak .


“**Shit**..!” David sanggat kesal. Dia tidak percaya. Pria itu biasanya dibuat bergairah oleh para wanita tapi entahlah kenapa ada apa dengan satu wanita ini yang membuatnya emosi.


Tidak lama setelah kejadian itu telepon kantor David berdering. Dengan segera David pun mengangkat telepon itu dan ternyata. Adalah ayahnya.


“Siang ini kita akan ke kantor Jessica” Dan langsung saja ditutup.


Tanpa memberi kesempatan David untuk mengeluarkan sepatah katapun. Merasa tidak percaya dengan apa yang baru ayahnya katakan David hanya bersandar lemas di kursi kerjanya sambil menghela nafas panjang


Sementara itu.


Disebuah apartment, Seorang wanita baru saja terbangun oleh panggilan telepon yang baru saja masuk dari pria brengsek yang menjengkelkan.


“Kau percaya itu ? apa saja yang dia katakan ?” Tanya Jessica dengan ekspresi marah marah.


“Aku tidak mengerti Jess, Apa maksud Mr.Clay mengundang mu makan malam tapi dia sendiri tidak datang melainkan anaknya.”


Disusul denganpanggilan keluar. Luna yang baru saja menerima panggilan telepon dari sahabatnya di pagi hari.


“Jujur saja Luna aku bigung.”


Jessica baru saja menceritakan semua yang terjadi pada kemarin malam. Kejadian Makan malam di telepon pada Luna.


“Dan tadi kau bilang ada yang menyuruh David untuk meminta maaf pada mu?”


“Ya, itu yang dikatanya tadi. Dia sudah meminta maaf pada ku, jadi tugasnya selesai, Artinya ada yang menyuruhnya bukan?”


Kedua wanita itu tenggelam dalam kebigunggan.


...Drrt.....Drrt.....Drrt........


Ponsel Luna bergetar. Luna segera membuka ponselnya melihat sebuah pesan masuk. Ketika dia membaca pesan tersebut sontak membuat mata Luna terbelalak.


“Jes.....Jessica Mr.Clay ingin menemui mu siang ini.”


“A..apa?” Tanya Jessica dengan ekspresi kaget.


“Mr.Clay akan ke kantor siang ini untuk bertemu dengan mu.”


“Luna apa yang harus aku lakukan? “ Tanya Jessica yang sudah mulai histeris.