HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 2



^^^Fahri dengan segera masuk ke dalam mobil kemudian dengan cepat Zues langsung melajukan mobilnya.^^^


[Sebelumnya]


Sementara Kinan yang sedari tadi sudah membawakan pesanan Fahri berjalan kembali menuju taman Rumah Sakit. Dengan membawa mangkuk bakso di tangannya menyadari bahwa Fahri tidak ada di tempat duduknya.


Kinan segera memutar mata dan menyapu bersih sekeliling tempat ia memastikan agar bisa menemukan keberadaan Fahri namun tidak membuahkan hasil.


Kinan segera meletakan mangkuk yang berisikan bakso di meja taman Rumah Sakit dan segera menelepon majikannya namun sayang nya tidak ada jawaban dari Fahri.


Kinan kembali memasuki Rumah Sakit dengan harapan bisa menenukan Fahri di ruangannya. Namun tetap saja nihil. Dia tidak menemukan Fahri di ruangan.


Tiba tiba saja Kinan menyadari tingkah aneh Fahri yang sempat membuatnya ganjal dan benar saja Fahri sedang mengelabuhi Kinan.


^^^“Sebenarnya dokter licik itu ada dimana sih, Dia bener bener menyebalkan”^^^


Kinan mengacak acak rambutnya dengan kasar ia segera berlari menuju mobil, dan memasuki mobil tanpa basa basi lagi Kinan melajukan mobil dengan pesat.


^^^“Eh tunggu sebentar. Bukankah aku bisa melacak keberadaan Fahri melalui ponsel.”^^^


“Ya ampun kenapa aku baru ingat sekarang dari tadi kemana aja sih Kinan.”


^^^Ocehnya kepada dirinya sendiri, sambil menepuk jidatnya.^^^


Kemudian Kinan menepikan mobilnya di samping bahu jalan dan langsung melacak keberadaan Fahri.


...“DAPAT !!!”...


...“Ini dia. Tuan menjengkelkan”...


Kinan tersenyum lebar dengan penuh kemenangan. Kemudian dia siap untuk membelah jalanan mengikuti petunjuk arah yang ada di layar ponselnya.


^^^Tidak membutuhkan waktu lama hanya beberapa menit saja.^^^


Kinan memperhatikan dari jarak yang tidak jauh dari mobilnya. Sebuah mobil sport merah yang dibawa oleh temannya dengan santai. Ternyata titik keberadaan mobil yang di bawa itu tidak jauh terparkir di depan Rental Game, tampa basa basi lagi Kinan menuju kesana kemudian memarkirkan mobilnya yang tidak jauh dari mobil yang dinaiki Fahri beserta tiga sahabatnya.


...“Sepertinya aman aman saja” ...


Ujar Kinan dengan wajah yang begitu santai sambil menyandarkan bahunya di dalam mobil dengan senyaman mungkin.


...“Ini tempat yang kemarin gua ceritain” ...


^^^Zeus menunjukan tempat itu kepada sahabatanya. ^^^


“Wah ini sangat diluar dugaan. Rental Game yang sesederhana ini pemiliknya adalah orang luar. Mari kita mulai permainannya Pak Dokter”


Zeus yang menoleh ke arah Fahri.


^^^“Tentu. Ayo kita lihat diantara kita siapa lawan dan siapa kawan”^^^


Fahri yang sedari tadi menyandarkan kepalanya ke Jok mobil.


Zeus segera membuka pintu mobil dan menuruni mobil sport mewah yang diikuti oleh ketiga sahabatnya menunjukan tempat Rental Game.


Mereka membeli tiket dan masuk kedalam Rental Games. Fahri dan Zeus berserta dua orang sahabatnya berjalan masuk. Mereka sudah lama bersahabat dan juga orang tua mereka terikat dengan hubungan bisnis yang saling menguntungkan antara satu dengan yang lain.


Pantas saja mereka berempat seperti saudara kandung yang apa bila jika salah satunya merasakan kesakitan makan yang lain siap membantu.


^^^Seorang wanita berbaju merah menghampiri Fahri.^^^


“Selamat datang Tuan Fahri. Silahkan ke arah sini”


Yang dibalas dengan anggukan Fahri dan ketiga sahabatnya.


Fahri memperhatikan setiap inci dari tempat itu dengan tatapan yang heran. Bagaimana bisa ruangan yang nampak kecil seperti ini memiliki terowongan bawah tanah dan dijaga ketat oleh banyak pengawal.


Red karpet yang menyelimuti lantai dengan rapih serta lukisan antik berbaris di dinding menambah kesan mewah namun juga menegangkan serta terdapat pintu di ujung lorong yang begitu kecil namun memiliki kesan mewah nan elegan.