![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
Dengan menghela nafas ia kembali bergulat dengan dirinya mengenai lamunannya ketika di mobil tadi.
“Kenapa Jess?”
“Kenapa kau bisa terbayang seperti itu?”
Jessica mulai mengingat ingat mengapa ia bisa berfantasi seperti itu.
Beberapa menit kemudian ia pun teringat sesuatu. Sebuah pesan yang diterimanya tadi siang dari orang yang tadi ada di dalam lamunan gilanya itu.
“Ya ya Mr.Clay !”
Jessica langsung menggambil ponselnya dari dalam tasnya dan membuka pesan yang siang tadi dia terima dari Mr.Clay yang berisi.
“ Kenapa Kau tidak mengangkat telpon ku Ms.France ?
Aku ingin mengajak mu makan malam, ada yang ingin aku bicarakan penting !! Jika kau sudah membaca pesan ini segera hubungi aku “
Jessica memang sengaja tidak mengangkat telepon dari Mr.Clay tadi siang ,disebabkan meeting panjang yang sudah membuat mereka sangat melelahkan dan dia tidak berniat membuatnya semakin rumit lagi.
Setelah ia berusaha menghubungi namun tidak di angkat. Mr.Clay memutuskan mengirim pesan tersebut pada Jessica agar ia nanti dapat membacanya dan menghubunginya kembali. Setelah mengingat jelas semua itu. Jessica menghela nafas panjang dan akhirnya menghubungi Mr.Clay.
“Hallo Mr.Clay?”
“Jessica ?”
“Ada apa dengan mu? “
“Kau tidak mengangkat telepon mu?”
“Maaf Mr.Clay, saya membuat handphone saya silent agar tidak menggangu meeting kita tadi pagi dan saya lupa untuk menormalkanya kembali.”
“Baiklah, Kau sudah membaca pesan dari ku?"
“Ya Mr.Clay. Saya sudah membacanya. Ada angin apa anda ingin bertemu dengan saya Mr.Clay? "
“Apa ada yang terlupakan pada saat meeting tadi pagi?”
“Ya, aku memang ingin bertemu denganmu, tapi bukan mengenai perceraian ku, aku ingin membahas sesuatu dengan mu.”
“Se..Sesuatu?” tanya Jessica hati hati.
“Ya sesuatu, sesuatu yang sangat besar dan akan mengubah hidupmu dan karir mu Ms.France.”
Seketika jantung Jessica berdetak dengan kencang dan keras.
Jessica berusaha menenangkan dirinya.
“Ku jemput besok jam 7, setelah itu kau boleh menanyakan lagi pertanyaan mu itu, selamat sore Ms.France”
Seketika telepon itu terputus. Dan terciptalah wajah yang begitu horor beserta rasa takut menyerang dirinya di tambah dengan bayangnya tadi siang yang bisa saja menjadi kenyataan. Dengan segera Jessica menelepon Luna. Memintanya agar segera ke apartmentnya secepat mungkin.
30 Menit kemudian.
“Apa yang harus aku lakukan Luna?” Tanya Jessica denggan wajah takut.
Luna yang sedari tadi hanya menatap Jessica dengan wajah terkejut hanya menggeleng pelan. Jessica baru saja menceritakan semua yang terjadi padanya sepanjang hari ini, mulai dari pesan yang dia terima dari Mr.Clay, lamunan anehnya, serta perbincangan dengan Mr.Clay tadi sore.
“Luna jangan hanya menatap ku saja, bantu aku Luna !!! LUNA “ Jessica mengguncang gunangkan tubuh Luna.
“Biarkan aku berfikir dulu Jess, Berikan aku waktu.”
“Ini semua tidak terduga oky !”
Jessica terduduk disamping Luna dengan wajah frustasi.
“Kau harus pergi Jess.”
Jessica langgsung menatap Luna Kaget.
“Aa..pa?? apa kau sudah gila?”
“Begini kita tidak akan tahu sampai kita cari tahu dan caranya hanya dengan kau pergi bersamanya besok, Dari pada kita seperti ini, Hanya bisa berperasangka tanpa tau kepastiannya.”
Luna menatap Jessica mencoba untuk meyakinkannya.
“Bagaimana kalau apa yang aku bayangkan benar. Luna? Aku tidak mau dilamar oleh pria brengsek seperti itu, aku seperti menjatuhkan image ku sendiri Luna.”
“Itu hanya hayalan mu saja dan kau sudah sering mengalaminya, apa da yang benar benar terjadi??”
“Tapi Luna.”
“Ssssttt....Sudah, Intinya besok kau harus pergi makan malam dengan Mr.Clay. Titik !!”
“Kau jahat !!“
“Aku tidak jahat.”
“ini semua demi kebaikan mu.”