HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 33



^^^David membuat tanda pemilikan di leher Jessica.^^^


“David hentikan. Ahhh...”


“Shut... Nikmati saja Filmnya.”


Sementara tangan Jessica fokus mendorong David. David mengambil kesempatan untuk lebih dalam masuk kedalam mini dress Jessica dan ketika ia mesarasakan apa yang dia cari dari balik dalam dress Jessica. Dia pun tersenyum tipis.


...“Bingo.”...


Dengan segera david memainkan jari jarinya di dalam sana. Seketika Jessica meremas kuat Jass David,merasakan sensasi yang dibuat David pada wilayahnya.


“Aaaahh....”


Jessica mulai menggeliat dan mendesah.


David ******* bibir Jessica. Ketika dia merasakan bahwa Jessica mulai mencapai puncaknya dan David mempercepat permainannya. Genggaman Jessica pada David semakin kencang. Hingga tidak lama kemudian tubuh Jessica melemas yang menandakan Jessica sudah selesai.


David membawanya kedalam pangkuannya. perlahan David mengangkat naik dress Jessica. Tidak perlu menunggu komando dari David Jessica mengangkat kedua tanganya agar dress itu bisa terlepas dari tubuhnya. David sekarang bisa menyentuh tubuh Jessica tanpa ada halangan.


Jessica mulai membuka pakaian David. Dia membuka kancing kemeja David dan melepaskannya dari tubuh David. Dan sekarang mereka dalam keadaan tidak memakai apa apa. Mereka saling berciuman dengan sangat dalam dan kuat. Jari Jemari David mulai mencoba untuk membuka bra yang ada di tubuh Jessica namun Jessica mencegatnya.


...“Ada Apa Jess?” dengan bigung....


“Maaf aku rasa mungkin ini sudah terlalu jauh.”


“Jauh ?, Ayolah aku sudah menyentuhmu tanpa ada sehelai benang lagi dan kau bilang ini sudah terlalu jauh sekarang?”


“Maafkan aku, aku terbawa alur permainan mu.”


Ketika Jessica ingin turun dari pangkuan David. David menahannya.


“Tunggu. Baik kita tidak akan melakukannya. Tapi izinkan aku mengambil sedikit moment ku sebentar.”


...“Moment?”...


...“Aku haus Jess.”...


“Aku haus tapi tidak membutuhkan air.”


“Aku haus akan tubuh mu Jess.” Bisik David.


Jessica kembali menjadi kaku tubuhnya membeku dan dibuat gugup oleh bisikan David.


“Setidaknya kau sudah dalam keadaan tidak berpakaian.”


“Izinkan aku menikmati ini sebentar lagi.”


“Baiklah. Hanya sebentar.”


David tersenyum. Dengan segera dia kembali mencium dan ******* kembali bibir Jessica. Sekali lagi mereka kembali dalam keadaan nafsu yang sangat tinggi. David tetap dalam keadaan sadarnya bahwa Jessica belum ingin melakukan hal lebih dari ini.


Setelah beberapa jam. Film pun selesai dan benar kata David mereka sama sekali tidak menonton film itu karena mereka saling sibuk dengan aktivitasnya. Meski bagi David itu tidak seperti yang dia harapkan setidaknya dia merasakan tubuh Jessica yang selama ini sangat dia dambakan. Bahkan minuman yang sudah di sediakan tidak tersentuh sedikit pun. Hanya selimut yang membungkus tubuh Jessica yang sedari tadi sudah kedingginan karena suhu theater yang dingin.


Mereka pun mulai merapikan pakaian mereka dan beranjak keluar dari bioskop. Tapi ketika ingin keluar. Mereka tertahan karena pintu bioskop yang terkunci.


...“Ada apa David.”...


...“Pintunya terkunci.”...


...“Apa??”...


“Tapi kan bioskop tutup beberapa jam lagi.”


...“Entahlah Jess.”...


...“Aku tidak dapat membukanya.”...


“Ini aneh. Mereka harusnya tahu bahwa theater ada film yang sedang diputar pasti ada orang dan harusnya tidak perlu di kunci.”


David memutar otaknya. Dia mulai mengingat apakah dia menyuruh Lucas untuk mengunci pintu. Tapi tiba tiba fikirannya mengarah ke satu orang.


“Ayah.” Gumam David.


David segera menelepon Lucas.


...“Dimana kau bodoh !!!!!!”...


...“Aku terkunci di dalam theater ini.”...


“Apa kau sudah kehilangan kepintaran mu Luke?”


“Maaf bos. Ini perintah ayah anda.”


“Kesini sekarang juga dan keluarkan aku dari tempat ini.”


“Baik bos.”


“Is everything okay?” Tanya Jessica.


“Sure.” Kata David sambil tersenyum pada Jessica.


“Everything Okay Baby.” Sambil mengecup dahi Jessica.