HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 49



“Apa yang masih kau coba mengerti ?”


^^^“David ku mohon jangan mendesak ku” Jessica menatap David.^^^


David menghela nafas dengan berat.


^^^“Baiklah. Tapi izinkan aku untuk bisa menjenguk mu”^^^


Jessica mengangguk pelan. “Sekarang pergilah David aku mohon”


Sebelum David berdiri. David sempat mengecup kepala Jessica sangat lama.


“Take care your self. I’ll be back tomorrow” Bisik David.


Jessica hanya menunduk terdiam.


Setelah David keluar meninggalkan Jessica. Dia mulai menangis lagi. Tangisannya tak tertahankan. Dia merangkak menuju tempat tidur. Dia naik ketempat tidur dan membenamkan tubuhnya.


“I need you too” Isak Jessica.


“Why this is happen to me” tangis Jessica semakin mengeras.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


^^^Keesokan paginya.^^^


^^^Hotel Santa Monica Beach.^^^


^^^Pukul 06.00 pagi.^^^


Sinar matahari mulai menyusuri dan menerangi ruangan hotel. Tubuh Jessica menggeliat di tempat tidur dengan malas. Dia membuka matanya. Melihat ke arah jendela yang besar di sampingnya. Menatap keluar dan menghela nafas mulai beranjak dari tempat tidurnya. Berjalan kearah kamar mandi membasuh wajahnya. Berjalan menuju jendela membuka pintunya menuju balkon ia berdiri disana menatap lurus kedepan sambil merenggangkan tubuhnya dan duduk di sana.


‘I need you Jessica’


‘I can’t without you’


‘Let me help you’


Jessica memejamkan matanya rapat rapat sambil memeluk lututnya. Dia menggeleng geleng sendiri.


‘I’ll be back tomorrow”


Seketika Jessica tersadar dan mengingat kata kata itu. Berarti David akan kesini hari ini.


“No...no..no” Jessicca menggeleng.


“Aku harus pergi dari sini. Aku tidak bisa bertemu dengan nya. Aku belum siap dan belum bisa melihatnya” Jessica bergerak cepat. Dia bergegas mandi. Bersiap siap menyusun barang barangnya.


“Sorry. Im so sorry. Aku tidak bisa bersama mu David. Kau bukan untuk ku”


^^^Air mata Jessica terjatuh.^^^


Bergegas dia membawa semua barang barang dan beranjak keluar dari kamar. Namu ketika ingin keluar dia berpapasan dengan seorang wanita.


...“LUNA??”...


“What are you doing here?”


^^^“To see you offcourse” Luna bigung dengan pertanyaan Jessica.^^^


“How do you ?”


^^^“Ayolah Jess. Aku tau dirimu. Jangan terkejut seperti itu.” Luna tersenyum.^^^


Jessica menggeleng “Luna maafkan aku. Aku harus pergi okay”


“Wait. Kau mau kemana?”


^^^Jessica menghela nafas. “ Luna dengar. Aku akan pergi. Aku butuh waktu untuk menyendiri. Kumohon mengertilah”^^^


Luna terdiam. Dia merasa terpukul mendengar perkataan itu.


“Kau mengatakan bahwa kau ingin aku selalu ada untuk mu. Kau selalu mengatakan pada ku. kau ingin selalu bersama ku ada apa dengan mu Jess?” Luna menatap Jessica dengan tatapan heran.


“Luna kumohon jangan berkata begitu”


^^^“Tidak Jess Tidak !!! Kau mengatakan aku sudah seperti saudara bahkan ibu mu dan kau meninggalkan aku begitu saja? Aku sudah seperti orang gila yang sangat menghawatirkan mu Jess dan kau seenaknya pergi begitu saja. Kau bilang akan selalu terbuka. Kau menyembunyikan sesuatu dariku Jess. Ini yang kau sebut saudara?” Bentak Luna.^^^


Jessica yang terkejut dengar nada tinggi Luna. Menyadari itu telah menyakiti hati Luna. Jessica pun melembut.


...“Luna Maafkan aku”...


...“Tidak”...


...“Cukup Jess”...


“Aku mengerti sekarang sangat mengerti”


“Baiklah pergilah sesuka mu. Menghilanglah semaumu” Luna berjalan meninggalkan Jessica.


“Lun....Luna” Jessica mengejar Luna.


Sementara Luna sudah duluan turun dari lift. Jessica bergegas memasuki lift lain untuk menyusul Luna. Mereka berpapasan di Lobbby.


“Luna kumohon.”


“Apa lagi Jess?”


“Apa mau mu?”


^^^“Inikan yang kau mau. Menyendiri. Kau tidak membutuhkan orang lain”^^^


“Kau tidak pernah bersyukur Jessica. Banyak orang yang sangat sayang pada mu. Tapi kau tidak pernah menyadari itu. Kau berfikir itu tidak penting kan?”


“Luna bukan itu maksud ku?”


“Terus apa? Apa !!!”