HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 10



^^^Fahri duduk dengan kepala yang menunduk, merapatkan kedua tangannya diantara wajahnya berharap ia mendapatkan ketenanggan dan operasi yang berjalan lancar.^^^


...Drrttt..... Drrttt..... Drrttt........


Panggilan masuk ke ponsel Fahri.


^^^From : Ayah.^^^


...“Hallo Fahri ?”...


^^^“Ada apa dengan Kinan”^^^


^^^“Apakah dia baik baik saja?” tanya ayahnya yang juga hawatir dengan keadaan Kinan.^^^


“Kinan mengalami kecelakaan ayah, sekarang dia sedang di operasi”


...“Ceroboh sekali. Bagaimana itu bisa terjadi?” ...


^^^Balas ayahnya yang marah dari balik dalam ponsel.^^^


^^^“Ceritanya begitu panjang ayah, nanti Fahri telepon lagi”^^^


“Baiklah, tapi dengar baik baik nak kau harus menjaga Kinan sampai dia sembuh jika tidak maka kau harus berhenti dan bergabung dengan ayah di perusahaan. Sementara itu Pak Budi sedang menuju kesana”


Fahri yang shok mendengar perkataan ayahnya membuat ia sontak berdiri ia tidak menyangka jika ayahnya sendiri akan berbicara hal seperti ini.


...“Apa maksud Ayah?”...


^^^“Kenapa membawa masalah ini untuk menekan ku untuk bergabung di perusahaan !”^^^


“Dan Pak Budi. Kenapa harus Pak Budi ayah? Apakah Ayah ingin membunuh ku karena keadaan Kinan yang sekarang?”


^^^“Ayah percayalah, aku tidak menjadi penyebab dalam kecelakaan ini !” ^^^


Tegas Fahri yang menolak perintah ayahnya.


^^^“Sudahlah tidak ada alasan. Silahkan kau tentukan pilihan dari Ayah” ^^^


seketika panggilan terputus.


^^^Fahri mendadak lemas, mendengar bahwa pengawal ayahnya sekaligus paman dari Kinan yaitu Pak Budi yang akan datang ke Rumah Sakit. ^^^


Bagaimana dia tidak takut, lelaki itu sangat menyayangi ponakannya dan akan sangat menakutkan bila ada yang mengusik keponakan satu satunya yang ia sayang dan ada apa dengan Ayahnya? Bukannya membela malah memanfaatkan kedaan serta perduli terhadap pengawalnya.


Fahri yang menghela nafas panjang dan berharap agar Kinan baik baik saja. Fahri yang membuka ponselnya.


^^^“Rino cek CCTV untuk bagian depan Rumah Sakit dan jelaskan pada ku apa yang terjadi disana.”^^^


...“Apa..? Apa yang telah terjadi ?” ...


^^^Tanyanya dengan heran kenapa sahabatnya begitu panik.^^^


“Sudahlah jangan bertanya, Harga diriku sedang di pertaruhkan disini !”


^^^Tegas Fahri yang menunggu penjelasan dari Rino.^^^


...“Baiklah, tunggu sebentar” ...


Fahri yang menutup Ponselnya kembali merebahkan badanya di kursi tunggu.


...[sementara itu, Kinan yang mulai sadar]...


Kesadaran yang mulai menghampiri ku. Kinan yang mencium beberapa bau obat obatan dan ruanggan yang steril. Ia ingin membuka kedua matanya namun seperti ada beban berat yang menahannya untuk membuka mata ku.


^^^Perlahan lahan bius yang diberikan kepada Kinan mulai menghilang dan dengan pelan ia membuka matanya. Ruangan yang serba putih dan juga pembatas yang mengelilingi ku bahwa aku sedang berada di Rumah Sakit.^^^


Kinan tidak tidak tahu sudah berapa lama ia berbaring disini, namun ia merasakan seakan akan dia sedang terbangun dari hibernasinya untuk sementara waktu. Dia berfikir mungkin sudah satu atau dua minggu atau mungkin sudah satu bulan ia berbaring disini. Dia tidak mendapatkan jawaban dari siapa pun.


...“Kau sudah sadar ?” ...


Ucap seorang yang suaranya tidak asing lagi untuk Kinan, yang menyadarkan Kinan bahwa dia berada diruangan yang tidak sendirian.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


^^^Sabtu, 22 Agustus 2019^^^


...“Apa orang gila ?”...


^^^“Bagaimana ini bisa terjadi, kau benar benar sudah memastikannya?”^^^


^^^“Lihatlah sendiri jika tidak percaya”^^^


Rino yang menunjukan bukti CCTV .


^^^“Memalukan sekali. Hahahaha......” ^^^


Fahri yang melihat itu hanya tertawa tipis.


^^^Terdengar suara dari luar ruangan, itu benar benar menganggu Kinan. Ia merasa bahwa Mereka sedang membicarakan Kinan, entahlah tapi pendengaran wanita itu sudah sangat terlatih untuk menguping mendengarkan pembicaraan orang lain.^^^


Bagaimana tidak Paman selalu mengajarkan Kinan beberapa Hal hal yang aneh dan ternyata itu sangat bermanfaat baginya sewaktu waktu.