![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
^^^[Keesokan paginya ]^^^
^^^Pukul 08.00 pagi^^^
^^^Kantor Jessica^^^
“Luna. Bisa ke ruanggan ku sekarang?”
...“Baik.”...
Tak lama kemudian Luna ppun datang.
...“Ada apa Jess.”...
“Dimana berkas kasus Mclaggen. yang waktu itu aku menyuruh mu untuk di arsipkan. Aku harus membua laporan akhir ini.”
“Oh.. itu ada di brankas ruang penyimpanan. Aku akan mengambilkannya untuk mu.”
...“Terimakasih, Luna.”...
Luna berjalan keluar. Tapi sebelum dia benar benar berjalan keluar. Dia sempat berkata.
...“Tunggu !.”...
...“Apa itu?”...
...“Ada sesuatu di bibirmu.”...
...Seketika Jessica menyentuh bibirnya....
...“Memangnya ada apa?”...
“Ada bekas kecupan David.” Kata Luna sambil tertawa.
“LUNA !!!” Teriak Jessica pada Luna yang telah meninggalkan ruang kerjanya.
Tak lama kemudian Luna kembali. Luna kembali dengan membawa beberapa tumpukan berkas.
...“Ini.”...
...“Thanks Lun.”...
...“Ah..ya. Satu lagi. Kau dapat salam dari seseorang.”...
“Siapa?” Tanya Jessica dengan penasaran.
“DAVID CLAY. Hahaha.......” Jessica yang mendengar itu mulai mendeggus kesal.
“Bisakah kau berhenti mengganggu ku. Aku sedang berusaha untuk focus.”
...“Okay.”...
“Tidak.. Aku tidak sedang membohongi diri ku sendiri Luna. Dan cobalah untuk berhenti menyebut nama itu.”
“Kenapa ? Apa kau takut nama itu melekat pada fikiran mu dan kau tidak bisa melupakannya?”
“Cukup Luna !!!” Tegas Jessica dengan nada kesal.
“Jangan membohongi diri mu sendiri Jess. Percayalah semakin kau mengelak dari perasaan mu semakin kau akan jatuh pada perasaan itu Jess.”
Luna pun keluar dari ruanggan itu.
“Aku serasi dengan David? Oh .... ayolah yang benar saja.” Gumam Jessia pada dirinya.
Sementara itu dilain sisi David yang sedang bersamanya Lucas. Dia juga ikut di introgasi. Pria itu sempat mengelak dari semua pertanyaan Lucas. Namun ia menyerah karena ayahnya sudah mengetahui.
...“Bagaimana Kencan mu?”...
“Diamlah dan hubunggi ayah. Ingakan dia bahwa kita ada rapat dengan patner baru pagi ini.”
Lucas menghela nafas “Kenapa kau selalu menghindar saat ku anya mengenai kencan mu.”
“Karena aku tidak suka.” Jawab David dengan dingin.
“Kau tidak suka pada Jessica atau pada kencan itu sendiri?”
“Aku tidak suka kau terus bertanya tanya mengenai itu !! Ayolah Lucas. Tidak adakah hal lain yang bisa kau tayakan dan bahas pada ku selain itu?”
...“Okay.”...
David sangat kesal. Bukan pada Lucas namun pada dirinya sendiri. Bagaimana tidak. Dari kemarin malam setelah dia mengantarkan Jessica pulang otaknya terus saja membayangkan wajah wanita itu.
Dia terjaga semalaman hanya memikirkan wanita itu dan ingatannya mengenai kencan pada malam itu. Masih teringat jelas setiap detailnya. Rasanya David menginginkannya lagi. Menghirup aroma tubuhnya membuat David melayang. Menyentuh pipi dan bibirnya membuat David tidak bisa menahan lagi.
Tidak lama kemudian mereka sampai disebuah gedung perkantoran yang terlihat sangat megah dan megah, sangat besar dan tinggi. Di depan gedung tersebut tertulis
dengan besar nama yang bertuliskan
CLAY COMPANY. David melajukan mobilnya menuju Lobby. Mereka pun turun dari mobil. David memberikan kunci mobilnya pada Lucas dan Luas memberikan kunci mobil itu pada security kantor.
“Parkiran dengan benar dan hati hati.” Kata Lucas pada security itu.
Setelah itu dia mengikuti David masuk ke dalam gedung. Begitu memasuki Lobby. Setiap pegawai yang melihat David pasti akan menyapa dan menunduk hormat pada David.
David begitu sangat di hormati di kantor.
Dia terkenal sangat keras dan tegas di kantor. Jika sedang bekerja dia tidak suka diganggu. Dia adalah pemimpin yang tidak segan segan memeat pegawainya jika mengetahui bahwa pekerjaan karyawannya tidak beres. Dia tidak suka sesuatu yang berantakan. Hidupnya sangat rapi dan teratur.