![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
^^^Keesokan paginya^^^
^^^Kediaman Keluarga Nugraha Pratama^^^
Fahri yang sedari tadi sudah rapi dengan kemeja kerjanya dan telah menyelesaikan sarapan paginya. Dia sudah berangkat duluan sepagi mungkin.
Seperti biasa Kinan sudah menyiapkan mobil di parkiran halaman rumah menunggu tuan untuk berangkat namun Mbok Siti memberitahu Kinan.
^^^“Tuan Fahri sudah pergi sejak tadi pagi. Ada operasi dadakan” ^^^
Ujarnya memberitahu kepada Kinan. Sambil memberikan berkas kepada Kinan.
...“Terimakasih banyak Mbok” ...
yang tersenyum manis kepada Mbok Siti.
...“Ia non hati hati ya”...
^^^“Ini Bibi nitip berkas ke kamu, sepertinya tuan Fahri lupa membawanya” ^^^
Ujar Mbok siti yang menyuruhnya untuk mengantarkan berkas itu kepada Fahri.
...“Siap Mbok. Akan saya berikan” ...
^^^Kinan memasuki Mobil bergegas pergi menuju Rumah Sakit meningggalkan perkarangan rumah Fahri.^^^
Tidak membutuhkan waktu lama jarak tempuh antara Rumah Fahri dan Rumah Sakit adalah 1 jam saja. Kinan tiba di Rumah Sakit seperti biasa dia selalu menelepon majikannya sebelum memasuki Rumah Sakit namun tidak ada jawaban sama sekali.
Kinan memutuskan untuk ke Rumah Sakit walaupun belum mendapatkan Izin dari Fahri.
Kinan menuju keruangan pribadi Fahri. Tetapi tidak menemukannya.Kinan mencari sosok Fahri di penjuru Rumah Sakit namun tidak menemukan Fahri.
^^^Akhirnya dia memberanikan dirinya untuk bertanya kepada seorang suster yang ada di Rumah Sakit.^^^
^^^“Maaf Sus, Saya mau tanya. Dokter Fahri ada dimana ya?”^^^
...“Saya harus mengantarkan berkas ini “ ...
Tanyanya kepada seorang Suster Penjaga.
^^^“Dokter Fahri sedang berada di ruang khusus anak anak yang akan di operasi pagi ini, Tidak jauh dari sini. Letaknya tidak jauh dari ruanggan Laboratorium Bangsal Arjuna”^^^
Suster itu memberitahu dengan jelas kepada Kinan.
...“Terimakasih Banyak Sus”...
Kinan langsung saja pergi meninggalkan suster. Dia segera berjalan menuju Bangsal yang di beritahu oleh suster.
^^^[ Sementara itu di lain tempat ]^^^
Seorang anak kecil sedang merengek kepada Fahri.
Ucap seorang anak yang sedang tidur di ruang Rumah Sakit.
^^^“Jangan takut adik manis, kamu itu jagoan jadi apa yang kamu takutkan?”^^^
Balasnya dengan nada yang menenangkan.
“Saya takut mati Dok” Jawab nya dengan menangis.
^^^“Hey jagoan. Jangan berkata seperti itu, kamu harus kuat, kamu juga harus sembuh. Apa kamu tidak bermain bola bersama ayah atau teman mu?. Apa kamu tidak ingin menjadi seperti dokter?. Yang bisa membantu semua orang”^^^
Fahri yang mendengar itu segera memberikan semangat dan tersirat perasaan yang tulus dari kedua matanya.
...“Ia Dokter bener, saya pasti kuat” ...
Balas anak itu dengan senyuman.
...“Anak pintar”...
Fahri menggelus pucuk kepala anak kecil yang ada di hadapannya, sembari mengacak acak rambutnya.
Tanpa Fahri tahu dari kejauhan Kinan sudah lama memperhatikan Fahri melihat raut wajahnya yang begitu ramah kepada anak anak tentu saja itu berbanding terbalik dengan sikapnya kepada Kinan yang begitu kasar, walaupun sebenarnya Kinan menyadari bahawa sikap kasar Fahri bukanlah sikap aslinya.
Tidak butuh waktu lama, Fahri merasakan kejanggalan yang terjadi. Dia merasakan hadirnya seseorang seketika ia memalingkah wajahnya dan ternyata itu Kinan. Fahri keluar dari kamar pasien dan segera menghampiri Kinan.
Namun wanita yang akan dihampiri Fahri malah tersenyum tidak karuan.
“Kinan?”
^^^“Kenapa kau bisa kemari?. Bukannya aku sudah bilang pada mu. Kau bisa menunggu ku diluar saja” ^^^
Fahri mengomel memarahi Kinan sambil melipatkan kedua tangannya di atas dada.
Kinan dengan cepat merapatkan bibirnya yang sedari tadi tersenyum lebar kepada Fahri. Dengan cepat dia segera menundukan pandangannya.
^^^“Maaf tuan, Saya kemari untuk memberikan berkas ini yang tertinggal dirumah. Siapa tahu tuan membutuhkannya”^^^
“Baik. Kalau gitu saya permisi tuan”
Kinan memberikan berkas itu kepada Fahri dan segera mungkin ia pergi meninggalkan ruanggan itu.
^^^Fahri hanya bisa diam mematung di depan ruang pasien, menatap berkas yang diberikan oleh Kinan.^^^
^^^“Kenapa aku bisa melupakan berkas sepenting ini. Ya ampun”^^^
“Terimakasih Kinan” Bisiknya dengan pelan yang dibalas dengan senyum manis dari Fahri.
...“KINAN !!” ...