HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 36



Setelah lama menunggu. David terlihat memasuki ruangan. Ketika semua kolega melihat David yang memasuki ruang rapat semua langsung berdiri menyambutnya. David berjalan menuju tempatnya.


“Silahkan Duduk” Pintah David.


“Selamat pagi semuanya. Maaf atas keterlambatan saya dan ya ayah tidak ikut dalam rapat kita pagi ini. Karena dia harus pergi ke Hawai untuk melihat perkembangan resort kita disana. Jadi aku yang akan memimpin rapat pagi ini. Jadi sampai dimana pembicaraan kita?”


“Ya tuan, terakhir kali membahas masalah persetujuan peraturan pembangunan.”


“Oh ya benar, Jadi bagaimana Ms.France?”


David menatap Jessica tapi kali ini bukan dengan tatapan nafsu. Entah kenapa kali ini melihat Jessica ada perasaan khawatir yang tiba tiba menyerang David. Perasaan yang mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi diantara mereka.


“Ya Mr.Clay. Saya sudah mempelajari struktur dari peraturan perarutan ini. Sebenarnya tidak ada dari peraturan ini yang merugikan kita tuan. Semua peraturan peraturan ini Standar. Yang harus kita perhatikan hanyalah satu peraturan yang berisi. Dilarangnya penimbunan daerah pantai yang dapat merusak, yang berarti anda harus berkonsultasi lagi pada arsitek arsitek anda mengenai model resort yang akan di bagun. Karena dari gambar yang saya lihat, arsitek anda mendesain sebuah teras depan resort yang jika di bagun membutuhkan penimbunan untuk membuat lantai teras tersebut.”


...“Mr.Clay?”...


...“Tuan?”...


David tersadar.


“Ya ya ya... maaf tadi saya sedang berfikir. Baiklah berarti kita harus mendesain ulang untuk bagian teras. Mungkin kita bisa menggunakan teras apung tanpa harus adanya penimbunan”


“Ya, mungkin bisa tuan” Jawab Jessica.


“Apa masih ada yang lain?”


Dan rapat itu pun kembali berlanjut. Mereka mendiskusikan hal apa saja mengenai resort baru yang akan mereka bangun hingga beberapa jam kemudian rapat ditutup. Semua kolega sudah memiliki keputusan dari hasil rapat pagi ini serta beberapa pekerjaan pekerjaan lain untuk melengkapi persiapan dalam pembagunan resort.


“Terimakasih atas perhatiannya dan kita bertemu kembali di rapat berikutnya.”


Semua kolega mengangguk termasuk Jessica dan Luna , mereka pun berjalan keluar dari ruang rapat dan Jessica langsung menuju ruangannya.


...“Ada apa dengan David Jess?”...


...“Entahlah Lun”...


“Dia terlihat tidak fokus pagi ini, apa ada yang terjadi kemarin malam?”


Jessica mengingat kembali kejadian semalam. Ya memang kemarin mereka melakukan sesuatu, tapi bagi Jessica tidak masuk di akal kalau itu yang membuat David hari ini tidak fokus. Ini bukan pertama kalinya David bermesraan dengannya, kenapa baru sekarang David begitu.


“Jesss?”


“Tidak ada Luna. Kami hanya menonton setelah itu kami pulang.”


“Terus kenapa dia seperti itu?”


“Aku tidak tahu Luna. Aku juga tidak mengerti”


Luna menghela nafas “Yasudahlah”


Sambil menggosk gosok dahinya yang tidak ada apa apa. Jessica sedang menggerutu sendiri.


Entah sampai kapan dia harus merahasiakan ini dari Luna. Jessica hanya belum siap menceritakan. Dia merasa canggung untuk menceritakan itu.


^^^“Aku mau lanjutkan pekerjaan ku.” Kata Jessica sambil membuka berkas berkasnya.^^^


Tiba tiba saja telepon kantor Jessica berdering. Jessica segera mengangkat.


^^^“Hallo, disini saya Ms.France.”^^^


^^^“Jess..”^^^


^^^“David?”^^^


^^^“Ada apa”^^^


^^^“Bisa keruangan ku sekarang?”^^^


^^^“Baik”^^^


Panggilan pun terputus.


“Ada apa Jess?”


“Aku di minta untuk keruangan sebelah sekarang.”


“Yasudah cepatlah”


“Okay”


Jessica keluar menuju ruangan di sebelahnya. Ketika Jessica memasuki ruagan David. David sedang duduk di atas meja kerjanya.


...“Boleh aku masuk sekarang?”...


...“Ya.. kemarilah”...


Jessica duduk di depan meja kerja David.


...“Ada apa?”...


^^^“Tidak. Aku hanya ingin melihat mu”^^^


^^^Kata David sambil tersenyum.^^^


“Aneh.. kau mau melihat ku, memangnya kenapa?” tanya Jessica sambil tertawa kecil.


...“Entahlah Jess”...


...“Aku hanya sedang ingin melihat mu.”...


^^^“Tumben? Seorang Mr.Clay hanya ingin melihat ku saja tidak seperti biasa”^^^


“Jadi sekarang tidak apa apa jika aku meniduri mu?”


“Tidak tidak” Jawab Jessica dengan cepat.


...“Terus?”...


Jessica terdiam. Dia menundukan wajahnya, dia ingin berbicara namun ragu untuk membicarakannya. Dia pun menghela nafas.