HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 13



^^^Galih mengajak Kinan untuk keluar ruangan menghirup udara segar di taman pada pagi hari.^^^


“Kau duduk lah disini, aku pergi dulu hanya sebentar saja”


^^^Pintah Galih pada Kinan.^^^


Kinan hanya mengangguk , melihat sekelilingnya dengan tatapan terharu. Banyak orang yang berlalu lalang dengan raut wajah yang berbeda beda. Ada yang duduk disana dengan wajah lemas dengan air mata yang membanjiri pipinya sambbil di temani seorang wanita.


^^^Ada yang duduk di kursi roda sambil tersenyum dan bercanda ria dengan keluarganya dan banyak orang yang berlalu lalangdengan tergesa gesa serta suara ambulance yang menambah keramaian selama ia berada di Rumah Sakit.^^^


“Mereka benar benar membuat ku terharu, tidak terlihat putus asa dengan hidup yang mereka jalani dan terus berusaha untuk sembuh kembali. Lantas kenapa selama ini aku tidak bersyukur akan kehidupan yang baik, tubuh yang sehat. Aku malah terus bersedih hanya karna di tinggal kedua Orang tua ku serta hidup bersama Paman”


Kinan yang menyaddari bahwa ia begitu tidak bersyukur dengan semua itu masih melamun.


Sementara dari lantai dua Fahri mengamati Kinan dengan tatapan yang sulit di jelaskan bahkan dirinya sulit mengeartikan perasaannya itu.


^^^Ingin sekali Fahri menghampiri Kinan sambil mengajaknya mengobrol, agar dia tidak melamun sendirian disana. Entah sejak kapan dan mulai dari mana rasa peduli nya terhadap seorang wanita sudah lama hilang dari hidupnya namun kini sedikit demi sedikit kembali.^^^


Sementara Galih yang kembali dengan membawa Ice Cream di tanganya. Pria itu tiba tiba saja berjongkok di depan Kinan sambil memberikan Ice Cream yang ia beli, Namun Kinan msaih dengan tatapan kosong seakaan seperti berada di dimensi lain.


^^^“Ehem..” Galih berdecak menyadarkan Kinan dari lamunannya.^^^


“Apa kau sudah kembali?”


^^^Tanyanya yang membuat Kinan bigung.^^^


“Ah..Maafkan aku, wah apa ini Ice Cream Coklat?” Tanya Kinan yang tersadar.


“Tentu saja ini untuk mu”


^^^“Tapi aku memiliki beberapa syarat”^^^


Sahut Galih yang sduah berdiri berhadapan dengan Kinan.


...“Syarat apa?”...


^^^Tanya Kinan yang bigung dengan Maksud Galih.^^^


“Izinkan aku duduk di samping mu dan mengajukan beberapa pertanya.bagaimana?”


^^^Tawar Galih kepada Kinan.^^^


^^^Kinan yang tersenyum sambil menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.^^^


^^^Galih memberikan Ice Cream Coklat itu kepada Kinan.^^^


“Jadi apa yang ingin kau tanyakan”


^^^Kinan bertanya sambil membuka percakapan. Ia membuka Ice Cream pemberian Fahri dengan perlahan.^^^


“Kenapa Kau bisa bekerja sebagai Pengawal ?


Apa kau tidak memiliki potensi lain yang kau punya dan cocok untuk mu sebagai seorang wanita?”


^^^Galih mulai mempertanyakan satu per satu.^^^


^^^“Hmm...Begitu ya” Kinan sambil menjilati Ice Cream milikinya.^^^


“Sebenarnya keluarga ku sudah memiliki Bakat yang mengalir dalam tubuh kami. Kami memiliki kemampuan bela diri yang sudah mendarah danging, mengalir di dalam darah kami, Ayah dan juga Paman adalah seorang pengawal dan sejak kecil aku sudah di ajarkan bela diri. Jadi perkelahian sudah tidak asing lagi bagi ku. Namun sejak kepergian ibu ku ayah mencampakan ku, meninggalkan ku seorang diri. Waktu itu umur ku 14 tahun aku masih kelas 3 SMP belum cukup dewasa untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dan sejak saat itu juga saya di rawat oleh Paman yang ku anggap sebagai ayah sambung ku. Sampai pada akhirnya aku mengambil keputusan, Aku tidak ingin terus bergantung dengan paman hingga akhirnya aku memutuskan untuk bekerja paruh waktu untuk tambahan biyaya kuliah agar tidak sepenuhnya memberatkan paman”


^^^Ia sadar bahwa Ice Creamnya sudah meleleh, ia segera menjilat lelehan Ice Cream yang mengalir di sela sela jari tangannya dengan senyum getir di wajahnya.^^^


“Karena kemampuan ku adalah berkelahi, jadi paman memutuskan aku untuk bergabung menjadi pengawal di tempat kerjanya sejak dia masih muda. Dan Paman ku adalah pengawal dari Ayah dr.Fahri, paman ku sengaja menjadikan ku pengawal pribadi dr. Fahri agar aku tidak terlalu kelelahan”


^^^Jelas Kinan sambil menghambiskan Ice cream di tangannya. Sementara Galih yang sedari menatap Kinan dengan intens, dia tidak berkomentar sama sekali dengan apa yang telah ia dengar dari Kinan.^^^


“Sekarang giliran ku bertanya. Apakah boleh?”


^^^Kinan yang balilk bertanya pada Galih hanya dibalas dengan anggukan oleh Galih.^^^


^^^“Kenapa Hidup Fahri begitu menegangkan?^^^


^^^Seperti banyak orang yang sedang mengincar hidupnya?”^^^


Kinan melemparkan pertanyaan itu kepada Galih dengan rasa bigung. Namun Galih hanya membisu untuk hal yang satu ini.


^^^“Maaf untuk pertanyaan ini aku tidak bisa menjawab”^^^


Galih hanya melemparkan senyuman pada Kinan yang menunggu jawabnya.


Dari kejauhan Fahri masih setia memperhatikan Kinan dan Galih dari kejauhan.