![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
Dengan cepat suasana menjadi sangat serius dan raut wajah Mr.Clay menjadi agak sedikit sedih.
“Dulunya hidupku tidaklah seperti ini, Aku memiliki keluarga yang harmonis.istriku yang cantik dan cerdas selalu membuatku nyaman dan bahagia. Apalagi mengetahui bahwa kami akan menjadi orang tua kami sangat bahagia. Aku selalu merawat dan menjaga Ellen pada saat kehamilan dan kelahirannya. Semua berjalan lancar dan kami hidup tentram bersama putra kecil kami.
Hingga berapa tahun kemudian Ellen ditemukan tewas bunuh diri di dalam kamar tidur kami. Aku sangat terpukul pada saat itu. Mengapa dia bisa berbuat seperti itu sementara kami sedang bahagia bahagianya tidak ada sama sekali masalah waktu itu.
Hingga aku bertanya tanya pada diriku sendiri apa aku membuat kesalahan. Dan lebih tragisnya lagi anak kami harus melihat itu semua. Seorang anak kecil yang polos harus melihat ibunya meregang nyawa didepan matanya. Aku bisa merasakan kesedihannya, jadi akhirnya aku membawa David pergi jauh dari tempat itu untuk memulai hidup baru yang lebih baik. Aku merawat dan mendidik David juga menyekolahkannya setinggi mungkin agar ia bisa berguna. Setidak nya tidak terus menerus tenggelam dalam kesedihan kematian ibunya.
Dan aku bangga pada David yang sekarang, Well dia sukses, dia cerdas, pemegang kedua CLAY COMP. Setelah aku dan pada saatnya dia akan menjadi pewaris tunggal perusahan itu serta dapat membawa perubahan besar pada perusahaan itu karena dia sangat cerdas. Dan satu lagi yang aku banggakan darinya, penyuka wanita.
Wahahah....... tapi sayangnya belum ada satupun wanita yang dia datangkan kehadapan ku . dia hanya mengatakan bahwa dia akan menikahi salah satu wanitanya. Padahal aku sudah ingin sekali menimang cucu” Mr.Clay menghela nafas panjang.
Kedua wanita itu tidak berkutip karena masih terpana dengan kisah yang baru saja Mr.Clay ceritakan. Mereka tidak percaya cerita memilukan itu akan keluar dari mulut seorang pria bastard seperti Mr.Clay.
Mr.Clay menjentikkan jari beberapa kali untuk menyadarkan mereka.
“Ladies...? hey hey”
Hingga akhirnya Mr.Clay berteriak “LADIES !!”
Mereka dengan kompak terkaget dan memulai salah tingkah.
“ Okay Okay aku akui cerita yang aku ceritakan tadi memang sedikit sedih berbanding jauh dari aku yang sekarang. Ini semua hanya bentuk menyibukkan diri dari pada aku hanya bersedih dirumah berdiam diri dan menjadi semakin tua tidak berguna..ya kan?”
Serentak kedua wanita itu menjawab
Untuk mengembalikan suasana Jessica berusaha mengembalikan fikirkannya pada masalah utama yaitu perceraian Mr.Clay.
“Okay berarti sekarang yang perlu dilengkapi hanya persetujuan anda mengenai permintaan permintaan mantan istri anda sebelum resmi berpisah dari anda.”
Dengan dengusan malas Mr.Clay menanggapi
“jujur aku sudah malas berurusan dengan wanita jalang itu, apa yang dia mau ??
dasar wanita pengumpul harta taunya minta saja, wanita tidak berguna.”
“Kalau anda bilang dia wanita tidak berguna , mengapa dulu anda menikahinya Mr.Clay?”
tanya Luna.
“Terkadang berguna saat diranjang tetapi aku sudah bosan dengannya aku ingin yang baru, aku memang orang yang gampang bosan kau tahu?”
Luna hanya mengganguk dan tersenyum masam karena merasa bodoh telah menanyakan hal itu, sambil melihat ke arah Jesicca yang melihatnya jijik sedari tadi.
“Istri mu meminta sebuah rumah dan mobil Mr.Clay” Jawab Jessica.
Mendengar itu Mr.Clay terkejut “Apa !”