![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
Tidak lama kedua wanita cantik itu pun memasuki ruang rapat. Saat mereka memasuki ruang rapat. Semua orang berada disana menatap mereka berdua.
“Tuan tuan perkenalkan ini adalah penasehat hukum baru kita Ms. Jessica France dan yang bersama dengannya itu adalah sekertarisnya Ms. Luna Patson.” Jelas Mr.Clay.
“Selamat siang tuan tuan.” Sapa Jessica.
“Silahkan duduk Jessica, Luna.” Pinta Mr.Clay.
David hanya terdiam menatap mereka. Khususnya Jessica. Dia menatap Jessica lekat. Entah mengapa matanya tak bisa kemana mana lagi kecuali wanita itu.
...“David.....David.”...
...“Ya. Ayah.”...
...“Ada apa dengan mu?”...
...“Tidak apa apa.”...
...“Tidak apa apa kenapa?”...
...“Buka rapatnya.”...
...“Baiklah.”...
David pun membuka rapat tersebut dan memulai rapat. Ketika sedang memperhatikan salah satu koleganya berbicara, tiba tiba pandangan David teralih pada Jessica.
Jessica sedang merapikan rambutnya. Jessica mengucir rambutnya yang membuat bahunya sangat sangat terlihat jelas, membuat David menelan ludahnya bulat bulat. Jessica mengenakan shoulder crop yang dapat memperlihatkan bahunya dengan jelas.
David menatap Jessica dengan tatapan ingin memangsanya. Dia tidak dapat menahan. Dia ingin sekali menyentuh wanita itu, membuat wanita itu mendesah dalam setiap sentuhannya. Entah kenapa dia sangat menggilai tubuh Jessica. Dia terus menatap Jessica tanpa berkedip.
Menyadari sedang di perhatikan. Jessica berbalik ke arah David. Dia mendapati David yang sedang menatapnya dengan ekspresi menakutkan. Jessica pun mulai gelisah. Merasa tidak nyaman kemudian Jessicca permisi untuk ke toilet. Jessica berjalan keluar ruanggan mencari cari toilet wanita.
“Permisi, Toilet wanita sebelah mana ya?”
Tanya Jessica pada salah satu pegawai yang lewat. Setelah mengetahuinya. Jessica pun menuju toilet.
“Ada apaa dengan ku? Mengapa aku sangat gugup? Tenang Jess.. Tenang.” Kata Jessica pada dirinya sendiri. Setelah merasa sudah tenang .
Jessica pun keluar dari toilet, bermaksud ingin kembali ke ruang rapat, tiba tiba saja dia di tarik dari belakang dan di bawa pergi. Jessica memberonta tapi tangan orang ini sangat kuat.
Jessica mencoba berteriak tapi percuma. Mulutnya di tutupi oleh tangan yang besar dari orang yang membawanya.
Jessica dibawa kesuatu ruangan kerja. Ketika sampai Jessica pun di lepas. Ketika terlepas Jessica langsung berlari keluar tapi ternyata pintu ruangan itu sudah di kunci. Jessica pun berbalik melihat siapa yang telah menculiknya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat orang itu yang tidak lain adalah **David**.
...“KAU ?? apa yang kau lakukan?”...
...“Maaf aku harus menculik mu?”...
...“Apa kau gila ? kau tau betapa takutnya aku tadi?”...
...“Tenanglah bahkan aku belum menyentuh mu kau sudah panik.”...
...“Menjauhlah David jangan membuatku berteriak.”...
...“Teriaklah sekeras kerasnya. Ini ruanggan ku. Ku desain khusus kedap suara untuk situasi situasi seperti ini.”...
David menyeringai pada Jessica. Seringgai yang membuat Jessica mulai gelisah. Seringai tanda bahwa pria ini akan melakukan sesuatu padanya.
Perlahan David melangkah maju, mencoba menyudutkan Jessica. Perlahan Jessica mulai mundur hingga tubuhnya menabra meja. Menyadari itu Jessica sudah tersudut. David tersenyum lebar.
...“Got you.”...
David langsung mendudukan Jessica dimeja itu dan langsung menciumi bibir Jessica serta \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*. Jessica yang memberonta tidak bisa bergerak sama sekali karena David lebih kuat. Ciuman David turun ke leher Jessica.
Jessica terus mendorong David namun percuma. Hingga akhirnya Jessica kelelahan dan mulai melemah. David terus \*\*\*\*\*\*\* leher Jessica lalu turun kepundak Jessica. Tanpa disadari Jessica mulai mendesah kecil. Mendengar desahan itu David tersenyum menang.