HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 11



Kinan sangat Yakin bahwa sura yang sedang ia dengar itu adalah suara dokter Fahri yang sedang membicarakan kejadian yang sudah menimpa Kinan. Itu memang sangat memalukan berkelahi dengan orang gila. Namun bagi Kinan mereka tampak seperti orang normal yang tidak memiliki gangguan mental, Tapi sikap mereka yang gampang berubah ubah.


...Kleeekk........


Dokter Fahri yang membuka pintu ruangan. Terlihat raut wajah yang kesal. Aku sudah menduganya pasti dia akan mengomel ngomel. Sahutnya dalam hati.


...“Kinan. Bagaimana keadaan mu, sudah baikan?”...


Tanya Fahri yang mendatangi Kinan.


Sementara Kinan yang mendengar itu ia merasa aneh dengan majikannya itu. Ternyata tidak seperti yang ada di dalam bayanggan Kinan.


“Lumanyan” Kinan membalasnya dengan anggukan.


“Ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada mu. Mengenai perkelahian yang membuat mu bersantai santai disni”


^^^Fahri mulai bersikap dingin dengan kedua tangan yang melipat seakaan seperti ingin mengintrogasinya.^^^


Glek..... Kinan menelan Ludahnya yang tidak merasa haus, membasahi kerongkongan ku dan bersiap siap untuk mendengar omelan dari majikan nya. Ia mulai gugup dengan beberapa hal yang akan di pertanyakan Fahri.


^^^“Tenanglah bukan aku yang akan bertanya, Tapi teman ku”^^^


...“Rino silahkan masuk”...


Seorang pria yang dipanggil dengan panggilan Rino itu segera masuk, bagi Kinan wajahnya sudah tidak asing lagi karena Kinan sudah sering melihatnya dia adalah salah satu sahabat Fahri. Kini kedua pria itu berdiri di hadapan Kinan.


“Hai Kinan, langsung saja tidak perlu berbasa basi ada beberapa pertanyaan yang mengganjal di benak ku, dengan kejadian yang menimpa mu, saya rasa kejadian itu sudah di rencanakan oleh seseorang”


^^^ Jelas Rino kepada Kinan.^^^


“Kenapa anda berfikir seperti itu tuan Rino?”


Tanya Kinan yang heran dengan penjelasan Rino


“ Apakah sebelumnya kau menyelamatkan mereka. Kau merasa mereka seperti orang yang normal?”


...“Iya” Jawab Kinan....


“Sudah ku duga. Mereka memang bukan orang gila dan yang di incarnya adalah kamu”


^^^ Rino yang menunjuk ke arah Kinan.^^^


“Memang nya ada keganjalan apa lagi selain ini?”


^^^Tanya Fahri yang penasaran.^^^


^^^“Setelah saya mengecek semua Rumah Sakit Jiwa dan mencari data orang gila beserta para suster yang menjemputnya. Tidak di temukan data yang cocok. Lalu data menyebutkan bahwa pria yang berpura pura gila itu adalah tahanan lapas yang baru saja keluar bulan kemarin”^^^


Rino menjelaskan itu kepada Fahri dan Kinan.


^^^Kinan yang bingung dengan kejadian itu mulai takut.^^^


“Sepertinya target mereka bukan kamu melainkan Fahri, tapi mereka ingin membereskan mu terlebih dulu dengan cara yang halus. Namun tenang saja mereka sudah menjadi burunon Polisi”


^^^Rino kembali menenangkan suasana agar Kinan tidak semakin takut.^^^


“Apakah kau bisa ku percaya?” Kinan yang masih ragu dengan Penampilan Rino ia berfikir pria ini hanya sengaja menakutinya.


...“Hahaha...... Kau meragukan ku?”...


“Penampilan ku mungkin bar bar, tidak rapi dan terkesan tidak sopan. Tapi aku ini seorang Polisi. Dan aku ini Intel”


Rino yang menjawab keraguan Kinan dengan senyum tipis. Sambil memainkan matanya yang membuat kinan merasa kesal dengan ulah teman Fahri.


“Sudahi introgasinya, Kita biarkan Kinan beristirahat”


^^^Sela Fahri yang mengajak temannya untuk pergi.^^^


...“Baiklaah”...


“Selamat beristirahat nona”


^^^Rino melambaikan tangannya.^^^


15 menit kemudian. Kinan hampir terlelap memejamkan matanya, namun ia mendengar beberapa orang memasuki ruangan Kinan. Kinan sudah mengenali suara mereka yaitu Galih dan Zeus yang membawa beberapa Buah buahan segar di tangannya dan Zeus dengan gaya cuek andalanya.


“Wah wah wah sepertinya kita melewatkan obrolan yang serius disini”


^^^Ujar Zeus dengan ekspresi wajah yang menyebalkan.^^^


...“Bagaimana, kau sudah baikan Kinan?” ...


Galih yang menghampiri Kinan dengan cepat tangannya yang menempel di dahi ku sontak membuat Kinan membulatkan kedua matanya.


“Baik” Jawab Kinan yang berusaha menahan gejolak di dada.


...“Apa yang sedang kalian lakukan disini !!”...


“Apa kalian tahu dengan kedatangan kalian kemari, kalian sudah menggangu pasienku. Rumah Sakit ini bukan tempat bermain.”


^^^“Dan kau Galih ? Kenapa kau datang kemari dan lihat tangan mu, Apa kau sedang berusaha menjadi Dokter?”^^^


Fahri terus saja berdecak kesal. Dia memarahi satu persatu temannya tidak terkecuali dengan Galih yang menempelkan tangannya di dahi kinan.


^^^“Dasar Fahri ini memang benar benar menggangku momen romantis ku saja dengan Galih”^^^


Kinan hanya diam sambil mengomelin Fahri dalam hati. Namun sepertinya Galih tidak menggubris perkataan Fahri ia malah langsung duduk di dekat Kinan.