![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
^^^[Keesokan paginya]^^^
“Jess..Jess..Jessica.”
“Apa?”
“Bagunlah, Aku membuatkan kopi untuk mu.”
“Sebentar Luna.”
“Kalo begitu aku pergi dulu.”
“Kau mau kemana?”
“Aku pulang ke apartment ku dulu, tidak mungkin aku memakai baju yang sama terus menerus."
“Cepatlah kembali.”
“Okey..bye.”
Jessica masih setengah sadar tergoda oleh aroma kopi buatan Luna. Dia pun berusaha menyandarkan dirinya. Dia pun bangun mencari asal dari aroma nikmat kopi tersebut. Ketika dia sampai di meja makan. Sudah tersedia segelas kopi dan roti isi yang luna siapkan untuk Jessica.
Melihat itu semua Jessica tersenyum.
“Thanks Mom.” Gumam Jessica sembari menyesap kopinya yang masih hangat. Dia berjalan menuju balkon apartmentnya untuk duduk disana menikmati udara pagi yang segar.
“Sudah lama rasanya aku tidak bersantai di tempat ini.”
Gumam Jessica.
Dia pun duduk dikursi malasnya, Menyesap sekali lagi kopinya, kemudian bersandar, sambil menatap langit pagi.
“Ini Dia Penasehat Hukum Terbaik Kita Ms. Jessica France .”
“Terimakasih...Terimakasih Banyak Ini Adalah Suatu Penghargaan Terbaik Dalam Kehidupan Karir Saya. Terimakasih.”
“Will You Marry Me Jessica?”
“Oh My God David ? Are You Sure ?”
“Yess, Sure Babe”
“Well,Yes I Do.”
“Thanks You Jessica, I Love You So Much.”
“I Love You David.”
“Wait... What ?” Jessica tersadar sendiri dari lamunannya.
“No..no..no.. aku memang akan menikah tapi tidak dengan David juga, Lamunan macam apa itu?” Jessica kesal pada dirinya sendiri.
Dia pun bangkit dari tempat duduknya dan menuju ruang tengah. Dia menonton Tv sembari menunggu kedatangan Luna.
Sambil menonton Tv Dia terbayang lagi bagaimana jika dia benar benar menikah dengan David.
“Dimana Luna. Lama sekali.” Jessica mengomel sambil menccoba menghubungi Luna.
“Kau dimana Luna?”
“Sabar, Aku sedang dalam perjalanan.”
“Halllo..! Dasar Luna. Aku masih ingin berbicara.”
Jessica menghela nafas. Dia pun berbaring di sofa dan akhirnya.
“Astaga....! Tak bisa kah wanita ini lebih malas lagi?” Gumam Luna ketika menemukan Jessica tetidur di soffa.
“Jessica bangunlah.”
“Bangunlah pemalas.”
“Kau terlalu lama. Aku lelah menunggu mu.”
“Bagunlah Jess. Apa kau lupa dengan agenda kita hari ini?”
“Tunggu Luna aku masih mengantuk.”
“Terserah tapi kalau sampai nanti kau telat bersiap siap sampai David datang jangan salahkan aku.”
Seketika Jessica terduduk dengan tersenyum lebar.
...“Mandi !!”...
...“Okay..okay.”...
Setelah bersiap siap mereka pun pergi untuk berbelanja.
Setelah mengelilingi banyak butik, mereka pun menemukan apa yang mereka cari. Mereka sempat makan siang sebelum kembali ke apartment. Ketika mereka kembali ke apartment hari sudah mulai gelap. Jessica pun buru buru bersiap, sebelum David datang.
“Aku tidak percaya harus melakukan ini.”
“Ayolah David ini juga demi kebaikan mu.”
“Kebaikan ku? Ayolah ayah.”
David sedang bersiap siap untuk bertemu dengan Jessica.
“Kau bukan akan mengencani seekor anjing David, Mengapa kau sangat membencinya?”
“Dia membuatku terlihat bodoh ayah !“
“Ohh..ayolah meminta maaf bukanlah sesuatu yang bodoh.”
“Tentu saja bodoh. Aku tidak pernah membuat kesalahan ayah, Apa yang aku lakukan selalu benar. Kau tahu itu.”
“David dengarkan ayah. Setiap orang memiliki kesalahan nak, sesempurna apa pun yang kita kerjakan. Karena kitta hanyalah manusia biasa, Kau bukan tuhan David dan ubah mainset mu yang mengatakan bahwa meminta maaf itu adalah sesuatu yang bodoh. Kau mau tau apa yang bodoh? Disaat kau menyombongkan diri, disitulah kau bodoh. Berusaha menyempurnakan tapi buta oleh kesalahan sebagai sesuatu yang benar, itu yang namanya bodoh nak. Dan seorang pria meminta maaf maka dia menunjukkan bahwa dia adalah pria dewasa dan bertanggung jawab. Mengerti?”
“Baiklah.” Jawab David dengan rasa putus asa.