HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 23



Jessica mulai mendesah kecil. Mendengar desahan itu David tersenyum menang.


“Aahh.... David. Ku mohon lepaskan aku.”


“Tidak !! aku sudah menahan ini terlalu lama.” Bisik David


Tangan David mulai bermain, menyentuh bagian kaki Jessica mencoba menaikan rok Jessica. David mulai mengelus ngelus paha Jessica. Jessica hanya bisa terdiam lemas. Dia menyerah mencoba melawan tapi percuma David lebih kuat dari nya. Tangan David mulai naik memasuki bagian dalam rok. Jessica segera merapatkan pahanya sehingga menghalangi tangan David.


“Tidak ini sudah terlalu jauh... ku mohon Dav.”


David tidak mendengarkan Jessica. Dia terus ******* bibir Jessica sambil perlahan lahan tangannya mencoba untuk merenggangkan kaki Jessica tapi sulit karena Jessica merapatkan kakinya dengan kuat.


******* David turun ke dada Jessica, hendak ingin membuka baju Jessica namun tangan David terhenti oleh tangan Jessica. David menatap Jessica.


...“Ku mohon.... ini sudah terlalu jauh.”...


David melepaskan Jessica dan menatapnya.


“ Dimana ukuran jauh mu, hingga aku bisa menyentuh mu dengan leluasa .” Tanya David dengan suara berat.


“Entahlah aku hanya berfikir apa yang kau lakukan sudah sangat kelewatan David. Ku mohon hentikan ini.”


David menghela nafasnya sekali lagi. Dia menahan gairahnya. Dia pun merapikan jas nya yang berantakan dan membuka pintu ruangan itu kemudian berjalan keluar meninggalkan Jessica.


Tak lama kemudian Jessicca juga memasuki kembali ruang rapat dengan wajah yang sedikit gugup. Dia duduk kembali di tempatnya.


“Kemana saja kau?” Bisik Luna dari samping Jessica.


“Aku lama mencari toilet.” Jawab Jessica dangan suara terbata bata.


...“Apa kau baik baik saja?”...


Jessica mengangguk pelan.


Sementara David yang sedari tadi sudah duduk kembali di samping ayahnya.


“Lihat waktu dan situasi jika kau ingin melakukan sesuatu bodoh !!! lihat apa yang kau lakukan padanya. Dasar bodoh !” Bisik Clay pada David.


Jawab David dengan ekspresi dingin.


“Dan urusan itu belum selesai.” Lanjut David sambil kembali menatap Jessica dengan lekat.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


“Jess ada apa dengan mu? dari tadi kau diam saja dan kau pucat. Ada apa dengan mu?”


...“Ti...dak aku tidak apa apa.”...


“Kau yakin? Kalau kau sakit aku bisa membawa mu ke dokter.”


...“Ya... aku tidak apa apa.”...


Mereka dalam perjalanan pulang dari meeting mereka di kantor **CLAY COMPANY**. Saat Luna melihat ada sesuatu yang berubah dari Jessica. Dia sangat diam tidak seperti biasanya.seperti ada sesuatu yang terjadi padanya.



Luna kembali mengingat ingat apa saja yang Jessica lakukan hari ini. Apa yang dia makan, dia minum dan kemana saja dia. Tapi Luna tidak juga menemukan kejanggalan dari aktivitas jessica hari ini yang membuatnya seperti ini. Hingga kemudian Luna teringat Jessica sempat keluar ruangan untuk ke toilet pada saat meeting berlangsung. Dan saat dia kembali dia sudah pucat seperti itu. Luna sama sekali tidak menemukan kasalahan apa pun. Ddia pun menghentikan pemikirannya dan mencoba membantu Jessica merasa lebih baik.


“Bagaimana jika hari ini kita off dulu Jess? Kau pulang lah dulu unuk beristirahat.”


...“Baiklah.” Jawab Jessica dengan lemah....


Mereka pun sampai di apartment Jessica. Luna mengantar Jessica untuk menaiki Lift apartment setelah itu Luna pergi, dengan maskud membiarkan Jessica beristirahat agar sahabatnya itu dapat menenangkan diri.



Ketika sampai di dalam apartment nya Jessica langsung menuju tempat tidurnya disana dia langsung mendaratkan tubuhkan pada tempat tidur yang super besar.


“Ya, Tuhan ada apa dengan ku?” Gumam Jessica pada dirinya sendiri.


Masih teringat jelas dalam fikirannya apa yang terjadi di ruang kerja itu. Tatapan David, Bisikan bisikan nakalnya dengan sentuhan serta ciuman David. Gak tau kenapa Jessica seperti menikmatinya pada saat David melakukan itu pada dirinya. Fikiran dan hatinya seperti memiliki jalan yang berbeda. Fikiran yang memberikan kekuatan untuk melawan namun hatinya memberi isyarat pada dirinya agar dia ikut menikmatinya.