HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 10



“Mengapa anda melihat saya seperti itu ?”


“Kau tadi terlihat sangat kaget. Ketika tau aku anak pak tua itu, Kenapa? Kaget kalo pak tua itu punya anak tampan seperti ku?”


Jessica yang mendengar itu langsung memalingkan wajah karena malu. Jessica merasa fikirannya telah di baca. Jessica memang kaget ketika tau pria ini anak Mr.Clay, Bukan karena apa apa. Tapi karena pria itu memang sangat tampan, tinggi, berkulit putih, berambut gelap dan matanya berwarna abu abu kehijauan. Setiap wanita yang melihatnya pasti luluh di tangannya.


...“Hey, Aku berbicara pada mu, Lihat aku !!”...


dengan perasaan gugup. Jessica pun kembali melihat David. Ketika kedua mata mereka bertemu. David menarik senyum ddi sudut bibirnya.


“Ada apa dengan mu? Kau terlihat gelisah.”


“Ti...tidak apa apa.” Jessica tersenyum gugup. Dalam hatinya iya sudah merutuki dirinya yang tidak bisa mengontrol tingkah lakunya.


David pun mundur kembali bersandar pada kursi. Jessica yan menyadari kalau David tidak memperhatikannya lagi. Mulai mencuri curi kesempatan melirik ke arah David untuk sekedar melihat wajahnya yang tampan.


“Dia Tampan Sekali.” Apakah dia sudah beristri? Kata dalam hati Jessica, Yang membuatnya sontak melihat ke jari manis sebelah kanan David. Ketika dia tidak melihat apa yang dia cari. Dia pun tersenyum sambil melihat David. Menyadari bahwa di perhatikan. David kembali melihat Jessica, Menemukan bahwa Jessica sedang melihatnya sambil tersenyum.


Jessica yang sedang melamun tidak menyadari bahwa David juga sedang memperhatikannya. Setelah agak lama David pun menjentikkan jarinya beberapa kali di depan muka Jessica yang sontak membuat Jessiac tersadar hingga salah tingkah.


“Ma..maaf.”


“Tenang saja aku sering di perlakukan seperti itu oleh wanita wanita yang tertarik pada ku.”


“Jessica kau membuat diri mu sendiri malu. Dasar bodoh. Kontrol dirimu. Jangan melamun !!!” Jessicca memarahi dirinya sendiri.


“Sial dimana laki laki tua ini ?” Gumam David.


Jessica yang mendengar itu pun merasa bahwa Mr.Clay sangat lama.


David melirik ke arah Jessica. Dia memajulkan tubuhnya hingga menempel dengan meja. Sambil melihat Jessica dengan tajam.


“Mengapa tidak kau saja.” Jawab David dengan suara berat.


Diperlakukan seperti itu. Jessia merasa bulu tangannya berdiri. Dia menelan ludah sambil merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya. Kemudian ia mencoba menghubungi Mr.Clay. tapi tidak aktif.


“Tidak Aktif.”


“Seperti dugaan ku. Pak tua sialan.”


Mendengar kata kata itu. Membuat Jessica sangat kesal.


“Kau merutuki ayahmu sendiri.”


“Memang dia pak tua sialan ! Kau tidak tau siapa dia jadi diamlah.” Bentak David.


“Mungkin memang aku tidak begitu mengenalnya. Tetapi kau juga tidak boleh berkata seperti itu terhadap ayahmu !


Apa Kau tahu banyak orang diluar sana kehilangan ayah tetapi kau disini beruntung karena masih memiliki ayah, tetapi dari apa yang ku dengar kau tidak mensyukuri memiliki Mr.Clay .”


Jelas Jessica dengan mata yang berkaca kaca. Menyadari bahwa perbincangan mereka sudah cukup. Jessica bergegas berdiri dan meninggalkan David yang masih terdiam. Jessica berlari keluar. Sesampainya di luar dia pun memanggil taksi lalu pergi.



Di dalam taksi. Air matta Jessica tak terbendung lagi. Dia pun menangis terisak. Bagi Jessica semua yang masih memiliki ayah harusnya bersyukur dan sayang pada ayahnya. Karena banyak orang diluar sana sangat menginginkan sosok ayah tapi tidak bisa lagi. Khususnya Jessica. Dia masih berharap ayahnya masih ada di sampingnya bersamanya tapi itu semua sudah terlanjur. Maka dari itu kenapa Jessica sangat membenci sikap David yang dengan mudahnya memaki ayahnya sendiri tanpa ada rasa hormat atau rasa kasih sayang pada ayahnya.