![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
“ini semua demi kebaikan mu.”
“Kebaikan ku ? Seperti kau tau saja apa yang akan dia katakan.”
“Setidaknya kita akan tau besok, Betul begitu ?"
Luna tersenyum menoba menyakinkan Jessica. Jessica yang saat itu sedang menghela nafas dengan lemas, merasa sudah kalah dari Luna.
“Baiklah, aku akan pergi.”
“Begitu dongg.” Luna tersenyum senang.
“Besok aku akan datang sore untuk membantu mu bersiap siap okay?”
“ hmm..” jawab Jessica dengan lemah sambil membuang tubuhnya ke sofa sembari memejamkan mata.
“Okay, kalau begitu aku pulang dulu, Bye !!!!
and good night .” Teriak Luna sebelum keluar dari kamar apartment Jessica.
Jessica bangkit dari sofanya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan kemudian menuju tempat tidurnya. Jessica membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan menghela nafas mencoba membuat dirinya rileks dan kemudian memejamkan mata, mencoba tidur dan melepaskan sejenak semua kejadian kejadian gila hari ini.
^^^**Selasa pagi**^^^
^^^\[**Di Kediaman Apartment**\]^^^
Matahari mulai menerangi kota L.A. menghangatkan udara dingin sisa sisa malam. Dedauanan yang sudah hilang karena sudah dibersihkan kemarin membuat jalanan menjadi lebih bersih. Hiruk pikuk pejalan kaki dan suara kendaraan terdengar beriringgan.
Disebuah balkon apartment duduk seorang wanita yang sedang bersantai sambil menyesap kopinya. Mencoba menikmati pagi itu. Wanita cantik itu menghirup udara pagi yang segar sambil tersenyum kecil dan memejamkan mata sembari menyadarkan dirinya pada kursi malasnya. Mencoba menjalani ritual pagi, Yaitu membayangkan masa depannya, Menjadi pengacara sukses kemudian menikah. Setiap pagi Jessica selalu membayangkan dirinya di masa depan sebagai motivasi dirinya dalam menjalani hari harinya.
“Kau tak perlu menjadi pengacara lagi.”
“Will you merry me?”
Bayangan itu menyerang fikiran Jessica, Membuatnya terkejut di tempat ia duduk dengah wajah sanga kaget.
“**Shit... Shit**... !! "Jessica merutuki dirinya karena mengingat kembali bayangan itu. Jessica membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya sambil memeluk lututnya. Setelah lama dalam posisi itu Jessia perlahan menegakkan tubuhnya kembali dan menghela nafas panjang.
“Okay.. Jess Kau Bisa Melakukannya, Itu hanya Hayalan, itu tidak nyata. Mr.Clay mana mungkin mau melamarmu bodoh."
Dia akan mencari wanita jalang yang labih cocok dengannya. Jessica mengatakan itu sepanjang hari. Sedari pagi Jessica hanya berdiam dalam apartment nya. Dia tidak masuk kerja karena belum ada kasus lain yang masuk setelah kasus Mr.Clay kemarin. Setidaknya dia bisa bersantai sejenak, menonton Tv dan bermalas malasan adalah suatu aktivitas langkah, karena biasanya dia akan sangat sibuk bergulat dengan kasus kasus yang ia tangani di kantor.
Mendengar bawha ada seseorang mengetuk pintu apartmentnya. Dengan malas Jessica bangkit dari sofanya dan berjalan menuju pintu, Dia melihat dari lubang kecil di pintu apartment nya siapa yang datang. Dengan hembusan nafas panjang dia segera membuka pintu untuk orang terseebut.
“Selamat siang.” Sapa Luna dengan sangat senang.
“Astaga Jess ! Kenapa kau berantakan sekali, kau juga belum mandi dari pagi tadi bukan?”
“Diamlah !! Aku sedang menikmati hidupku”
Bentak Jessica sambil bermalas malasan di sofa. Jessica memang sangat berantakan bahkan dia belum mengganti piyama yang digunakan untuk tidur semalam.
“Bukankah kau bilang, kau akan datang nanti sore?”
“Ya aku memutuskan datang lebih cepat, Kau sudah memilih dress apa yang ingin kau pakai nanti Jes ?”
“Belum ! Aku malas ! “
“Jess kau ini, Kau harus terlihat cantik “
“Luna. Mengapa kau terdengar sangat semangat mengenai makan malam ku dengan Mr.Clay.”
“Kenapa tidak, Kau saja yang pergi bersamanya?”
“Kenapa jadi aku?”
“Kau terlihat sangat senang mengenai makan malam ini Luna.”
“Aku senang karena tidak ada yang mengajak mu makan malam sebelumnya Jess dan ini bisa menjadi **menarik**”
“**Menarik** ? Makan malam dengan Pria tua Bastard kau bilang menarik ?”