HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 39



...“No no Im fine” Jessica kembali tersenyum....


...“Are you sure?”...


...“Ya”...


...“Baiklah”...


^^^Mereka beranjak meninggalkan tempat itu dan munuju mobil.^^^


^^^Saat mereka sampai David mengantar Jessica masuk keruangannya.^^^


...“Kau yakin mau lanjut Bekerja?”...


^^^“Iya David, aku yakin. Aku sudah merasa lebih baik”^^^


...“Yasudah kalau begitu”...


^^^“Beritahu aku jika kau butuh sesuatu”^^^


^^^Jessica tersenyum. “Kau berbicara seperti Luna”^^^


...“Maksud mu?”...


^^^“Ya, Luna selalu mengatakan itu ketika aku akan mulai bekerja”^^^


^^^“Well aku bisa menjadi asisten mu” David tersenyum.^^^


...“No. I had One”...


...“Ngomong ngomong dimana dia?”...


^^^“Entahlah.. wanita itu memang sangat suka sekali menghilang”^^^


“Kau yakin tidak apa apa jika aku tinggal sendrian disini?”


...“Ya David its okay”...


^^^“Aku bukan anak balita yang takut jika di tinggal sendiri”^^^


“Baiklah kalau begitu, aku akan kembali ke ruangan ku”


Jessica hanya mengangguk. David mulai berjalan keluar dari ruangan Jessica dan kembali keruangannya.


Dia duduk di kursi kerjanya sembari menghela nafas panjang. Dia kembali mengingat kejadian tadi. Ketika kejadian tadi terlintas di fikirannya. Seketika membuat bulu romanya berdiri. Dia merasa takut.


...“I almost losing you”...


^^^Bisik David pada dirinya sambil menyatukan kedua telapak tangannya berhadapan dengan wajahnya.^^^


Ketika David sedang berdiam diri, bergulat dengan fikirannya, tiba tiba ponselnya bergetar. Dengan segera David mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan membaca sebuah pesan.


^^^Selang beberapa menit setelah membaca pesan masuk seketika itu raut wajah David berubah, rahangnya mengeras, terlihat api amarah di mata David. Dia memegang ponsel itu sangat keras.^^^


Pesan itu dari nomor yang tidak di kenal, Berisikan:


...‘She Took You From Me...


...I Swear To My Self That I Will Make Her In The Same Boat Like Her Beautiful Flower’...


...“ No One Can Touch My Girl” ...


Gumam David.Dengan segera dia menelefon Lucas agar segera menemuinya.


^^^ David beranjak dari ruangannya menuju suatu tempat yang sangat jauh dari jangkauan Jessica.^^^


David menunggu kedatanggan Lucas di lantai atas kantor disana terlihat jelas pemandanggan Kota L.A. Tak lama berselang. Lucas pun sampai di tempat dimana David sudah menunggunya.


...“You need me?”...


^^^“Yes” David menatap Lucas dengan Tajam dengan rahang yang mengeras.^^^


...“Are you okay bos? You look”...


^^^“Shut up luke. Dengarkan baik baik. Aku ingin kau melacak nomor ini”^^^


David memberikan sepucuk kertas kecil yang berisikan nomor ponsel misterius.


...“Okay, and ?”...


^^^“Dan aku tidak mau mendengar mu atau melihat mu sampai kau tahu siapa pemilik nomor itu”^^^


...“Okay. Ill try my best”...


“And remember. No one know about this”


...“Okay Boss”...


^^^Lucas meninggalkan David sendirian yang sedang berdiri sendirian diatas atap kantor dengan pandangan lurus ke depan.^^^


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


^^^“Hay my love” sapa Luna sambil memasuki ruangan Jessica.^^^


...“Hai Lun”...


^^^“Aku fikir kau sudah lupa jalan untuk kembali kesini”^^^


...“Maafkan aku” Luna tertawa....


“Makan siang bersama Lucas membuat ku menjadi lupa semuanya Jess”


^^^“Aku tidak berduaan dengan dia. Aku bersama pegawai lainnya”^^^


...“Ohyaa..?” Tanya Jessica yang terkejut....


^^^“Ya. Pada saat kami ingin pergi tiba tiba saja beberapa pegawai menghampiri dan bertanya apakah kami ingin keluar makan siang? Kami menjawab ya dan akhirnya mereka meminta untuk ikut makan siang bersama.”^^^


...“Wow pasti ramai”...


“Tentu, kita terlalu asik cerrita sampai lupa waktu. Itu kenapa aku terlambat untuk kembali ke ruangan ku “


...“ Ya baiklah Lun “ Jessica tersenyum....


...“Dan kau? Bagaimana makan siang mu?”...