HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 5



“Selamat Pagi Ms. France.”


“Selamat Pagi Mr.Clay.”


“Wow Jessica, kau terlihat sangat cantik malam ini.”


“Ah ini hanya penampilan formal Mr.Clay


Oh, iya ada apa anda mengajak saya makan malam?”


Mr.Clay mengambil nafas panjang dan menghembuskannya lembut sebelum kembali berbicara.


“Entah mengapa Jessica, setiap aku bertemu kau, aku merasa nyaman, setiap kali aku mengobrol dengan mu aku merasa , Aku terhubung dengan mu Jess.”


Terdiam sejenak, Mr.Clay menatap dalam Jessica.


“Aku menyukai mu Jessica “ Will You Marry Me” ?”


Tanya Mr. Clay dengan lembut sambil membuka sebuah kotak kecil berisi cincin permata yang sangat indah. Jessica terkejut sambil bergantian menatap cincin itu bersamaan dengan Mr.Clay.


“Oh.. My God Mr.Clay its so beautifull."


Jessica tidak bisa berkata kata lagi.”


“Yess.... Beautifull like you, and Jess please call me Bob not Mr.Clay.. so you answer?”


“Well thank you Mr.Clay ..ups. Maksud ku Bob, Thank you so much untuk semua ini dan untuk jawabanya tentu saja Bob !!” Kata Jessica sambil tersenyum manis.


Terlihat sangat senang. Mr.Clay memakaikan cincin itu pada Jessica. Terlihat sangat indah pada jemari Jessica.


“Jess apa pun yang kau inginkan aku akan memberikan, apa pun itu Jess.”


“Kau sangat baik Bob, Tterimakasih.”


“Ya dan kamu tidak usah lagi bekerja. Aku bisa menghidupi mu bahkan lebih baik lagi sayang, jadi kau tak perlu lagi menjadi pengacara.”


Seketika senyuman Jessica menghilang dari wajahnya, berganti dengan wajah yang sangat datar. Dalam pikirannya tergiang kata “ kamu tidak perlu lagi menjadi pengacara” Berkali kali.


“Jess?


Baby?? Are you okay?”


“Jess.”


“Jessica.” Terdiam selama 20 menit lamanya.


“Ms. Jessica France !!!.”


“Kamu tidak apa apa? Kamu dari tadi hanya menatap dengan kosong keluar jendela dan kadang kamu tersenyum sendiri Ms. France.”


“Oh..ya ? Maaf saya tadi sedang memikirkan sesuatu.”


“Baiklah kalau begitu, kita sudahi sampai di depan apartment anda Ms.France.”


Jessica langsung melihat sekelilingnya menyadari bahwa memang mereka sudah sampai di depan apartment nya.


“Thanks Will.”


“Tentu saja nyonya.”


Jessica keluar dari mobil dengan wajah tidak percaya pada apa yang baru saja dia lamunkan. Dia sudah sering melamun, Tetapi ini yang paling buruk menurutnya.


“What The **** Jess ?” . Tanyanya pada dirinya sendiri.


“Apa kau sudah tidak waras??”


Tanyanya kembali pada dirinya sendiri sambil berjalan memasuki lobby apartmentnya dan dia berjalan ke arah lift. Dia menekan tombol naik pada pintu lift, kemudian pintu lift terbuka.


Jessica masuk bersamaan dengan seorang wanita dan seorang anak kecil yang tampaknya mereka adalah ibu dan anak. Di dalam lift. Jessica masih memarahi dirinya sendiri karena menciptakan bayangan mengerikan itu.


“Dan kau menerimanya Jess !”


“Kau Menerimanya Jess !!”


“Dasar Wanita Bodoh.”


Bicara Jessica pada dirinya sambil menundukkan kepala dan tangannya mengurut urut keningnya seperti orang yang sedang frustasi.


Anak kecil yang ternyata memperhatikan Jessica dari tadi mulai ketakutan karena anak itu mengira Jessica orang gila.


“Mom, Wanita itu berbicara sendiri Mom.”


Segera ibu dan anak itu melihat ke arah Jessica dan mendapati bahwa anaknya benar . Jessica terlihat sedang komat kamit sendiri dan terlihat sangat setress.



Mengira Jessica benar benar orang gila. Ibu itu langsung mengeratkan genggamannya pada anaknya serta menarik juah anaknya dari Jessica. Ketika lift berdenting dengan segera ibu itu terlihat sangat ketakutan ketika keluar dari dalam lift, Pintu Lift kembali tertutup dan kembali berjalan naik.



Jessia masih heran ada apa dengan ibu yang tadi. Ketika akhirnya sampai di lantai apartmentnya Jessica pun keluar dari lift berjalan menuju kamar apartmentnya. Ketika memasuki apartment nya. Jessica langsung menjatuhkan tubuhnya pada sofa besar yang ada di ruang Tv sambil memejamkan matanya. Dengan menghela nafas ia kembali bergulat dengan dirinya mengenai lamunannya ketika di mobil tadi.