![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
“Hmmm.. aku juga berfikiran sama dengan mu dan itu membuat ku gugup.”
“Ayolah Jes..kau sudah seringg berhadapan dengan klien Jess. Harusnya kau sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.”
“Entahlah Luna. Aku merasa ini berbeda dan akan berjalan dengan cara yang berbeda.”
Luna menghela nafas “Sudahlah. Kita lihat saja nanti.”
Jessica sangat gugup sehingga membawanya dengan ucapan Mr.Clay tempo lalu.
“Ini Adalah Sesuatu Yang Besar Ms.France. Ini Akan Mengubah Hidup Dan Karir Mu.”
“Jess... Jess...”
“Ya.. ya apaaa?” Jessica tersadar dari lamunannya.
“Disaat begini kau masih bisa melamun ?”
“Hey, Aku sudah tidak melamun sejak kemarin dan tadi pagi aku yang biasanya mempunyai ritual khusus membayangkan diri ku dimasa depan dan itu juga terlewatkan. Akhir akhir ini selama kita berurusan dengan kedua pria keluarga Clay itu aku juga jadi jarang melamun lagi.” Tegas Jessica membela diri.
Luna tertawa geli “Okay okay... maafkan aku tukang melamun.” Ejek Luna sambil tertawa.
Jessica membalas dengan manatap wajah Luna dengan wajah cemberut.
Ketika mereka berdua sedang saling bercanda. Ttiba tiba.
...Tok..... Tok..... Tok..... ...
Mendengar suara itu. Kedua wanita itu saling menatap dengan wajah terkejut. Jessica segera berlari ke mejanya dan duduk disana diikuti Luna yang duduk disamping Jessica layaknya sekertarisnya.
“Masuk.” Pinta Jessica dengan lembut.
Terbukalah pintu ruangan Jessica dan masuk dua pria tampan satunya terlihat paruh baya dan satunya lebih muda sangat tampan. Dua duanya mengenakan setelan rapi layaknya Bos dari suatu perusahaan besar.
“Selamat siang Ms.France... Ms.Patson”
“Selamat siang Mr.Clay.” Jawab Luna dan Jessica bersamaan.
“Ohh ya, Perkenalkan ini putera ku, mungkin Jessica sudah mengenalnya.”
Melihat puteranya hanya terlihat berekspresi dingin. Mr.Clay menyikut David memberi tanda agar tersenyum. Dengan terpaksa David pun tersenyum.
“Selamat siang nona nona.” Sapa David dengan suara berat. Kedua wanita itu membalas dengan mengangguk dan tersenyum ramah.
Kedua pria itu pun duduk di depan meja Jessica.
“Well Mr.Clay, Apa yang ingin anda bahas hari ini?”
“Bukan saya yang akan banyak bicara hari ini melainkan putera ku. David !” Mr.Clay memalingkan wajahnya ke David memberi tanda agar mulai berbicara.
David menghela nafas “ ***Aku kemari untuk meminta maaf lagi mengenai kejadian kemarin malam dan***.” seketika David terdiam.
Melihat puteranya terdiam Mr.Clay pun menambahkan “Dan ?”
“Dan kejadian tadi pagi ketika aku mengatakan kalau kau tak punya sopan santun” Lanjut david dengan wajah malas.
Jessica terkejut dengan pernyataan David dan kemudian menanggapi.
“Ahh.. tidak apa apa Mr.Clay, Lagi pula sudah terjadi dan sudah berlalu, aku juga sudah melupakan.” Jawab Jessica sambil tersenyum ramah.
“Kau terlalu ramah Jessica, Akui saja kalau memang putera ku ini brengsek.”
David melihat ke ayahnya dengan wajah terkejut. Dia tidak percaya ayahnya mengejeknya di depan wanita wanita ini.
Jessica tertawa sebelum menjawab Mr.Clay.
“Tidak apa apa Mr.Clay. lagi pula saya juga merasa saya yang terlalu sensitif mengenai hal itu.”
“No Im not Mr.Clay.” Jessica tersenyum ramah.
“Well Okay by the way Dave masih ada yang ingin kau katakan?” Tanya ayahnya sambil memberi tanda.
David menghela nafas “ Dan sebagai permintaan maaf, Aku ingin mengajak mu keluar besok malam. Apakah kau bersedia ?”
“Emm.. Well. Apakah kau yakin?”
“Ya” Jawab David singkat dengan ekspresi datar.
“Well sure.” Jawab Jessica gugup
Mr.Clay tersenyum lebar mendengar itu.
“Well masalah yang satu selesai. Masih ada satu pertanyaan lagi untuk anda Ms.France.”
“Emm apa itu Mr.Clay.”