HASTA KARYA [ END ]

HASTA KARYA [ END ]
BAB 1



Jessica juga sempat merapikan rambutnya yang ia jepit setengah agar terlihat lebih rapi. Dentingan lift membuatnya menghentikan aktivitasnya itu dan segera berjalan keluar. Ketika ia berjalan melewati meja resepsionis lalu menyapa nya dengan senyum manis yang ia miliki “Selamat Pagi Ms. France”.


Membalasnya dengan senyuman dan anggukan Jessica yang terus berjalan menuju ruangannya.


Ruangan Jessica beada di ujung koridor. Ketika Jessica sampai di depan ruanggannya ia sempat berhenti sejenak menatap pintu itu. Ada papan nama kecil bertuliskan nama Jessica France.


Entah mengapa ketika melihat itu ada perasaan bangga dan sedih bercampur dalam dirinya. Dengan hembusan nafas lembut, dia pun memasuki ruangannya. Ruangan itu cukup nyaman, ketika memasukinya akan terlihat meja kerja ,terdapat rak rak buku, model ruangan yang sangat mewah.


Ketika Jessica memasuki ruangannya ia langsung terpana ke sofanya melihat bahwa sekretarisnya itu akan mengomel. Jessica menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya keras sambil berjalan ke arah mejanya dan duduk disana.



Luna masih terikat ke arah Jessica tajam. Jessica menatap Luna dari atas sampai bawah. Sekretarinya yang berkulit sawo matang tinggi, berambut pirang, itu memang cantik di tambah penampilannya yang sangat rapi dengan kemeja blue buttondown, blazer dan boots yang membuatnya sangat terlihat profesional.


Jessica menarik nafas dalam dan menghembukannya lembut untuk menenangkan pikirannya dan mulai membuka percakapan.


“Ada apa Luna?”


“Kau terlambat 5 menit Jess !!”


Sial ketepatan dan profesional Luna kadang memang bisa membuat siapa saja yang bekerja dengannya tercengang. Luna adalah wanita yang sangat terjadwal dan teratur, Luna sangat membenci istilah terlambat. Baginya terlambat itu sebuah bencana jika terjadi.


“Sorry Luna, Traffic Light”


“Traffic Light ??.. Hell Jess aku mengecek jalur yang akan kau lalui pagi ini Jess and no traffic light, itu mengapa aku mengirim saran jalur perjalanan pada Will agar dapat mengantarmu tanpa terkena macet !! C’mon Jess...”


“Okay Okay aku memang agak terlambat hari ini, itu saja.”


“Ya lambat, karena telah menghabiskan waktumu dengan hanya melamun dan lupa caranya kembali ke dunia nyata ! akuilah Jess itu tidak sehat.”


“Aku tahu Luna, tapi aku tidak bisa menghilangkannya itu bagian dari diriku dan itu terjadi dengan spontan, jika aku bisa menjadwalnya akan ku cubo nanti.” Ejek Jessica.


“Jika klien atau siapapun tau bahwa kau punya kebiasaan melamun seperti orang bodoh percayalah orang orang akan mengira kau orang gila.”


Mendengar iu Jessica tertawa.


“Ya sayangnya aku mungkin juga sudah mulai gila karena menganggap itu normal”


“Well. Setiap orang punya persepsinya masing masing Luna....ohya dan ada apa dengan klien kita?”


“Bagus kau bertanya. Tadi pagi Mr. Bob Clay menghubungiku dan mengatakan bahwa dia ingin segera menyelesaikan masalah dengan mantan istrinya itu.”


“Mr.Clay?? Bukannya jadwal bertemu dengannya lusa seingat ku?”


“Kenapa? Dia ingin cepat resmi cerai agar dapat menikahi selingkuhannya itu?”


“Mungkin, Kalau kau ingin tahu langsung saja kau bertemu dengannya.”


Jessia terkejut. “Dia disini??”


Sambil melihat jam ditangannya Luna memastikan waktu kedatangan Mr.Clay tadi.


“Dari 32 menit lalu !!”


“Okay Okay Ms.Perect !!!”


Setelah mengambil berkas berkas yang diperlukan mereka pun keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruangan meeting yang sudah di tentukan oleh Luna.


Sesampainya di depan ruang meeting, ketika memasuki ruangan, mereka medapati disana sudah terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk berasntai di sofa. Pria bersetelan rapi, berkulit putih dan berambut pirang sembari menggenggam gelas yang berisi bir.


Ketika mendapati kedua wanita itu sedang menatapnya, dia menarik senyum selebar mungkin sambil menatap balik.


“Aa.. Akhirnya, aku kira kalian tidak datang.”


“Tentu tidak . Mr.Clay” Sapa Jessica dengan tersenyum pada Mr.Clay”


“Selamat pagi Jessica, wow !!! You look georgous.”


“Well thank you Mr.Clay.”