![HASTA KARYA [ END ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/hasta-karya---end--.webp)
Sementara ketiga sahabatnya itu masih berada di tempat Rental Games.
^^^Salah satu dari mereka menghampiri Kinan yang pada saat itu masih membeku.^^^
...“Bersihkan baju mu dan segeralah pulang.”...
...“Fahri akan aman bersama kami”...
Seorang laki laki yang menjulurkan tangannya memberikan sehelai sapu tangan sembari duduk di samping Kinan.
^^^“Ini, Pakai lah untuk mengelap wajah dan pakaian mu yang sudah basah”^^^
Galih memberikan sapu tangannya sambil tersenyum namun Kinan membalas dengan tatapan heran.
...“Aku Galih teman Fahri”...
^^^“Tenang aku tidak akan melakukan hal hal aneh seperti yang Fahri lakukan kepada mu”^^^
Ucap Fahri sambil menghibur Kinan.
Kinan menatap Galih dengan tatapan heran yang sulit untuk diartikan, baru kali ini dia di perlakukan dengan begitu sopan dan merasakan sebahagia ini.
Perlakuan yang begitu sopan dan hangat.
...“Te...terimakasih”...
Ucap Kinan sembari mengambil sapu tangan pemberian Galih . sambil berdiri meninggalkan tempat itu.
...“Sepertinya aku harus pergi” ...
sebelum Kinan pergi ia sempat menolah ke arah Galih dan berkata.
...“Kamu sangat keren”...
^^^ sambil tersenyum menyembalikan sapu tangan pemberian Galih.^^^
^^^“Hahaha..... tentu saja. Kau juga keren Kinan” ^^^
^^^Balas Galih yang tertawa oleh sikap manis Kinan.^^^
...“Keren ??” ...
^^^Ulang Kinan yang heran dan bertanya pada dirinya.^^^
...“Apakah aku sekeren yang dia ucapkan” ...
Kinan tersipu malu.
Mereka tertawa terbahak bahak dan entah apa yang sebenarnya yang sedang mereka tertawakan. Tetapi bagi wanita itu ini adalah sebuah hadiah yang sangat berharga untuk nya tentunya untuk hari ini karena hari ini cukup melelahkan.
Rino dan Zeus menghampiri Galih.
^^^“Fahri nampaknya begitu kesal. Sebaiknya kita menyusul dia” ^^^
sementara itu Zeus yang melihat Kinan sontak membuatnya ikut ikutan kesal.
Bentak Zeus. Sementara Kinan masih bingung dengan perkataan Zeus.
...“Sudahlah Ayo kita pergi sekarang” ...
Ajak Galih kepada dua orang temannya untuk meninggalkan tempat.
...“Bye Kinan kami harus menyusul Fahri” ...
Hanya di balas dengan anggukan oleh Kinan dan Rino yang meraih tangan Galih untuk masuk ke dalam mobil.
Dengan melaju cepat mobil sport berwarna merah itu menghilang yang diikuti oleh Kinan yang juga pergi dari tempat itu.
...“Terimakasih Galih” ...
Kinan yang teringat oleh sikap manis Galih tersenyum tersipu malu, Terlukis jelas di wajahnya.
...Tring... Tring... Tring......
Suara ponsel berdering dari dalam saku celananya. Segera mungkin Kinan membuka ponselnya dan melihat alarm.
...“Gawat !!!”...
...“Aku Terlambar Lagi !!”...
...“Tamatlah riwayat ku !” ...
Gerutunya pada dirinya yang berlari menghampiri mobilnya dengan cepat ia segera menginjak gas mobil membelah jalan raya yang cukup sesak pada sore itu.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
^^^Sabtu, 22 Agustus 2019^^^
Fahri menarik nafas panjang jika mengingat sikapnya kepada Kinan yang begitu kasar kepada seorang wanita. Bagaimana pun ia juga seorang wanita dan sudah selayaknya wanita harus di hormati dan di perlakukan dengan lembut.
...“Aarggghhhhh..... Kenapa aku begini !” ...
Fahri yang menyesali perbuatannya itu.
Namun ulah Kinan yang membuatnya seratus persen kesal. Sudah membuat rencana yang ia susun dalam beberapa hari hancur begitu saja hanya dengan sekejap. Mungkin ini adalah hal aneh bagi Kinan dan hanya Fahri serta ketiga temannya yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
^^^Sontak Fahri merebahkan tubuhnya dengan menjatuhkan tubuhnya di kasur yang berukuran kingsize miliknya.^^^
Tring...
Sebuah notif pesan yang masuk. Dengan segera Fahri membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya.
^^^From : Kinan.^^^
“Selamat malam tuan. Maaf jika saya menggangu. Saya sudah menyimpan obat tuan di dalam lemari es”
Fahri hanya membaca tanpa membalas pesan dari Kinan. Ia menarik selimut dan mematikan lampu kamarnya agar sedikit redup.
“Dasar Bodoh” Gumam nya dengan kesal terhadap ulah Kinan.