
Lana 94
"Congratulatioonnnn, My Brotheeerrrr!!!" Teriak Lucian sambil mengangkan gelas wine nya.
Dan semuanya pun iku mengangkat gelas wine nya menyambut pesta pernikaha Adrian dan Lana.
"CHEEERRRSSS!!!" teriak Lucian lagi.
Lalu mereka pun meminum wine mereka dan menikmati pesta meriah itu dengan kebahagiaan.
Adrian dan Lana tampak berdansa bersama dengan mengikuti musik slow yang dimainkan oleh pemusik.
"Kita akan langsung akan berbulan madu?" tanya Lana.
"Ya," jawab Adrian mencium bibir Lana.
"Ke mana?" tanya Lana.
"Ke resort pantai milik keluargaku. Kita tak perlu ke luar negeri karena itu akan memakan waktu terlalu lama," jawab Adrian.
Lana tertawa lirih dan kemudian Adrian menghentikan gerakan dansanya dan menggendong Lana.
"Pesta belum selesai," ucap Lana.
"Selesai untuk kita. Mereka akan tetap berpesta meskipun kita pergi," jawan Adrian.
Tampak sorak sorai menyambut kedua pengantin yang sudah tak sabar melakukan malam pertama mereka.
"Ya Tuhan ... Kau membuatku malu, Adrian," ucap Lana yang menyembunyikan wajahnya di leher Adrian.
Adrian hanya tersenyum dan keluar dari keramaian pesta itu. Adrian masuk ke dalam mansion dan kemudian naik ke lantai atas.
"Hei, bukankah kita akan langsung ke resort?" tanya Lana.
"Ya, setelah aku menuntaskannya di sini terlebih dulu," jawab Adrian yang membuat Lana tergelak.
Setibanya di kamar, Adrian langsung mengunci pintunya dan membawa Lana ke atas ranjang.
Adrian memagut bibir Lana tanpa ampun lagi. Adrian membuka resleting gaun Lana yang ada di bagian samping.
"Oorrgghh ... I want you so bad. Dan aku menunggu hal ini sangat lama," kata Adrian sembari menyusuri leher dan dada Lana yang kini sudah terbuka.
Adrian berdiri dan menarik pelan gaun pengantin Lana dari bawah.
"Bolehkah aku mengumpat? Gaun ini susah sekali dibuka," kata Adrian.
Lana tergelak dan mengulurkan tangannya pada Adrian.
"Angkat aku," kata Lana dan Adrian menarik tangannya.
Lalu dengan mudahnya Lana menurunkan gaunnya itu hingga akhirnya terlepas dari tubuh rampingnya.
Tangan Adrian mengangkat tangan Lana ke atas dan mulai menyusuri tubuhnya.
Pemanasan tak berlangsung lama karena Adrian sudah tak bisa menahan lagi hasratnya yang sudah memuncak.
Adrian memasuki adegan itu dengan cepat dan bergerak liar.
"Aaahhhhh ..." desahnya keras yang kemudian memagut kembali bibir wanita yang kini sudah menjadi istri sah nya itu.
Tubuh mereka bergerak seirama dan Lana memegang erat bahu Adrian.
Nafas mereka terdengar cepat dan bersahutan. Adrian memegang dan mengapit dua paha Lana dan kembali bergerak maju mundur hingga akhirnya mereka mencapai puncaknya bersama beberapa menit kemudian.
"Kita akan melanjutkan lagi nanti. Aku benar benar tak akan melepaskanmu, Baby," bisik Adrian di telinga Lana.
"Aku sangat menikmatinya. Thank you," sahut Lana.
Adrian kemudian menatap lekat mata Lana dan tersenyum.
"Bersiaplah untuk sesi selanjutnya," jawab Adrian.
"Aku sangat siap," ucap Lana tersenyum miring.
Adrian tertawa pelan dan memeluk Lana sebentar sebelum mereka mandi.
"Berapa lama kita berbulan madu?" tanya Lana.
"6 bulan," jawab Adrian.
"What? Kau gila? Itu bukan bulan madu namanya," jawab Lana.
"Kita tak bertemu selama 6 tahun jadi aku akan mengganti moment kita selama 6 bulan penuh tanpa gangguan. Kita akan pergi ke beberapa negara," kata Adrian.
Lana tersenyum dan mengecup bibir Adrian.
"Hmm, kita memang sepakat dengan hal itu termasuk menunda kehamilan sebentar, tapi aku tak menyangka kita akan berbulan madu selama enam bulan," jawab Lana tersenyum.
"Hmm, aku ingin menciptakan lebih banyak kenangan bersamamu. Kita telah membuang waktu 6 tahun dan aku ingin menggantinya. I love you, Baby. I love you so much," kata Adrian.
"I love you too, Honey," jawab Lana.
TAMAT ...
(Konflik Lana dan Adrian memang cuma di perpisahan mereka aja. Kasian kalo dikasih konflik lagi.. nanti Adrian stress klo dikasih konflik banyak2...wkwkkwk)
Makasih semuanya yang udah ngikutin novel ini sampai tamat.. klo ada waktu nanti dikasih bonus chapter ya..
Jangan lupa baca BEAUTIFUL MAID AT BILLIONAIRE PENTHOUSE