FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 66



ZN 66


"Aku sudah tahu mengenai Lune dari Mommy. Dan aku tahu pasti itu alasanmu meninggalkanku dulu. Dan aku kecewa padamu karena kau tak mengatakan hal itu padaku. Kau tak berbagi bebanmu padaku dan itu membuatku berpikiran bahwa kau memang tak serius denganku," lanjut Adrian.


"Lalu apa maumu sekarang? Kau ingin aku menebus kesalahanku padamu?" tanya Lana.


"Aku ingin kita memulai dari awal. Kau tahu aku sangat tak suka bertele tele dan itulah keinginannku. Aku masih menyukaimu. Jika pun kau sudah memiliki kekasih sekarang, aku akan berusaha memutuskan hubungan kalian," jawab Adrian.


Lana mengerutkan keningnya.


"Kau seorang playboy. Itu yang dibilang aunty Beau padaku. Apakah ucapanmu bisa dipercaya?" Sahut Lana.


"Bisakah tak membahas itu? Ini tentang kita dan bukan tentang yang lain," jawab Adrian.


"Kau masih menyukaiku?" Tanya Adrian pada Lana.


Lana tak menjawab langsung.


"Aku bertanya padamu. Jawablah," kata Adrian.


Lana menunduk dan menghindari tatapan Adrian.


Lalu Adrian memegang dagunya dan mencium bibirnya perlahan. Ciuman itu bagaikan aliran listrik di tubuh Lana.


Dan Lana tak menyangka efek Adrian masih begitu besar padanya, terutama sentuhannya.


"Aku membantumu untuk menjawab pertanyaanku," lirih Adrian.


"Aku tak percaya kau masih menyukaiku. Kau sudah bermain main dengan banyak wanita selama 5 tahun ini, bukan?" Sahut Lana akhirnya.


"Jika kau menyukaiku seharusnya kau lebih keras mencariku. Tapi kau tak melakukan hal itu," lanjut Lana.


"Ya, kau benar. Seharusnya aku mengerahkan kemampuanku untuk mencarimu dan nasib hubungan kita tak menjadi seperti Louis dan Lune," jawab Adrian.


Lalu Adrian memengan tangan kiri Lana dan mencium punggung tangannya.


"Jadi ini bukan salahku," kata Lana.


"Baiklah, ini salahku dan kau tak pernah salah apa pun. So?" ucap Adrian yang sedari tadi menunggu jawaban Lana.


"Akan kupikirkan," jawab Lana akhirnya.


"What?? Apa yang harus kau pikirkan lagi?" Sahut Adrian.


"Aku tak bisa begitu saja menerimamu kembali. Sudah 5 tahun berlalu dan bisa saja kau telah berubah. Bagaimana jika tiba tiba ada wanita yang hamil anakmu?" Ucap Lana yang membuat Adrian heran lalu tertawa.


Lana mengangguk dan menunduk kembali.


"Oke, baiklah. Kita akan memulainya kembali dari awal dan aku akan mengejarmu lagi," kata Adrian.


Lana melihat ke arah Adrian. Dia menatap mata pria tampan itu dan ia melihat kesungguhan di sana.


"Bagaimana jika aku meninggalkanmu lagi karena sesuatu?" tanya Lana.


"Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi," kata Adrian.


Lalu wajah Lana terlihat sedikit menahan sakit dan Adrian melihatnya.


"Tanganmu sakit?" tanya Adrian.


"Hmm, pisau itu hampir memotong nadiku," jawab Lana dan kemudian menyandarkan kepalanya ke bantal.


"Aku benar- benar akan membuat perhitungan dengan wanita itu. Dia sahabatmu yang pernah kau ceritakan dulu, bukan?" Ucap Adrian membantu Lana merebahkan tubuhnya.


"Hmm, tak usah membahasnya. Aku sangat membencinya sekarang," kata Lana.


"Kapan kau boleh pulang?" tanya Adrian.


"Besok," jawab Lana lirih sembari menutup matanya.


CUP


Adrian mengecup bibir Lana tanpa permisi.


"Aku masih belum menerimamu, Adrian," ucap Lana.


"Aku tak bisa membiarkannya menganggur begitu saja," jawab Adrian.


CUP


Adrian kembali mencium bibir Lana lagi. Bahkan kali ini, Adrian juga menjilatnya.


"Adrian ... Please ..." protes Lana dengan wajah kesalnya.


CUP CUP CUP CUP CUP


Adrian justru semakin mengecup bibir Lana bertubi tubi.


"Kau tak suka kucium? Maka aku akan terus dan terus menciummu sampai kau menikmati ciumanku," ucap Adrian dan mengakhirinya dengan sebuah ciuman lagi.