
Lana Adrian 84
Keesokan paginya, seperti biasa Lana berangkat kuliah dengan berjalan kaki dari asramanya.
Dari arah jauh tampak Adrian berlari ke arahnya.
"Hei, sorry. Aku terlambat," ucap Adrian ngos ngosan.
"Aku tak menunggumu," jawab Lana sambil berjalan.
Lalu Adrian menyodorkan sebuah bungkusan pada Lana.
"Sandwich dan kopi. Kau pasti belum makan pagi," kata Adrian.
Lana berhenti berjalan dan menatap Adrian.
"Jangan seperti ini padaku. Aku sangat tak bisa menolak kebaikan seseorang," kata Lana.
"Ambillah. Kau tak akan konsentrasi belajar jika perutmu kosong," jawab Adrian dan menaruh bungkusan serta kopi itu ke tangan Lana.
Lalu pria itu berbalik pergi. Kemudian Adrian menoleh kembali.
"Nanti kita makan burger di taman, oke?" Teriak Adrian agak jauh.
Lana tak menjawab apa pun dan berjalan kembali menuju kelasnya.
"Mengapa dia begitu menyukaiku? Apakah aku harus berdandan jelek agar ia tak melirikku lagi? Dia tampan, baik, royal dan aku tak akan bisa terus mengabaikan jika sikapnya sebaik ini padaku. Ck," gumam Lana lirih.
Lalu Lana masuk ke dalam kelasnya dan duduk di bangku terdepan karena masih tak ada mahasiswa yang datang.
Jadwal kuliahnya masih setengah jam lagi dan tadinya ingin digunakan Lana untuk berlajar.
Tapi hal itu berubah karena ia akan memakan sandwich yang diberi oleh Adrian tadi.
"Hmm, enak. Di mana dia beli sandwich setebal ini?" gumam Lana sambil mengunyah.
Setelah menyelesaikan makan paginya, Lana langsung belajar sebelum ujiannya dimulai.
*
*
Adrian melambaikan tangannya dari jauh pada Lana. Pria itu tampak duduk di atas rumput hijau bersama beberapa temannya.
Lana menghampirinya lalu Adrian mengulurkan tangannya.
"Di sini, duduklah di sebelahku," kata Adrian ketika Lana memegang tangan Adrian.
"Wooww, secepat ini? Kemampuanmu menaklukkan wanita memang tak diragukan lagi, Adrian," celetuk Bobby -- salah satu teman Adrian yang duduk bersamanya di sana.
"Hei, Lana. Aku Britney. Jangan dengarkan ucapannya. Adrian adalah pria yang baik," ucap salah seorang wanita di samping Bobby yang tak lain adalah pacar Bobby.
Lana tersenyum dan mengangguk.
"Ini burgermu," ucap Adrian di sebelah Lana.
"Aku masih kenyang. Sandwich yang kau bawakan tadi sangat banyak. Jadi aku masih sedikit kenyang," jawab Lana berusaha santai.
"Kalau begitu bawalah pulang," katq Adrian.
Lana hanya mengangguk.
"Oh ya, kau menyebqrkan rumor bahwa kita berpacaran?" tanya Lana.
"Hmm," jawab Adrian mengangguk sambil memakan burgernya.
"Untuk apa? Kau sudah gila?" tanya Lana.
"Agar tak ada yang mengganggumu selain aku. Jadi kau bisa fokus kuliah jika tak ada pria yang menggodamu, bukan?" sahut Adrian yang ditanggapi dengan tawa oleh teman- temannya.
"Itu tak ada hubungannya," jawab Lana.
"Aku menyukaimu jadi aku akan mengejarmu sampai kau menerimaku. Dan ku tak ingin ada gangguan dari pria mana pun selagi aku mengejarmu," kata Adrian dengan santainya.
"Oh my ... Kau dominan sekali dan sepertinya tak bisa dibantah. Kau tak boleh melalukan hal itu, Adrian. Itu artinya kau sangat egois," jawab Lana.
"Ya, aku sangat egois dalam hal dirimu," sahut Adrian tersenyum.
"Kau tak akan rugi menerimanya, Lana. Service act nya akan membuatmu meleleh," timpal Britney.
"Thank you, Brit. Kau memang teman terbaikku, tak seperti pacar tengikmu itu," sahut Adrian menyindir Bobby.