
AL 62
"Aku dan Louis akan mengantarmu ke mansion Aunty Beau setelah ini," ucap Lune.
"Oke," jawab Lana sambil mengunyah makan paginya.
"Kau tak bekerja hari ini, Lana?" tanya Lune.
"Tidak. Perusahaan memberiku waktu berbenah selama 3 hari," jawab Lana.
Lalu Louis tampak baru datang dari arah ruang kerjanya.
"Hei, kau tak menungguku?" tanya Louis.
"Aku sudah sangat lapar. Sorry, Honey," jawab Lune.
Lalu Louis mengecup bibir Lune dan duduk di sampingnya.
Terpancar kebahagiaan di wajah Lune dan Louis. Lana ikut bahagia melihat hal itu.
Dia sangat menyesal memisahkan dua insan yang saling mencintai ini karena dia tak terlalu paham dengan hubumgan Lune dan Louis kala itu.
*
Setelah makan pagi bersama, mereka bertiga keluar dari mansion dan menuju mobil.
Dari balik semak pohon di dekat taman, Lana melihat kaki yang terjulur dekat dahan pohon.
Lana yang berjalan agak jauh di belakang Lune tampak menyusul Lune dengan berlari kecil karena dia merasakan feeling yang tak enak.
"Lune!! Awas!!" Teriak Lana ketika ada seseorang dari balik tanaman besar itu akan menyerang Lune dengan pisau di tangannya.
Lana mendorong orang itu dengan keras hingga ikut terjatuh.
Pisau itu mengenai tangan Lana hingga mengucur darah segar dari tangan kanannya.
"LANA!!" teriak Lune mendekati Lana begitu juga dengan Louis.
Lana membuka tudung wajah orang yang akan menyerang Lune.
"Claire??" Ucap Lana dan Lune dengan cepat menyeret kaki Claire agar tak menyakiti Lana.
"Kau belum selesai bermain main denganku, hah???" Teriak Lune emosi dan membenturkan kepala Claire ke tanah.
Louis memanggil security dan menyuruh mereka membawa Claire ke kantor polisi karena dia ingin memprosesnya secara hukum.
"LOUIS!! TOLONG DENGARKAN AKU DULU!!! AKU MENCINTAIMU, LOUIS!!" teriak Claire ketika securitt membawanya keluar dari gerbang.
"Dia benar - benar gila," ucap Lune sembari membantu Lana berdiri.
"Kita bawa Lana ke rumah sakit," kata Lune lagi.
"Hmm, ayo cepat," sahut Louis dan Lune membuka jaketnya lalu membalut luka di tangan Lana agar darah di tangan Lana tak mengalir lagi.
Mereka kemudian pergi ke rumah sakit terdekat.
"Lihat saja nanti. Akan kubalas kau berkali kali lipat, Claire," gumam Lune marah sembari memeluk Lana.
"Lune, jangan sampai kau emosi hanya karena ini," jawab Lana.
"Hanya kau bilang? Lihatlah tanganmu. Dan tadi dia ingin menyerangku, Lana!!" Bentak Lune kesal karena Lana menganggap ini sebagai hal yang sepele.
"Diamlah, tanganku sangat sakit," sahut Lana.
"See? Dan tadi kau bilang bahwa ini 'hanya'," jawab Lune emosi.
Tak lama kemudian, mereka tiba di rumah sakit dan langsung turun menuju ruang emergency.
Lana di bawa masuk ke sebuah ruangan sedangkan Lune dan Louis menunggu di depan.
"Dia tak apa - apa. Tenanglah," kata Louis menenangkan Lune yang sejak tadi mondar mandir.
"Aku tak bisa tenang. Aku ingin wanita itu dihukum seberat-beratnya," ucap Lune emosi.
Louis memeluk Lune agar sang istri sedikit lebih tenang.
"Ya, dia tak akan bisa lolos sekarang karena perbuatannya sudah melanggar hukum," sahut Louis.
"Aku justru ingin memakai hukum rimba untuk membalasnya. Aku benar - benar kesal, Louis," ucap Lune yang masih dipenuhi dengan emosi.