
Bab 75
Tiga hari berlalu, dan Adrian masih setia menunggu Lana di rumah sakit.
Adrian menjaga Lana sore sampai menjelang pagi. Dan ia masih menemani Lana tidur di ranjang berdua meskipun Lana keberatan dengan hal itu.
Sedangkah Beau dan Lune akan menemeni Lana di waktu pagi sampai sore.
Jadi di jeda waktu itulah, Adrian menyempatkan dirinya untuk ke perusahaannya agar tetap bisa menjalankan tugasnya di perusahaan.
*
Pagi menjelang, Lana membuka matanya dan sudah tak melihat Adrian di sampingnya.
Tak lama kemudian, Lesca masuk bersama dua perawat seperti biasanya.
"Kau mencari Adrian? Dia pergi pagi pagi sekali tadi. Sepertinya ada urusan mendadak dari Uncle River karena semalam Aunty Beau bilang bahwa Lucian sedang bermasalah dengan seseorang," kata Lesca.
"Masalah apa?" tanya Lana.
"Entahlah. Lucian sedikit badung dan sering membuat Aunty Beau pusing sepertinya," jawab Lesca.
"Seperti Adrian? Dulu dia juga lumayan badung," kata Lana.
"Benarkah? Mungkin Lucian berguru pada Adrian," sahut Lesca dan Lana tertawa pelan.
Lalu Lesca memeriksan Luka Lana dan membersihkannya serta memberinya obat seperti biasanya.
"Kau boleh pulang hari ini. Tapi kau harus tetap kontrol tiga hari sekali," ucap Lesca setelah memeriksa dan menangani luka Lana.
"Ya, terima kasih, Lesca. Apakah kau jadi tinggal di apartemen Adrian?" tanya Lesca.
"Tidak, aku akan tinggal bersama Aunty Beau," jawab Lana.
"Baiklah kalau begitu. Kau akan pulang ketika Aunty Beau sudah datang," kata Lesca.
"Hmm, thank you, Lesca," jawab Lana.
Beberapa menit kemudian, ponsel Lana berbunyi dan ia segera mengangkatnya karena itu panggilan dari orang tuanya.
"Halo, Mom," sahut Lana.
"Halo, Sayang. Bagaimana kabarmu?" tanya Lourdes.
"Aku baik baik saja, Mom. Bagaimana keadaaan mommy dan daddy?" tanya Lana.
"Kami baik baik saja," jawab Lourdes.
"Oh ya, ada yang ingin mommy tanyakan. Mommy bertemu dengan teman kerjamu semalam dan dia mengatakan bahwa kau berhenti bekerja. Apakah itu benar?" tanya Lourdes.
"Ya, Mom. Itu benar dan aku bekerja di perusahaan keluarga Louis di sini. Lune dan Louis yang memaksaku," jawab Lana dengan jawaban yang masuk akal.
"Ah, begitu rupanya. Baiklah, kalau begitu. Mommy sudah sangat khawatir karena memikirkan hal ini. Mommy pikir kau ada masalah di sana. Syukurlah jika tak ada apa - apa. Lune baik - baik saja?" tanya Lourdes.
"Ya, dia sangat bahagia dan aku senang melihatnya," jawab Lana.
"Syukurlah. Dan sekarang waktunya kau mencari kebahagiaanmu juga, Sayang. Kau tak pernah berkencan selama Lune koma dan kurasa kau juga harus mulai berkencan. Apakah perlu mommy aturkan kencan buta dengan anak teman mommy?" tanya Lourdes.
"Apa? Tidak, Mom. Aku tak suka dengan hal - hal seperti itu. Mommy tak perlu mengkhawatirkanku ," jawab Lana.
Lana dan Lourdes berbicara cukup lama hingga akhirnya Lana mengakhiri percakapan itu karena Beau sudah datang.
"Kau sudah siap?" tanya Beau.
"Sudah, Aunty. Perawat sudah melepas selang infus di tanganku," jawab Lana tersenyum.
"Adrian masih ada urusan jadi kau akan pulang bersama Aunty saja. Nanti Lune akan ke sana pas jam makan siang," kata Beau.
"Ya, Lune sudah mengatakannya padaku kemarin," jawab Lana.
Lalu Beau membantu Lana turun dari ranjang dan kemudian berjalan keluar dari kamar.
Keadaan Lana sudah jauh lebih baik dan hanya tinggal sedikit rasa sakit saja di tangannya yang lukanya sudah mulai mengering itu.