FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 69



LL69


"Good morning," ucap Adrian tepat di depan wajah Lana sembari mengecup bibirnya.


Lana langsung menutup bibirnya dengan tangan tapi dia lupa bahwa tangan kanannya sedang sakit dan itu membuatnya merintih.


"Lihatlah apa yang kau lakukan pada tanganmu sendiri. Sakit, bukan?" Kata Adrian yang kemudian mengusap pelan lengan Lana.


"Dan itu karenamu, ck," sahut Lana yang masih merasakan ngilu di tangannya.


"Baiklah, itu salahku. Untuk menebusnya aku akan melayanimu sepenuh hati," kata Adrian.


Beberapa menit kemudian, Davian dan Zavian -- kakak Adrian tampak masuk ke dalam kamar perawatan


"Halo," ucap si kembar itu berbarengan.


Adrian menoleh ke arah pintu.


"Wait, ada apa kalian kemari?" tanya Adrian.


"Kami ingin melihat wajahmu yang menjijikkan karena jatuh cinta," jawab Davian dengan senyum tengilnya.


"Louis benar benar tak bisa menjaga mulutnya," sahut Adrian.


"Actually, Lune yang memberitahu kami," kata Zavian dengan wajah datarnya seperti biasa.


Lana melihat ke arah dua pria tampan berwajah sama itu.


"Kami kakaknya. Tak usah canggung pada kami," ucap Davian.


Lana hanya tersenyum dan mengangguk.


"Aku pernah melihatmu dulu. Hmm, kau dulu sering menginap di apartemen Adrian, bukan?" Tanya Davian lagi.


Wajah Lana memerah karena hal itu.


"Pergilah, Kak. Kalian mengganggu saja," kata Adrian.


"Kami menunggu mommy. Setelah ini, mommy akan kemari untuk membawa pulang Lana," jawab Zavian yang kini duduk di sofa.


"Kau ingin makan?" tanya Adrian pada Lana tanpa menghiraukan kedua kakaknya yang tampak memperhatikan gerak geriknya.


"Tanganmu terluka. Katakan padaku bagaimana caranya kau akan makan? Memakai tangan kirimu?" tanya Adrian.


"Adrian bisa menyuapimu, Lana. Berikan dia izin. Lihatlah wajahnya yang menyedihkan itu. Oooh kasihan sekali," kata Davian dan Zavian hanya tersenyum saja.


Adrian tak menggubris godaan Davian itu. Lalu pria itu mengambil makanan di meja nakas dan menyuapkan sesendok makanan ke mulut Lana.


"Buka mulutmu atau bibirku yang akan membukanya," kata Adrian.


"Hati- hati, Lana. Mulutnya sangat manis pada semua wanita," ucap Davian lagi.


"Oh God ... Keluargaku benar benar menyebalkan," sahut Adrian yang mulai stres dengan kedatangan kakaknya itu.


CEKLEK


"MORNIIINGGG!!! Di mana Lana?" ucap Zei yang tak lain adalah istri Zavian.


"Hei, apa apaan ini? Apakah ini reuni keluarga?" tanya Adrian.


"MORNIIINGGG!!!" teriak satu pria lagi di belakang Zei yaitu Lucian.


"Ya Tuhan. Aku bisa gila karena kelakuan kalian. Lucian, akan kubalas kau nanti," ucap Adrian.


"Ck, kami kemari bukan untuk bertemu denganmu, tapi bertemu Lana," sahut Zei sembari menghampiri Lana.


"Hai, Lana. Aku Zei. Aku adalah istri Zavian. Kau lihat pria kembar itu? Suamiku yang berambut panjang dan tak punya senyum," kata Zei dengan senyum lebarnya.


"Kita bertemu kemarin ketika makan malam. Hanya saja kita tak sempat memperhatikanmu karena sibuk dengan anak anak," lanjut Zei.


"Ya, aku melihatmu kemarin. Senang bisa mengenalmu, Zei," kata Lana dengan ramah.


Lalu Zei berbisik ke telinga Lana.


"Jangan terlalu mudah terjebak dalam pesonanya. Kau harus kuat dan tak boleh menyerah dengan mudah. Beri dia sedikit pelajaran. Selama ini dia sangat sangat playboy," bisik Zei.


"Zei ... Ooooh ... aku akan gila sepertinya setelah ini," kata Adrian karena merasa diserang bertubi tubi oleh keluarganya sendiri.


Lucian justru tertawa terbahak melihat kekesalan Adrian.