FINDING MY HOT BILLIONAIRE

FINDING MY HOT BILLIONAIRE
Bab 60



AL 60


Lalu Adrian melepaskan tangan Lana. Dia berbalik meninggalkan Lana karena ia merasa Lana sama sekali tak menganggapnya serius sejak dulu.


Dan Adrian sangat kecewa dengan sikap Lana itu. Dia berharap tak bertemu lagi dengan Lana setelah ini.


"Sorry," bisik Lana melihat kepergian Adrian.


Lana meninggalkan Adrian karena Lune sedang koma kala itu. Ayahnya menyuruhnya berhenti kuliah karena mereka akan pindah negara.


Lana memutuskan Adrian karena dia tak ingin bersenang senang di atas penderitaan keluarganya yang kala itu berada di titik terbawah.


Lana mencintai Adrian? Ya, tentu saja. Itu karena Adrian lah pria pertama yang menyentuhnya.


Dan melihat Adrian kembali membuat Lana kembali berangan angan.


Tapi Lana sadar pasti Adrian telah memiliki kekasih baru karena sudah 5 tahun lebih mereka lost kontak.


Tangan Lana mengepal dan kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Lana melihat ke arah cermin dan memandang wajahnya.


"Apakah dia sudah punya kekasih?" Gumamnya berbisik.


Lana menggelengkan kepalanya dan berusaha menepis pikiran itu.


"Aku tak boleh memikirkannya lagi. Bukankah aku sudah melupakannya selama ini?" Gumamnya lagi.


Setelah beberapa menit di kamar mandi, Lana pun keluar dari sana.


Lana kembali ke beranda belakang dan duduk bersama kedua orang tuanya yang sedang bercengkrama dengan Beau dan River Kingsford -- sang empunya mansion.


Mata Lana menyusuri orang orang di sana dan tak melihat keberadaan Adrian lagi. Lana berpikir mungkin Adrian masih sangat marah padanya.


'Apakah dia masih belum melupakanku? Apakah aku harus mengejarnya lagi?' Batin Lana termenung.


"Ya, Mom?" Tanya Lana yang tersadar dari lamunannya.


"Nyonya Kingsford bertanya padamu," jawab Lourdes.


"Ya, Aunty? Maaf, tadi aku sedang memikirkan pekerjaanku," kata Lana melihat ke arah Beau.


"Kata ibumu kau akan tinggal di New York selama dua bulan dan kau belum memiliki tempat tinggal sementara. Jadi tinggallah di sini sembari menemaniku. Aku sendirian di sini karena semua putra putraku sudah tinggal sendiri sendiri," sahut Beau.


"Itu ide yang bagus, Lana. Kau bisa tinggal di sini. Jadi daddy akan sedikit tenang membiarkanmu di sini selama 2 bulan karena Sasha sudah akan pulang dua minggu lagi," kata Anthony.


"Aku akan menyewa apartemen saja, Dad. Yang berada di dekat kantorku. Jadi aku bisa berjalan kaki karena aku tak ada mobil di sini," jawab Lana.


"Kau bisa menggunakan mobil dan supir kami. Lagi pula tugas supir di sini hanya melayaniku saja. Kita keluarga sekarang, jadi tak baik jika kau menolak bantuanku," kata Beau.


Lana melihat ke arah Lourdes dan Anthony. Kedua orang tuanya itu mengangguk seakan berharap Lana mau mengikuti usulan Beau.


Lana menggigit bibirnya karena masih galau dengan hal ini.


"Jadi aunty hanya bersama uncle River saja?" tanya Lana.


"Ya, kami hanya berdua. Dan juga beberapa pelayan," jawab River.


"Tak usah sungkan pada kami, Lana. Anggap saja aku seperti ibumu. Kau adalah kakak Lune. Dan aku sudah menganggap Lune seperti putriku sendiri," kata Beau menjelaskan.


"Hmm ... baiklah," jawab Lana sedikit berat.


Dia berharap semoga Adrian tak sering - sering ke rumah orang tuanya dan tak sampai bertemu dengannya lagi.


Anthony dan lainnya tersenyum lega mendengar persetujuan Lana.


"Thank you, Lana. Setidaknya aunty punya teman mengobrol selama dua bulan ini," kata Beau.


Lana mengangguk dan tersenyum meskipun hatinya masih merasa canggung.